UAS Matakuliah Ilmu Lugoh

Standar

Baca Perintah Berikut Baik-Baik Sebelum Menjawab!

  • Jawab semua pertanyaan dengan singkat dan tepat.
  • Tulis jawaban anda di kotak Tinggalkan Balasan pada web ini, dengan format berikut 

No absen dan kelas:
Jawaban:
1)…
2)…
dst.

  • Pada kolom Surel, isi dengan alamat email anda.
  • Pada kolom Nama, isi dengan nama anda.
  • Pada kolom Situs web, biarkan tanpa diisi.

Segala bentuk kesalahan atau jawaban yang tidak mengikuti perintah menjawab tersebut di atas, tidak akan dianggap.

Pertanyaan

1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya. (bobot nilai 25%)
2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder? (bobot nilai 25%)
3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik? (bobot nilai 25%)
4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. (bobot nilai 25%)

Jawaban ditunggu hingga Rabu, 29 Mei 2013.

About kamalinev

Lahir 6 Juni 1979 (udah tua juga ya!) di Babat Lamongan Jawa Timur. Sejak kecil sudah merantau ke sana kemari, tinggal dari satu daerah ke daerah yang lain. Umur 5 hingga 7 tahun tinggal di Gresik. Seterusnya ikut tinggal bersama orang tua di Bondowoso, sebuah kota kecil di timur Banyuwangi, hingga selesai SD. SMP ia lanjutkan di Probolinggo sekaligus nyantri di Nurul Jadid Paiton. SMA dilanjutkan di Jember, tinggal bersama orang-orang “gila” di sebuah asrama penderitaan bernama MAPK, sebuah tempat berkumpulnya anak-anak pilihan seantero Jawa Timur. Bosan dengan kehidupan di Jawa Timur, lanjut lagi merantau ke Bandung, di sana studi di Univ. Padjadjaran. 4 tahun dirasa cukup tinggal di tanah Pasundan, pindah lagi untuk studi di Univ. Indonesia, Jakarta (Depok). Pada tahun 2004 selepas lulus kuliah S2 dari UI, diputuskan untuk tinggal dan bekerja di Surabaya, hingga saat ini. Tapi ini bukan pilihan terakhir. Jika dirasa perlu, nanti akan ada hijrah lagi, entah kapan….

159 responses »

  1. 18/4A. saiful uyun
    1. apa yg kamu ketahui tentang fonetik,fonologi,dan morfologi?jelaskan! dan hal apa saja yang dibahas dalam fonologi?sebutkan!
    jawab: fonetik ialah kajian bunyi-bunyi bahasa manusia. fonologi ialah kajian pola-pola bunyi asas bagi sesuatu bahasa. morfologi ialah kajian struktur dalam bagi perkataan-perkataan. hal-hal yang dibahas dalam fonologi antara lain : 1) bunyi suara. 2) fonetik&fonemik. 3) alat ucap. 4) pita suara. 5) vokal 6) konsonan. 7) perubahan fonem. 8) intonasi.

    2. bahasa lisan (primer) karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) karena bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan,sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    3. karena biar lebih mudah difahami dan dipelajari.

    4. manfaat mempelajari fonologi dlm bhs arab yaitu untuk mengetahui fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. mempermudah dalam mempelajari,menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bhs arab.
    manfaat morfologinya yaitu untuk meminimalisasi adanya kesalahan dlm berbahasa arab, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks dan menemukan item-item leksikal yg baru dalam bhs arab.
    manfaat sintaksis yaitu untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dg kata lain dlm bahasa arab.
    manfaat semantik yaitu mempermudah untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  2. 1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya.
    Apakah fonetik artikulatoris ?
    • studi yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat ucap manusia
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    • Bahasa lisan menjadi bahasa primer dalam kajian linguistic karena linguistic itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan bukan apa yang di tuliskan.
    bahasa tulis hanyalah rekaman bahasa lisan, sebagai usaha untuk menyimpan bahasanya, sehingga nantinya masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dan jika terjadi kesalahan dalam bahasa lisan bisa langsung di perbaiki tidak seperti bahasa tulis.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    • Pembagian atau percabangan dalam kajian linguistic ini ada karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu linguistic sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Apalagi objek yang menjadi kajian linguistic adalah bahasa, dan bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.
    • Manfaat:
     Fonologi (علم الأصوات ) : agar bunyi kata bahasa Arab yang diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada makhorijul huruf dan tajwid
     Morfologi (م الصرفعل ( : agar bisa menyesuaikan metode bahasa dengan lidah orang Arab dan menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam penerapannya
     Sintaksis ((علم النحو : agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.
     Sintaksis ( الدلالةعلم ( : agar bisa mengetahui makna yang terkandung dalam suatu bahasa.

  3. 8/4B
    1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya.
    Apakah fonetik artikulatoris ?
    • studi yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat ucap manusia

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    • Bahasa lisan menjadi bahasa primer dalam kajian linguistic karena linguistic itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan bukan apa yang di tuliskan.
    bahasa tulis hanyalah rekaman bahasa lisan, sebagai usaha untuk menyimpan bahasanya, sehingga nantinya masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dan jika terjadi kesalahan dalam bahasa lisan bisa langsung di perbaiki tidak seperti bahasa tulis.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    • Pembagian atau percabangan dalam kajian linguistic ini ada karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu linguistic sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Apalagi objek yang menjadi kajian linguistic adalah bahasa, dan bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.
    • Manfaat:
     Fonologi (علم الأصوات ) : agar bunyi kata bahasa Arab yang diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada makhorijul huruf dan tajwid
     Morfologi (م الصرفعل ( : agar bisa menyesuaikan metode bahasa dengan lidah orang Arab dan menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam penerapannya
     Sintaksis ((علم النحو : agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.
     Sintaksis ( الدلالةعلم ( : agar bisa mengetahui makna yang terkandung dalam suatu bahasa.

  4. 14/4C
    Jawaban:
    1. Mengapa sebuah sistem bahasa dikatakan bersifat sistematis dan sistemis? Bahasa bersifat sistemis dan sistematis karena, dengan sistematis, artinya, bahasa itu tersusun menurut suatu pola; tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. Sedangkan sistemis, artinya, bahasa itu bukan merupakan system tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau system bawahan.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, dengan adanya pembagian subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik lebih mempermudah untuk kita dalam mempelajari linguistik yang memiliki cakupan yang sangat luas.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab adalah Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  5. 1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    a. Tahap spekulasi, yakni pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. Artinya, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.
    b. Tahap observasi dan klasifikasi, yakni mengumpulkan dan menggolong-golongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan apapun.
    c. Tahap perumusan teori, yakni memahami masalah-masalah dasar dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai masalah-masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dirumuskan hipotesa atau hipotesis-hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan-pertanyaan, dan menyusun teks untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, dengan adanya pembagian subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik lebih mempermudah untuk kita dalam mempelajari linguistik yang memiliki cakupan yang sangat luas dan supaya lebih mudah pemahaman dalam pembelajaran.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab adalah:
     Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
     Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
     Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
     Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  6. 07/4D

    1. Dalam linguistik, ada salah satu subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    > Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    > Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf.
    > Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    > Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    > Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi. Yang disebut bahasa dalam linguistik yang primer adalah yang diucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman dari bahassa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    > Pembagian atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semakntik dalam mempelajari bahasa Arab!
    > Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    >Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    >Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    >Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  7. Nama : irma erviana
    Absen / klas : 18 / 4-bhe

    Jawaban :
    1. Jelaskan kerterkaitan antara lambang, citra mental atau konsep dan referen atau objek yang terdapat pada gambar segi tiga Ogden dan Richards?
    jawab :
    pada gambar segitiga Ogden dan referen menunjukkan bahwa diantara lambang bahasa dan konsep terdapat hubungan langsung, sedangkan lambang bahasa dengan referen atau objeknya tidak berhubungan langsung (digambarkan dengan garis putus-putus) karena harus melalui konsep. Hal ini menunjukkan bahwa bahasa dan realitas bukanlah dua hal yang identik, kata tidak sekedar merupakan etiket yang ditempelkan pada benda-benda, peristiwa atau keadaan di dunia nyata, karena dalam kata terkandung pula cara masyarakat bahasa terhadap realitas.

    2. Karena bahasa lisan (primer) merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa tulisan (sekunder) merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa, agar lebih mudah di fahami dan dipelajari struktur bahasanya.

    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam bahasa arab adalah fonologi digunakan untuk mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu. Morfologi digunakan untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata. Sintaksis digunakan untuk mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa, yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat. Antara morfologi dengan sintaksis mempunyai persamaan dan perbedaan, yaitu persamaannya adalah sama – sama berdasar pada kata. Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana, kalimat,klausa, dan kelompok kata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata, dan morfem lebih khusus. sedangkan semantik digunakan untuk mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

  8. 3/4D
    1. Sebutkan ciri-ciri dari bahasa!
    Jawab:
    1. bahasa itu adalah sebuah sistem
    2. bahasa itu berwujud lambing
    3. bahasa itu berupa bunyi
    4. bahasa itu bersifat arbitrer
    5. bahasa itu bermakna
    6. bahasa itu bersifat konvensional
    7. bahasa itu bersifat unik.
    8. bahasa itu bersifat universal,
    9. bahasa itu bersifat produktif
    10. bahasa itu bervariasi
    11.bahasa itu bersifat dinamis
    12. bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial
    13. bahasa itu merupakan identitas penuturnya.
    2. bahasa lisan disebut juga bahasa primer karena bahasa lisan dihasilkan oleh alat ucap dan diucapkan secara langsung. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
    Sedangkan bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder karena bahasa ini dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya dan bahasa tulisan merupan hasil rekaman dari bahasa lisan(tidak langsung diucapkan).
    3. Karena ilmu linguistik merupakan ilmu bahasa secara umum, istilahnya linguistik adalah payung besar yang didalam payung itu ada cabang-cabangnya meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelas kita akan kesulitan memahami semua cabang linguistic ini. Oleh sebab itu untuk mempermudah pemahaman linguistic, dibagilah lingistik menjadi beberapa cabang yang telah disebutkan di atas.
    4.- manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui bunyi bahasa karena dalam mengucapkan bahasa Arab jika salah mengucapkan makhraj atau salah menggunakan intonasi saat berbicara akan merubah makna = seperti kata ماذا(ketika diucapkan untuk bertanya akan membutuhkan jawaban), ماذا (ketika diucapkan dalam kondisi marah tidak membutuhkan jawaban), dan ketika saat mengucapkan lafadz أمل keliru megucapkan عمل, karena salah mengucapkan 1 makhraj saja((أ – ع pemahaman kita telah berbeda.
    -manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab adalah untuk mengetahui bagian terkecil (huruf) dan untuk mengetahui pembentukan dalam suatu kata pada bahasa Arab.
    – manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain dlm bahasa arab (tarkib).
    – manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami suatu makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  9. 10/4a
    1. Sebutkan 4 (empat) cabang dari linguistik!
    Jawab: 4 (empat) cabang linguistik meliputi:
    a). Fonetik (Aswat)
    b). Sintaksis (ilmu nahwi)
    c). Morfologi (bentuk)
    d). Semantik (makna)
    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer karena bahasa yang dilisankan inilah yang pertama- tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder karena pada dasarnya bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan.

    3. Mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak. dan agar kita lebih mudah memahami ilmu linguistik tersebut.

    4. Idealnya, setiap ilmu mengandung manfaat bagi kehidupan manusia. Demikian juga halnya dengan linguistik. Ilmu ini, setidaknya bisa memberikan manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam hal kebehasaan, baik linguis itu sendiri, guru bahasa, penerjemah, penyusun buku, jurnalis, penyusun kamus, atau bahkan politikus, juga diplomat.

    Bagi linguis, pengetahuan yang luas dan mendalam tentang linguistik tentu bisa sangat membantu dalam menjalankan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus, dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik, karena bahasa yang menjadi objek bahasan linguistik itu merupakan wadah pelahiran karya sastra. Pemahaman karya sastra dengan baik tidak akan mungkin tanpa dilandasi pengetahuan seputar hakekat dan struktur bahasa dengan baik pula. Apalagi jika mengingat bahwa karya sastra menggunakan ragam bahasa khusus yang berbeda dengan ragam bahasa umum.

    Demikian juga kiranya fungsi linguistik bagi guru, terutama guru bahasa. Pengetahuan linguistik sangat penting, baik dari subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikologi, sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaaan. Bagaimana mungkin seorang guru bahasa dapat melatih keterampilan berbahasa jika dia tidak menguasai fonologi; dapatkan dia melatih keterampilan menulis jika tidak menguasai ejaan, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Selain itu, sebagai guru bahasa, dia bukan hanya melatih keterampilan berbahasa, tapi juga harus menerangkan kaidah-kaidah bahasa yang diajarinya dengan benar.

  10. 22/4A
    jawaban:
    1. mengapa bahasa itu disebut system yang sistematis?
    karena bahasa itu memiliki berbagai subsistem. Diantaraya adalah fonologi yang mempelajari tentang bunyi bahasa, morfologi yang mempelajari bentuk-bentuk kata, sintaksis yang mempelajari pembentukan struktur kalimat, dan semantic yang mempelajari tentang makna.
    2. bahasa lisan adalah bahasa primer karena bahasa lisan memiliki urgensi bagi kehidupan manusia. Bahasa yang dimiliki manusia sejak lahir adalah bahasa lisan, bahasa lisan bayi yang baru lahir berupa tangisan. Sedangkan bahasa tulisan merupakan gambaran dari suara, seperti ucapan: /a/k/u/ maka penulisannya adalah a,k,u, sebagai gambaran dari bahasa lisan. Sehingga bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.
    3. ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. dengan adanya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic kita dapat memperoleh manfaat dalam mempelajari bahasa arab.
    Manfaat fonologi dalam mempelajari bahasa arab diantaranya: dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak,,, mengetahui permainan-permainan suara baik yang disampaikan oleh manusia, binatang, maupun tumbuhan atau suara yang ditimbulkan oleh benda yang lain. Dalam bahasa arab ilmu fonologi disebut sebagai ilmu aswat…
    manfaat morfologi dalam mempelajari bahasa arab diantaranya: dapat mengetahui bentuk-bentuk kata,,, menciptakan, mengubah, mengurangi atau menambah huruf dalam suatu lafadz/kata dari bentuk asalnya… ilmu morfologi dalam bahasa arab disebut sebagai ilmu shorof, ilmu shorof ini merupakan ibu dari bahasa arab.
    manfaat sintaksis dalam mempelajari bahasa arab diantaranya: dapat mengetahui pembentukan struktur kalimat,,, mengetahui kedudukan kata karena banyaknya sesuatu (‘amil) yang masuk… dalam bahasa arab ilmu sintaksis disebut sebagai ilmu nahwu, dan ilmu nahwu ini merupakan bapak dari bahasa arab.
    manfaat semantic dalam mempelajari bahasa arab diantaranya: khusus mengkaji tentang makna. Semantic dalam bahasa arab disebut sebagai ilmu dalalah.

  11. 29/4D
    1. Apakah yang dimaksud dengan produktivitas proses morfemis?
    Yang dimaksud dengan produktivitas dalam proses morfemis adalah dapat tidaknya proses pembentukan kata itu, terutama afikasi (proses penumbuhan afiks pada sebuah kata dasar), reduplikasi (proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhan, secara sebagian, maupun dengan perubahan bunyi), dan komposisi (hasil dan proses penggabungan morfem dasar, baik secara bebas maupun terikat), digunakan berulang-ulang yang secara relatif tak terbatas, artinya, ada kemungkinan menambah bentuk baru dengan proses tersebut.
    2. Bahasa lisan adalah primer, karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder karena karena bahasa tulisan hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Objek linguistik “bahasa” merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangatlah luas. ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik karena berdasarkan objek kajiannya, tentang struktur internal bahasa. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.
    4. Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab:
    Fonologi atau di dalam bahasa arab علم الأصوات menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    Morfologi atau di dalam bahasa arab علم الصرف menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Sintaksis atau di dalam bahasa arab علم النحو menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga sehingga menjadi satuan ujaran.
    Semantik atau di dalam bahasa arab علم الدلالة menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  12. 14/4A Miftakhur Rozaq
    Jawaban:
    1. apa yg kamu ketahui tentang fonetik,fonologi,dan morfologi?jelaskan! dan hal apa saja yang dibahas dalam fonologi?sebutkan!
    jawab: fonetik ialah kajian bunyi-bunyi bahasa manusia. fonologi ialah kajian pola-pola bunyi asas bagi sesuatu bahasa. morfologi ialah kajian struktur dalam bagi perkataan-perkataan. hal-hal yang dibahas dalam fonologi antara lain : 1) bunyi suara. 2) fonetik&fonemik. 3) alat ucap. 4) pita suara. 5) vokal 6) konsonan. 7) perubahan fonem. 8) intonasi.

    2. Bahasa adalah pemahaman dasar dalam memahami bahasa. Dalam memahami Bahasa Indonesia, kita juga perlu memahami hel-hal tersebut, sehingga pemahaman kita dalam memahami bahasa Indonesia, bisa lebih mendalam dan dapat mengaplikasikan dengan baik.
    Definisi Bahasa; Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbiter ( tidak ada hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.
    bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.

    sedangkan Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi.

    3. ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.

    4.* Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    *Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    *Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    *Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  13. 20/4c
    1. apa sajakah macam -macam fonetik menurut urutan proses terjadinya bunyi bahasa,? sebutkan dan jelaskan!
    menurut urutan proses terjadinya bunyi bahasa ada 3 jenis fonetik :
    a). fonetik artikulatoris: ilmu yang mempelajari bagaimana mekanismme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa.
    b). fonetik akustik: mempelajari bunyi bahasa sbg peristiwa fisis(fenomena ) alam dg menyelidiki frekuensi getarannya.
    c). fonetik auditoris: mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.
    2. dalam linguistik, mgp bhs lisan itu primer sedangkan bhs tulisan adalah sekunder? karena hakikat bahasa adalah bunyi yang klr dr alat ucap manusia. bahasa tidak akn muncul tanpa adanya bunyi. sedangkan bhs tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan jadi,bhs yang seharusnya diucpkan dalam bhstulisan diganti dg huruf-huruf dan tanda-tanda menrut sistem aksara.
    3. mgp ilm. linguistik dibagi atassubdisiplin fnologi, morfologi, sintaksis dan semantik? karena bidang-bidang tersebut merupakn struktur dasar pengetahuan linguistik untuk memahami bunyi bahasa sedangkan ilmu linguitik tidak hanya menyelidiki salah satu bahasa saja tetapi juga menyangkut berbagai bahasa pd umumnya.
    4). jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dlm bhs arab?
    fonologi (ilm-aswat) mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasikata-kata tertentu.
    morfologi (ilm-sharf) mempelajari pembentukan kata
    sintaksis (an-nahwu) mempelajari hubungan antara kata/frasa yang satu dg yang lain.
    semantik sbg cabang ilmu bahasa yg memilki hubungan erat dg ketiga ilmu cabang tsb (fonologi, morfologi, sintaksis). ini berarti makna suatu kata ditentukan oleh unsur bunyi (tekanan suara atau nada) bentukan kata (perubahan bentuk kata) maupun susuna dalam kalimat.

  14. 1. Sebutkan tahapan yang dapat membuktikan keilmiyahan linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu! Keilmiahan linguistic dapat dibuktikan melalui 3 tahap , yaitu : Tahap pertama, yakni tahap spekulasi (kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu). Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi. Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori.
    2. Karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahkan, masih ada suku-suku di daerah terpencil yang belum mengenal bahasa tulis. Sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu.
    3. Karena luasnya objek kajian linguistic (bahasa) yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, jadi dengan adanya pembagian 4 subdisiplin tersebut (fonologi, morfologi, sintaksis dan semantic) lebih memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami linguistik secara mendalam.
    4. Manfaat fonologi /علم الأصوات dalam mempelajari bahasa arab adalah sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    Manfaat morfologi/علم الصرف dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat sintaksis/علم النحو dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    manfaat semantic/ علم الدلالة dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  15. 06/4D
    Jawaban
    1. Sebutkan tahapan yang dapat membuktikan keilmiyahan linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu! Keilmiahan linguistic dapat dibuktikan melalui 3 tahap , yaitu : Tahap pertama, yakni tahap spekulasi (kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu). Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi. Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori.
    2. Karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahkan, masih ada suku-suku di daerah terpencil yang belum mengenal bahasa tulis. Sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu.
    3. Karena luasnya objek kajian linguistic (bahasa) yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, jadi dengan adanya pembagian 4 subdisiplin tersebut (fonologi, morfologi, sintaksis dan semantic) lebih memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami linguistik secara mendalam.
    4. Manfaat fonologi /علم الأصوات dalam mempelajari bahasa arab adalah sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    Manfaat morfologi/علم الصرف dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat sintaksis/علم النحو dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    manfaat semantic/ علم الدلالة dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  16. 3/4D
    1. Sebutkan ciri-ciri dari bahasa!
    Jawab:
    1. bahasa itu adalah sebuah sistem
    2. bahasa itu berwujud lambing
    3. bahasa itu berupa bunyi
    4. bahasa itu bersifat arbitrer
    5. bahasa itu bermakna
    6. bahasa itu bersifat konvensional
    7. bahasa itu bersifat unik.
    8. bahasa itu bersifat universal,
    9. bahasa itu bersifat produktif
    10. bahasa itu bervariasi
    11.bahasa itu bersifat dinamis
    12. bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial
    13. bahasa itu merupakan identitas penuturnya.
    2. bahasa lisan disebut juga bahasa primer karena bahasa lisan dihasilkan oleh alat ucap dan diucapkan secara langsung. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
    Sedangkan bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder karena bahasa ini dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya dan bahasa tulisan merupan hasil rekaman dari bahasa lisan(tidak langsung diucapkan).
    3. Karena ilmu linguistik merupakan ilmu bahasa secara umum, istilahnya linguistik adalah payung besar yang didalam payung itu ada cabang-cabangnya meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelas kita akan kesulitan memahami semua cabang linguistic ini. Oleh sebab itu untuk mempermudah pemahaman linguistic, dibagilah lingistik menjadi beberapa cabang yang telah disebutkan di atas.
    4.- manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui bunyi bahasa karena dalam mengucapkan bahasa Arab jika salah mengucapkan makhraj atau salah menggunakan intonasi saat berbicara akan merubah makna = seperti kata ماذا(ketika diucapkan untuk bertanya akan membutuhkan jawaban), ماذا (ketika diucapkan dalam kondisi marah tidak membutuhkan jawaban), dan ketika saat mengucapkan lafadz أمل keliru megucapkan عمل, karena salah mengucapkan 1 makhraj saja((أ – ع pemahaman kita telah berbeda.
    -manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab adalah untuk mengetahui bagian terkecil (huruf) dan untuk mengetahui pembentukan dalam suatu kata pada bahasa Arab.
    – manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain dlm bahasa arab (tarkib).
    – manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami suatu makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  17. 26/4D:
    Jawaban:

    1) Bagaimana peran linguistik dalam kehidupan Manusia?
    Linguistik sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan linguistik kita dapat berkomunikasi dengan sesama manusia, alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia dan juga bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi diri.

    2) Bahasa lisan menjadi objek primer karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder karna sebenarnya bahasa tulisan hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan juga mengingat bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan.

    3) karena dengan adanya keempat subdisiplin tersebut, mempermudah kita untuk mempelajari Linguistik. Disetiap subdisplin dijelaskan tentang isi penting (pokok) dari linguistik. Dari fonologi, kita mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa, morfologi mempelajari struktur kata , bagian , serta cara pembentukannya; sintaksis mempelajari satuan kata , satuan lain diatas kata , hubungan satu dengan yang lain , dan cara penyusunannya sehingga menjadi sebuah ujaran; dan semantik mempelajari makna yang bersifat leksikal , gramatikal , dan kontekstual.

    4) Dengan mempelajari ke empat subdisiplin tersebut sama halnya dalam bahasa Arab kita mempelajari ilmu aswat (fonetik), ilmu sharaf (morfologi), ilmu nahwu (sintaksis), dan ilmu dalalah (semantik) yang ke empatnya merupakan pokok (inti) dalam mempelajari dan memahami bahasa Arab.

  18. 30-4A

    1.APA YANG DIMAKSUD DENGAN BAHASA ITU BERVARIASI?
    Masyarakat memiliki latar belakang dan lingkungan yang tidak sama, sehingga
    bahasa-bahasa yang digunakan juga akan bervariasi / beragam. Variasi bahasa
    meliputi :
    – Idiolek yaitu variasi / ragam bahasa yang bersifat perseorangan / ciri khas
    bahasa seseorang
    – Dialek yaitu variasi bahasa yang digunakan oleh sekelompok anggota
    masyarakat pada suatu tempat atau suatu waktu.
    Contohnya : Di Indonesia mengenal Bahasa Jawa dengan dialek Banyumas, dialek
    Tegal, dialek Surabaya.
    – Ragam yaitu variasi bahasa yang digunakan dalam situasi, keadaan dan untuk
    keperluan tertentu.
    Contohnya :
    Bahasa itu manusiawi
    Bahwa bahasa hanya milik manusia yang tercipta karena intelegensinya dan hanya
    dapat digunakan oleh manusia dalam kehidupannya sebagai alat komunikasi.

    2. DALAM LINGUISTIK MENGAPA BAHASA LISAN ADALAH BAHASA PRIMER DAN BAHASA TULISAN BAHASA SEKUNDER?

    Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi. Yang disebut bahasa dalam linguistik yang primer adalah yang diucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman dari bahassa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda
    3. DALAM LINGUISTIK, ADA SALAH SATU SUB DISIPLIN FONOLOGI, MORFOLOGI, SINTAKSIS, DAN SEMANTIK. JELASKAN KEEMPAT SUB DISIPLIN TERSEBUT SECARA SINGKAT

    . Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    . Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf.
    . Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    . Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.
    4. SEBUTKAN MANFAAT MEMPELAJARI FONOLOGI, MORFOLOGI, SINTAKSIS DAN SEMANTIK DALAM MEMPELAJARI BAHASA ARAB
    Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam bahasa arab adalah fonologi digunakan untuk mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu. Morfologi digunakan untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata. Sintaksis digunakan untuk mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa, yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat. Antara morfologi dengan sintaksis mempunyai persamaan dan perbedaan, yaitu persamaannya adalah sama-sama berdasar pada kata. Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana, kalimat,klausa dan kelompok kata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata, dan morfem lebih khusus. sedangkan semantik digunakan untuk mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

  19. Nama ; Aprilia Fitrianti
    Kelas ; BSA 4-B
    Absen : 02

    Jawaban :

    1) Soal : Siapa nama Bapak Linguistik Modern ?
    Jawab : Ferdinand de Saussure

    2) Karena bahasa lisan merupakan kebutuhan pokok yang mana penting untuk bersosialisasi dalam kelangsungan hidup bermasyarakat. Sedangkan bahasa tulisan merupakan kebutuhan kedua setelah bahasa tulisan sebagai penjelas dari bahasa lisan.

    3) Karena agar mempermudah untuk mempelajarinya sehingga terbagi menjadi beberapa bagian.

    4) Manfaatnya :

    a. Fonologi : untuk mengetahui bunyi dalam setiap kata dalam pengucapan
    b. Morfologi : untuk mengetahui perubahan kata dan makna
    c, Sintaksis : Untuk menyusun kata yang selaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata dapat menjadi sebuah kalimat utuh
    d. Semantik : untuk mempelajari makna perkata

  20. 11/4D
    1. Apa yang disebut dengan Diatesis?sebutkan macam-macamnya?
    Diatesis adalah menggambarkan hubungan antara pelaku atau peserta dengan perbuatan.
    Macam-macamnya adalah aktif (jika subjek yang berbuat), pasif (jika subjek menjadi tujuan perbuatan), reklefsif (jika subjek berbuat atas dirinya sendiri), resiprokal (jika subjek yang lebih dari satu berbuat berbalasan), kausatif (jika pelaku menjadi penyebab perbuatan), dan transitif (jika perbuatan bertujuan).
    2. Dalam linguistik bahasa lisan dinamakan primer karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan oleh seorang pembicara kepada pendengar, dan merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan,. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) karena bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga dapat disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic karena agar lebih mudah dipelajari, dimengerti dan difahami struktur bahasanya oleh si pembaca.
    4. Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab sebagai berikut:
    manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab yaitu untuk mengetahui fungsi sebagai pembeda makna atau mempermudah dalam mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bahasa arab.
    Manfaat morfologinya yaitu untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa arab, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks dan menemukan kata-kata yang baru dalam bhs arab.
    Manfaat sintaksis yaitu untuk mempermudah memahami makna kalimat dan hubungannya dg kalimat lain dlm bahasa arab.
    Manfaat semantik yaitu mempermudah untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  21. 05 / 4B
    1. Dalam fonologi terdapat dua cabang kajian yakni fonetik dan fonemik. Jelaskan perbedaan masing-masing cabang tersebut ?
    • Fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa. Fonetik terbagi menjadi tiga yaitu :
    a. fonetik artikulatoris atau fonetik organis atau fonetik fisiologi, mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan.
    b. fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam (bunyi-bunyi itu diselidiki frekuensi getaranya, aplitudonya,dan intensitasnya.
    c. fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.
    • Fonemik adalah bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti. Fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat atau berfungsi membedakan makna kata.
    2. Objek dalam ilmu linguistik adalah bahasa. Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer ( tidak ada hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya ) yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi, kerja sama, dan identifikasi diri. Bahasa lisan adalah bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder.
    • Bahasa lisan adalah bahasa primer dikarenakan bahasa lisan adalah bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
    • Bahasa tulisan adalah bahasa sekunder dikarenakan bahasa tulisan adalah bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam bahasa tulisan kita harus memperhatikan tata cara penulisan dengan baik dan benar agar bahasa tulisan dapat dipahami.
    3. Dalam ilmu linguistik umum terdapat pembagian beberapa subdisiplin yaitu fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Pembagian itu dikarenakan untuk mengarahkan kajian pada struktur internal atau struktur bahasa tertentu atau subsistem bahasa tertentu sehingga pembagian itu dimaksudkan dapat mempermudah dalam mempelajari ilmu linguistik.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, semantik dalam bahasa arab.
    • Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah علم الأصوات bisa mengetahui dan memahami ciri-ciri bunyi dalam berbahasa. Bunyi bahasa yang dapat membedakan arti dalam bahasa lisan ataupun tulisan yang digunakan oleh manusia. Bunyi- bunyi yang kita ucapakan dapat dipahami pendengar maupun pembaca, sehingga dapat tercapai kebenaran dan maksud dalam pengucapan.
    • Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa arab adalah علم الصرف bisa mengetahui dan memahami bentuk-bentuk kata. Bagaimana cara membentuk, membuat, mengubah, menambah dan mengurangi dalam suatu kata dari bentuk asalnya.
    • Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab adalah علم النحوى bisa mengetahui dan memahami struktur kalimat. Dapat mengetahui kedudukan kata dalam suatu kalimat.
    • Manfaat memepelajari semantik dalam bahasa arab adalah علم الدلالة bisa mengetahui dan memahami hakikat makna dalam suatu kata. Mengingat bahasa bersifat arbitrer (bebas dan tidak terikat) maka hubungan antara kata dan maknanya juga bersifat arbitrer. Di dalam penggunaannya dalam pertuturan nyata makna kata itu seringkali dan mungkin juga biasanya terlepas dari pengertian atau konsep dasarnya dan juga acuannya. Oleh karena itu, kita baru dapat menentukan makna sebuah kata apabila kata itu sudah berada dalam konteks kalimatnya.

  22. 28/4D
    jawaban:
    1. Apa yang di maksud dengan pasangan minmal? Jelaskan dan beri contoh?
    pasangan minimal adalah dua ujaran yang berbeda maknanya dan berbeda dalam bunyi. Contohnya: perbandingan kata Kalung dan Karung. Perbadingannya terletak di huruf L dan R.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia kepada lawan pembicara dan merupakan bahasa sehari-hari.A Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa, agar lebih mudah memahami dan mempelajari struktur bahasanya, Dan linguistic dalam hal ini bersifat umum.
    4. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan kesalahan pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, dapat mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai dengan makna yang diinginkan oleh kita..
    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta memperbaiki dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat.

  23. 28/4D
    jawabn
    1. Apa yang di maksud dengan pasangan minmal? Jelaskan dan beri contoh?
    pasangan minimal adalah dua ujaran yang berbeda maknanya dan berbeda dalam bunyi. Contohnya: perbandingan kata Kalung dan Karung. Perbadingannya terletak di huruf L dan R.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia kepada lawan pembicara dan merupakan bahasa sehari-hari.A Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa, agar lebih mudah memahami dan mempelajari struktur bahasanya, Dan linguistic dalam hal ini bersifat umum.
    4. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan kesalahan pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, dapat mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai dengan makna yang diinginkan oleh kita..
    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta memperbaiki dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat.

  24. 11/4D
    jawaban:
    1. Apa yang disebut dengan Diatesis?sebutkan macam-macamnya?
    Diatesis adalah menggambarkan hubungan antara pelaku atau peserta dengan perbuatan.
    Macam-macamnya adalah aktif (jika subjek yang berbuat), pasif (jika subjek menjadi tujuan perbuatan), reklefsif (jika subjek berbuat atas dirinya sendiri), resiprokal (jika subjek yang lebih dari satu berbuat berbalasan), kausatif (jika pelaku menjadi penyebab perbuatan), dan transitif (jika perbuatan bertujuan).
    2. Dalam linguistik bahasa lisan dinamakan primer karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan oleh seorang pembicara kepada pendengar, dan merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan,. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) karena bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga dapat disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic karena agar lebih mudah dipelajari, dimengerti dan difahami struktur bahasanya oleh si pembaca.
    4. Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab sebagai berikut:
    manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab yaitu untuk mengetahui fungsi sebagai pembeda makna atau mempermudah dalam mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bahasa arab.
    Manfaat morfologinya yaitu untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa arab, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks dan menemukan kata-kata yang baru dalam bhs arab.
    Manfaat sintaksis yaitu untuk mempermudah memahami makna kalimat dan hubungannya dg kalimat lain dlm bahasa arab.
    Manfaat semantik yaitu mempermudah untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  25. 10/4C (TRI INDAH WAHYUNINGSIH)
    1. Mengapa ilmu linguistik lazim disebut dengan nama linguistik umum ? Jelaskan !
    Jawab :
    Ilmu linguistik sering juga disebut linguistik umum, artinya Ilmu linguistik itu tidak hanya mengkaji sebuah bahasa saja, seperti bahasa Jawa atau bahasa Arab, melainkan mengkaji seluk beluk bahasa pada umumnya, bahasa yang menjadi alat interaksi sosial milik manusia. Begitulah bahasa-bahasa di dunia ini meskipun banyak sekali perbedaanya, tetapi ada pula persamaannya. Ada ciri-cirinya yang universal. Hal seperti itulah yang diteliti oleh linguistik. Maka karena itulah linguistik sering dikatakan bersifat umum, dan karena itu pula nama ilmu ini disebut linguistik umum.
    2. Bahasa lisan (primer) yang dimaksud adalah kalimat yang diucap, sedangkan bahasa tulisan (sekunder) adalah kalimat yang disampaikan dalam bentuk tulisan atau sebagai bentuk dari rekaman lisan. Meski sudah ada tanda baca dalam bahasa tulisan, tidak sepenuhnya bisa menyampaikan sama persis dengan apa yang dimaksud oleh penulis. Dalam bahasa tulisan dan dan bahasa lisan memang terdapat perbedaan yang mencolok antara situasi dan kondisi kepopuleran suatu kalimat dalam masyarakat setiap wilayah suatu daerah mempunyai bahasa dan pengucapan terhadap sesuatu berbeda-beda.
    3. Karna dalam perkembangannya linguistik memiliki cabang-cabang ilmu yang masing-masing berkonsentrasi pada jenis pendekatan kajian dan objek yang dikaji. Bidang teoritis pada sub teori linguistik, memiliki sejumlah cabang kajian yang menjadi dasar studi linguistik awal. Cabang-cabang itu diantaranya adalah : Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik.
    4. >>Manfaat fonologi / علم الأصوات dalam mempelajari bahasa arab adalah sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    >>Manfaat morfologi / علم الصرف dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian bagiannya, serta cara pembentukannya.
    >>Manfaat sintaksis /علم النحو dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    >>Manfaat semantik / علم الدلالة dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  26. Nama; Hanim Machrurin
    Absen: 12
    Kelas: 4b

    1. soal : salah satu ciri bahasa adalah sebagai sistem. Sebagai sebuah sistem, bahasa mempunyai sifat sistematis dan sistemis. Jelaskan!
    jawab : bahasa bersifat sistematiis adalah bahasa tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak, secara sembarangan sedangkan bahasa bersifat sistemis adalah bahasa bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-sistem atau sistem bawahan.

    2. karena bahasa lisan adalah bahasa pokok yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman atau penjelas dari bahasa lisan.

    3. karena objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas maka ilmu linguistik di bagi atas beberapa subdisiplin agar mudah dipelajari dan dipahami.

    4. manfaatnya adalah
    – fonologi di gunakan untuk menyelidiki bunyi – bunyi bahasa menurut fungsinya.
    – morfologi di gunakan untuk mengidentifikasi satuan-satuan dasar bahasa sebagai satuan gramatikal
    – sintaksis di gunakan untuk menempatkan bersama-sama kata-kata menjadi kelompok kata atau kalimat.
    – semantik di gunakan untuk mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik dengan hal-hal yangditandainya.

  27. 20/4D

    1. Dalam bahasa ada istilah arbriter, apakah arbriter itu? Jelaskan!
    Kata arbitrer itu bisa diartikan sewenang-wenang, berubah-ubah, tidak tetap, mana suka. Yang dimaksud dengan istilah arbitrer itu adalah tidak adanya hubungan wajib antara lambang bahasa (yang berwujud bunyi itu) dengan konsep atau pengertian yang dimaksud oleh lambang tersebut. Contoh, antara kuda dengan yang dilambangkannya, yaitu “sejenis binatang berkaki empat yang biasa dikendarai”. Kita tidak dapat menjelaskan mengapa binatang tersebut dilambangkan dengan bunyi kuda.
    2. Bahasa lisan disebut primer, karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama kali yang menjadi objek linguistik.
    Sedangkan bahasa tulisan disebut sekunder karena bahasa tulisan hanyalah sebuah rekaman dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena mengingat bahwa objek linguistik adalah bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak, maka jelas tidak ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistic tersebut, oleh karena itu ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin diantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, untuk mempermudah mempelajarimya dan memahaminya secara mendalam.
    4. Manfaat mempelajari Fonologi, Morfologi, Sintaksis dan Simantik dalam bahasa arab adalah:
    • Fonologi atau di dalam bahasa arab adalah ilmu Aswat untuk mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya bunyi pelafalan suatu kata dalam berbahasa arab, dan mempunyai fungsi dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    • Morfologi atau di dalam bahasa arab adalah ilmu Sharf untuk mengetahui struktur kata, pembagian kata, cara pembentukannya, untuk menghindari dari kesalahan kesalahan pembuatan kalimat, dan perubahan perubahan bentuk kata.
    • Sintaksis atau di dalam bahasa arab adalah ilmu Nahwu untuk mengetahui struktur kalimat, serta cara penyusunannya sehingga sehingga menjadi kalimat yang baik dan benar.
    • Semantik atau di dalam bahasa arab adalah ilmu Dalalah untuk mengetahui makna bahasa yang baik, mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan arti suatu kata dalam bahasa arab.

  28. 10/4a
    1. Sebutkan 4 (empat) cabang dari linguistik!
    4 (empat) cabang linguistik meliputi:
    a). Fonetik (Aswat)
    b). Sintaksis (ilmu nahwi)
    c). Morfologi (bentuk)
    d). Semantik (makna)

    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer karena bahasa yang dilisankan inilah yang pertama- tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder karena pada dasarnya bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan.

    3. Karena Mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak. dan bila ilmu linguistik tersebut disusun dengan subdisiplin tersebut maka kita bisa lebih mudah memahami ilmu linguistik tersebut.

    4. Idealnya, setiap ilmu mengandung manfaat bagi kehidupan manusia. Demikian juga halnya dengan linguistik. Ilmu ini, setidaknya bisa memberikan manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam hal kebehasaan, baik linguis itu sendiri, guru bahasa, penerjemah, penyusun buku, jurnalis, penyusun kamus, atau bahkan politikus, juga diplomat.

    Bagi linguis, pengetahuan yang luas dan mendalam tentang linguistik tentu bisa sangat membantu dalam menjalankan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus, dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik, karena bahasa yang menjadi objek bahasan linguistik itu merupakan wadah pelahiran karya sastra. Pemahaman karya sastra dengan baik tidak akan mungkin tanpa dilandasi pengetahuan seputar hakekat dan struktur bahasa dengan baik pula. Apalagi jika mengingat bahwa karya sastra menggunakan ragam bahasa khusus yang berbeda dengan ragam bahasa umum.

    Demikian juga kiranya fungsi linguistik bagi guru, terutama guru bahasa. Pengetahuan linguistik sangat penting, baik dari subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikologi, sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaaan. Bagaimana mungkin seorang guru bahasa dapat melatih keterampilan berbahasa jika dia tidak menguasai fonologi; dapatkan dia melatih keterampilan menulis jika tidak menguasai ejaan, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Selain itu, sebagai guru bahasa, dia bukan hanya melatih keterampilan berbahasa, tapi juga harus menerangkan kaidah-kaidah bahasa yang diajarinya dengan benar.

  29. 02/4C

    1. sebutkan sifat atu ciri suatu bahasa?
    jawab : Sifat atau ciri itu, antara lain, adalah (1) bahasa itu adalah sebuah sistem, (2) bahasa itu berwujud lambing, (3) bahasa itu berupa bunyi, (4) bahasa itu bersifat arbitrer, (5) bahasa itu bermakna, (6) bahasa itu bersifat konvensional, (7) bahasa itu bersifat unik, (8) bahasa itu bersifat universal, (9) bahasa itu bersifat produktif, (10) bahasa itu bervariasi, (11) bahasa itu bersifat dinamis, (12) bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial, dan (13) bahasa itu merupakan identitas penuturnya.

    2. bahasa lisan termasuk bahasa primer karena dalam linguistik bahasa primer adalah bahasa yang diucapkan, dilisankan, keluar dari alat ucap manusia. bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik.
    sedangkan bahasa tulisan termasuk bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan. jadi bahasa yang seharusnya diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. karena ilmu linguistik bersifat umum dan cakupannya sangat luas sehingga linguistik dibagi menjadi beberapa subdisiplin agar kita lebih udah untuk memahami ilmu linguistik tersebut.

    4. manfaat fonologi : untuk mengamati ciri-ciri bahasa, proses terjadinya, dan manfaatnya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    morfologi : untuk lebih mudah mempelajari seputar kata dan pembentukan kata.
    sintaksis : untuk lebih mudah mempelajari seputar kata dalam hubungannya dengan kata lain.
    simantik : untuk mempermudah dalam meneliti makna bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan arti suatu kata, serta mempermudah dalam memahami makna kata dan perkembangannya.

  30. Nama : Heny Nazilatul Ma’rifah
    No Absen : 14
    Kelas : 4B

    1. Apakah yang dimaksud dengan linguistik umum dan linguistik khusus?
    jawab; Linguistik umum adalah adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum, sedangkan linguistik khusus adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu.

    2. Karena bahasa lisan merupakan bahasa sehari-hari yang dilisankan yang keluar dari alat ucap manusia sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan.

    3. Mengingat bahwa linguistik yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas maka subdisiplin atau cabang linguistik menjadi sangat banyak.

    4.Fonologi untuk mengetahui bunyi dalam setiap kata atau dalam setiap pengucapan
    Morfologi untuk mengetahui perubahan makna dan kata.
    Sintaksis untuk menyusun kata yang selaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata bisa menjadi sebuah kalimat utuh.
    Semantik untuk mempelajari makna perkata..

  31. 01/4D
    1. disebut apakah peristiwa yang terjadi dalam masyarakat bilingual atau multilingual sebagai akibat adanya kontak bahasa dan juga kontak budaya? Peristiwa itu disebut interferennsi, integrasi, alih kode, dan campur kode.
    2. bahasa lisan merupakan bahasa primer karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan. Sedangkan bahasa tulis merupakan bahasa skunder karena bahasa tulis adalah rekaman dari bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain.
    3. ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin karena fonologi,morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan aspek kebahasaan, dan belajar bahasa menitikberatkan pada penguasaan teori tentang bunyi bahasa, bentuk kata, susunan kata, dan makna kata.
    4. manfaat mempelajari fonologi,morfologi, sintaksis, dan semantik adalah untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran bahasa.

  32. 04/4B

    _Answer_

    1). Mengapa dalam aliran tradisional tata bahasa lisan tidak berkembang?
    Jelaskan!
    Jawaban:
    •Tata bahasa lisan tidak berkembang dalam aliran tradisional karena aliran ini memahami bahasa yang sebenarnya adalah bahasa tulis. Padahal, tulisan hanyalah wujud lain dari bahasa yang sesungguhnya. Teori-teori yang dirumuskan kaum tradisional pun memandang bahasa itu adalah yang tertulis, bukan yang dilisankan atau ujaran. Aliran tradisional mengabaikan data-data dari bahasa lisan walaupun itu merupakan data yang empiris.
    •Tata bahasa lisan dalam aliran tradisional tidak berkembang. Hal ini dikarenakan aliran tradisional menggunakan tata bahasa preskriptif, yaitu tata bahasa yang cenderung menghakimi benar-salah pemakaian bahasa. Mereka mempunyai prinsip “yang benar adalah benar walaupun tidak umum dan yang salah adalah salah walaupun banyak pengikutnya. Selain itu, aliran ini juga menggunakan tata bahasa normatif, yaitu sangat berpegang teguh pada kaidah atau norma. Hal inilah yang membuat aliran tradisional hanya menggunakan kaidah yang sudah ada dan tidak memperhatikan perubahan bahasa yang terjadi dalam suatu masyarakat, padahal bahasa itu bersifat dinamis.

    2). Bahasa sendiri ada dua bentuk, yaitu bahasa lisan (objek linguistik primer) dan bahasa tulis (objek linguistik sekunder) di dalamnya linguistik sendiri objeknya adalah bahasa lisan, tetapi bahasa tulis ikut dipelajari dikarenakan menyangkut juga di dalamnya.
    Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer yakni yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa lisan merupakan bahasa primer karena Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara..
    •Jadi berdasarkan uraian di atas dijelaskan bahwa bahasa lisan adalah suatu komunikasi pada manusia yang sering di ucapkan oleh mulut dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan kata-kata alami dan bunyi bahasa tersebut secara bersama-sama. Dan bahasa tulisan adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak.

    3). Karena objek linguistik merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin yakni fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguistik secara mendalam.
    •Jadi dengan adanya pembagian subdisiplin tersebut supaya lebih mempermudah kita dalam mempelajari dan memahami linguistik yang memiliki cakupan yang sangat luas.

    4). Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab:
    *FONOLOGI (علم الأصوات) untuk mengetahui fungsi sebagai pembeda makna atau tidak serta menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan sehingga mempermudah dalam mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bhs arab.
    *MORFOLOGI (علم الصرف) untuk menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, cara pembentukannya dan meminimalisasi adanya kesalahan dalam berbahasa arab sehingga mempermudah memahami kata-kata yang kompleks dan menemukan item-item leksikal yang baru dalam bhs arab
    *SINTAKSIS (علم النحو) untuk menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran untuk mempermudah memahami kata dalam hubungannya dengan kata lain dalam bahasa arab.
    *SEMANTIK (علم الدلالة) untuk menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual sehingga mempermudah mengetahui makna untuk mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.
    ^^Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  33. 17/4D
    1. apa yang kamu ketahui tentang fonetik dan fonemik?jelaskan!
    jawab: fonetik ialah cabang ilmu linguistik yang meneliti dasar fisik bunyi-bunyi bahasa, tanpa memperhatikan apakah bunyi tersebut berfungsi sebagai pembeda makna. Objek kajian fonetik adalah fon. Fonemik adalah cabang ilmu linguistik yang mengkaji bunyi bahasa sebagai pembeda makna. Objek kajian fonemik adalah fonem.
    Alat-alat ucap yang digunakan untuk menghasilkan bunyi bahasa adalah paru-paru, pangkal tenggorokkan, rongga kerongkongan, langit-langit lunak, langit-langit keras, gusi, gigi, bibir, dan lidah.

    fonemik adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna kata. Untuk menetapkan apakah suatu bunyi berstatus sebagai fonem atau bukan harus dicari pasangan minimalnya.
    Alofon merupakan realisasi sebuah fonem. Alofon dapat dilambangkan dalam wujud tulisan atau transkripsi fonetik yaitu penulisan pengubahan menurut bunyi, dan tandanya adalah […]. Grafem merupakan pelambangan fonem ke dalam transkripsi ortografis, yaitu penulisan fonem-fonem suatu bahasa menurut sistem ejaan yang berlaku pada suatu bahasa, atau penulisan menurut huruf dan ejaan suatu bahasa.
    Fonem dapat dibagi atas vokal dan konsonan. Pembedaan kedua fonem ini didasarkan ada tidaknya hambatan pada alat bicara. Sebuah bunyi disebut vokal apabila tidak ada hambatan pada alat bicara. Sebuah bunyi disebut konsonan apabila dibentuk dengan cara menghambat arus udara pada sebagian alat bicara.
    Fonem yang berwujud bunyi disebut fonem segmental. Fonem dapat pula tidak berwujud bunyi, tetapi merupakan tambahan terhadap bunyi yaitu tekanan, jangka, dan nada yang disebut ciri suprasegmental atau fonem nonsegmental.
    Asimilasi merupakan peristiwa berubahnya sebuah bunyi menjadi bunyi lain sebagai akibat dari bunyi yang ada di lingkungannya. Disimilasi yaitu perubahan dua buah fonem yang sama menjadi fonem yang berlainan. Kontraksi adalah pemendekan bentuk ujaran yang ditandai dengan hilangnya sebuah fonem atau lebih.

    2. karena bahasa lisan (primer) adalah: suatu sistem dari lambang bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat untuk berkomunikasi. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya. tetapi juga memerlukan unsur tata bahasa agar bisa di fahami dan juga sebagai alat media penyampaian waktu dan tempat.

    3. adanya pembagian atas beberapa subdisiplin seperti fonologi,morfologi,sintaksis, dan semantik bertujuan untuk memudahkan agar lebih memahami tentang kajian linguistik, jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin maka akan sulit untuk mempelajari dan mendalami ilmu linguistik.

    4. manfaat fonologi dalam mempelajari bahasa arab:untuk memahami makna dari hasil pengucapan dan untuk mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat.
    manfaat morfologi dalam mempelajari bahasa arab: susunan bagian-bagian kata secara gramatikal mengemukakan bahwa morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata
    manfaat sintaksis dalam mempelajari bahasa arab: untuk mempermudah memahami kata dalam hubungan dengan kata lain, karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata serta cara penyusunannya.
    manfaat semantik dalam mempelajari bahasa arab: mempelajari tentang makna, untuk memahami bahasa dalam kontekssosial, karena ini cenderung mempengaruhi arti, dan untuk memahami jenis bahasa inggris dan efek gaya.

  34. 23/4D
    23/4D
    1. Apa yang dimaksud linguistik sinkronik dan linguistik diakronik?
    Jawab: Linguistik sinkronik adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji bahasa pada masa terbatas. Yakni mendiskripsikan bahasa secara apa adanya pada suatu masa tertentu.
    Linguistik Diakronik adalah subdisiplin linguistik yang mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas, bisa sejak awal kelahiran bahasa itusampai zaman punahnya bahasa tersebut.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: bahasa lisan disebut primer karena dalam kajian linguistik yang merupakan bahasa primer adalah bahasa yang diucapkan oleh alat ucap manusia dan bahasa yang dilisankan inilah yang menjadi objek kajian pertama dalam linguistik, sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bahasa tulisan merupakan rekaman dari bahasa lisan.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: karena dengan pembagian 4 subdisiplin tersebut (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik) kita dapat lebih mudah dalam mempelajari, memahami dan menganalisa apa yang terdapat dalam kajian linguistik.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab: a. manfaat mempelajari fonologi/ علم الأصوات adalah dapat mengidentifikasi ciri-ciri bunyi, proses pelafalannya, dan fungsi kebahasaan. Agar kita dapat memahami makna dari pelafalan bunyi yang benar.
    b. manfaat mempelajari morfologi/ علم الصرف adalah kita dapat mengidentifikasi struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukan kata dalam bahasa Arab.
    c. manfaat mempelajari sintaksis/ علم النحو adalah kita dapat mengidentifikasi satuan kata dalam mempelajari bahasa arab dan mempermudah kita dalam memahami penyusunan kata dalam bahasa Arab.
    d. manfaat mempelajari sematik/ علم الدلالة kita dapat mengidentifikasi makna kata dalam bahasa Arab baik yang leksikal, gramatikal maupun konstektual.

  35. 16/4B
    1). Dalam pendidikan formal ada istilah tata bahasa tradisional (linguistik tradisional)dan tata bahasa struktural (linguistik struktural), apa perbedaan antara keduanya?
    jawab :
    Tata bahasa tradisional (linguistik tradisional) menganalisis bahasa beradasarkan filsafat dan semantik, sedagkan tata bahasa struktural (linguistik struktural) berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu. Dalam merumuskan kata kerja, misalnya, tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadia, sedangkan tata bahasa struktural menyatakan kata kerja adalah kata yang dapat bersubsidi dengan frase “dengan…”.
    2). Dalam linguistik bahasa lisan disebut bahasa primer karena bahasa lisan termasuk bahasa yang langsung diucapkan oleh manusia melalui mulut dan ketika pengucapannya tidak perlu menggunakan tata cara untuk mengucapkannya, hanya mengikuti tinggi rendahnya suara saja. Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa skunder karena bahasa tulisan merupakan rekaman dari bahasa lisan yang ketika kita menuliskannya dituntut untuk menggunakan unsur-unsur bahasa yang baik agar bahasa tulisan tersebut menjadi baik.
    3).Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Karena dengan adanya subdisiplin tersebut kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya sub disiplinlin tersebut, karena keberadaannya sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang,
    4). Dari fonologi kita dapat mempelajari dan mengetahhui littere yaitu bagian terkecil dari suatu bunyi yang dapat diituliskan, Dari morfologi kita dapat mempelajari dan mengetahui suatu kata (dictio) yaitu bagian yang minimum dari sebuah ujaran dan harus diartikan terpisah dalam makna sebagai satu keseluruhan. Dari sintaksis kita dapat mengetahui serta mempelajari tentang hal yang disebut aratio, yaitu tata susun kata yang berlaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata dapat enjadi sebuah kalimat penuh. Dari semantik kita dapat mengetahui makna dari suatu kata.

  36. 26/4A
    Jawaban:

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!

    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?

    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?

    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?

    Jawab:
    1). Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2). Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3). Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4). Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  37. 25/4D
    Jawaban:
    1) Menurut objek kajiannya, linguistik dibagi menjadi dua cabang besar. Sebutkan dan jelaskan!
    Jawab: Menurut objek kajiannya, linguistik dibagi menjadi dua cabang besar, yaitu Linguistik Mikro dan Linguistik Makro. Objek kajian linguistik makro adalah sruktuk internal bahasa itu sendiri, mencakup struktur fonologi, morfologi, sintaksis dan leksikon. Sedangkan objek kajian linguistik makro adalah bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor diluar bahasa seperti faktor sosiologis, psikologis, antropologi, dan neurologi.
    2). Bahasa lisan dikatakan sebagai bahasa primer, karena pada dasarnya hakikat dari bahasa adalah bunyi, yang mana bunyi hanya dapat disampaikan (diucapkan) melalui alat ucap (lisan), dan keberadaan bahasa lisan itu lebih dahulu dari pada bahasa tulisan. Bahasa tulisan hanya ada jika bahasa lisan ada. Oleh sebab itu, maka bahasa lisan dikatakan sebagai bahasa skunder. Dan bahasa lisan hanyalah merupakan rekaman dari bahasa lisan.
    3). linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar dapat mempermudah dalam memahami ilmu linguistik secara lebih mendalam dan terperinci, karena objek yang menjadi cakupan dari linguistik sangatlah luas. Jika linguistik tidak dibagi atas beberapa subdisiplin, maka dalam mempelajarinya akan terasa sulit.
    4). * Manfaat Fonologi dalam mempelajari bahasa arab adalah sebagai landasan atau dasar bagi kita untuk dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak. Dan sebagai dasar bagi kita untuk mengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena seperti yang telah kita ketahui, bahwasannya fonologi mempelajari tentang sistem bunyi dan hal-hal yang menjadi alasan adanya bunyi tersebut. Dalam bahasa arab, fonologi dikenal dengan “علم الأصوات”.
    * Manfaat morfologi dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bahkan menguasai tentang bentuk kata, cara membentuk kata, bagaimana proses perubahan kata serta mengetahui pengaruh terhadap arti kata yang diihasilkan. Untuk mempermudah memahami kata-kata yang rumit dan kompleks. Karena seperti yang telah kita ketahui, morfologi mempelajari tentang struktur kata, apa saja bagian-bagiannya, serta bagaimana cara mebentuknya. Dalam bahasa arab, morfologi dikenal dengan” علم الصرف ” .
    * Manfaat Sintaksis dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubungannya dengan kata yang lain, atau keterkaitan antara satu kata dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang memahami tentang urutan dan organisasi kata ((مُرَكَّب. Sintasis dalam bahasa arab dikenal dengan “علم النحو”.
    * Manfaat semantik dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah kita mengetahui dan memahami makna kata bahkan kalimat, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah suatu ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Dalam bahasa arab semantik dikenal dengan
    “علم الدلالة”.

  38. 8/4B
    1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya.
    Apakah fonetik artikulatoris ?
    • studi yang mempelajari bagaimana bunyi-bunyi bahasa dihasilkan oleh alat ucap manusia

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    • Bahasa lisan menjadi bahasa primer dalam kajian linguistic karena linguistic itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan bukan apa yang di tuliskan.
    bahasa tulis hanyalah rekaman bahasa lisan, sebagai usaha untuk menyimpan bahasanya, sehingga nantinya masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dan jika terjadi kesalahan dalam bahasa lisan bisa langsung di perbaiki tidak seperti bahasa tulis.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    • Pembagian atau percabangan dalam kajian linguistic ini ada karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu linguistic sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Apalagi objek yang menjadi kajian linguistic adalah bahasa, dan bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.
    • Manfaat:
     Fonologi (علم الأصوات ) : agar bunyi kata bahasa Arab yang diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada makhorijul huruf dan tajwid
     Morfologi (م الصرفعل ( : agar bisa menyesuaikan metode bahasa dengan lidah orang Arab dan menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam penerapannya
     Sintaksis ((علم النحو : agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.
     Sintaksis ( الدلالةعلم ( : agar bisa mengetahui makna yang terkandung dalam suatu bahasa.

  39. 18/4D
    1). Salah satu hakikat bahasa yaitu bahasa itu bersifat dinamis. Mengapa bahasa itu dikatakan bersifat dinamis? Jelaskan!
    Bahasa itu bersifat dinamis karena bahasa adalah satu-satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia dan bahasa itu mempunyai keterikatan dan keterkaitan dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa juga menjadi ikut berubah, tidak tetap dan tidak statis.
    2). Karena linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Dan bahasa lisan adalah objek linguistik yang pertama dan merupakan bahasa yang diucapkan yang keluar dari alat ucap manusia. Sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder karena bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan.
    3). Karena objek linguistik adalah bahasa, maka berdasarkan objek kajiannya di lihat dari struktur internal bahasa dalam hubungannya dengan faktor-faktor di luar bahasa, linguistik dibedakan menjadi linguistik makro dan mikro. Sedangkan subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik termasuk dalam linguistik mikro karena mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal suatu bahasa pada umumnya.
    4). Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam mempelajari bahasa arab:
    Fonologi atau dalam bahasa arab disebut علم الأصوات, yaitu dapat membedakan sebuah makna dan dapat mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata atau kalimat dalam bahasa arab.
    Morfologi atau dalam bahasa arab disebut علم الصرف, yaitu dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    Sintaksis atau dalam bahasa arab disebut علم النحو, yaitu dapat mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan dapat mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    Semantik atau dalam bahasa arab disebut علم الدلالة, yaitu dapat mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  40. 06/4B
    1. Sebutkan beberapa ciri atau sifat yang hakiki dari bahasa?
    Sifat atau ciri itu antara lain, adalah (1) bahasa itu adalah sebuah sistem, (2) bahasa itu berwujud lambang, (3) bahasa itu berupa bunyi, (4) bahasa itu bersifat arbitrer, (5) bahasa itu bermakna, (6) bahasa itu bersifat konvensional, (7) bahasa itu bersifat unik, (8) bahasa itu bersifat universal, (9) bahasa itu bersifat produktif, (10) bahasa itu bervariasi, (11) bahasa itu bersifat dinamis, (12) bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial, dan (13) bahasa itu merupakan identitas penuturnya.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan bersifat sekunder, Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu, (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Dengan adanya 4 subdisiplin (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic) itu maka akan mempermudah kita dalam memahami suatu bahasa karena bahasa tersebut sudah tersusun menurut pola dan tidak tersusun secara acak maupun sembarangan. 4 subdisiplin (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic) ini merupakan beberapa unsur (aturan atau pola tertentu ) yang berperan penting dalam bahasa, dan secara keseluruhan akan membentuk satu system dan jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tersebut maka subdisiplin tersebut tidak dapat berfungsi
    4. Manfaatnya :
    1. Manfaat fonologi dalam Fonologi atau di dalam bahasa arab علم الأصوات menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan,(manfaatnya agar kita dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak, mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata atau kalmiat, ).
    2.
    Morfologi atau di dalam bahasa arab علم الصرف menyelidiki struktur kata serta cara pembentukannya,(manfaatnya untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah kita dalam memahami kata dalam kalimat).
    3.
    Sintaksis atau di dalam bahasa arab علم النحو menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.(manfaatnya agar kita dapat mengetahui pembentukan struktur kalimat, mengetahui kedudukan kata karena banyaknya sesuatu (‘amil) yang masuk, dalam bahasa arab ilmu sintaksis disebut sebagai ilmu nahwu, dan ilmu nahwu ini merupakan bapak dari bahasa arab).
    4.
    Semantik atau di dalam bahasa arab علم الدلالة menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual, (manfaatnya mempermudah kita dalam memahami makna kata dalam kalimat )

  41. Nama: Hanim Machrurin
    Absen: 12
    Kelas: 4b

    1. Soal: Salah satu ciri bahasa adalah sebagai sistem. Sebagai sebuah sistem, bahasa mempunyai sifat sistematis dan sistemis. Jelaskan!
    Jawab: bahasa bersifat sistematis artinya bahasa tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak, secara sembarangan sedangkan bahasa bersifat sistemis artinya bahasa bukan merupakan sistem tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-subsistem, atau sistem bawahan.

    2. Karena bahasa lisan adalah bahasa pokok yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia sedangkan bahasa tertulis hanyalah rekaman atau penjelas dari bahasa lisan.

    3. Karena objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas maka ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin agar mudah dipelajari dan dipahami.

    4. manfaatnya :
    fonologi : digunakan untuk mempelajari perbendaharaan fonem sebuah bahasa dan distribusinya .
    morfologi : digunakan untuk mempelajari mengenai pembentukan kata.
    sintaksis : digunakan untuk mempelajari prinsip dan peraturan untuk membuat kalimat dalam bahasa alami .
    semantik : mempelajari hubungan antara tanda-tanda linguistik atau tanda-tanda lingual dengan hal-hal yang ditandainya (makna).

  42. 17/4A
    1.Pertanyan ::Berikan penjelasan mengenai tafsir ganda !
    Jawab :: Dalam pengetahuan sintaksis tidak hanya menetapakan rangkaian mana yang gramatikal dan mana yang tidak gramatikal, tetapi juga menjelaskan tafsir ganda atau ketaksaan. Dalam bahasa Indonesia, fenomena seperti ini biasa disebut dengan kalimat “Ambigu”. Yaitu kalimat yang memiliki dua makna atau dua arti.
    Misalnya pada kata “bisa”
    Kata bisa disini dapat diartikan sebagai bisa = dapat, atau juga bisa = racun (bisa ular).
    Seperti juga halnya dalam bahasa Arab, pada kalimat ”أخذ” yang bisa berarti “mengambil” atau “memulai”.
    2.Dalam linguistik, bahasa lisan disebut bahasa primer, hal ini disebabkan karena bahasa diucapkan/ dituturkan langsung oleh alat ucap manusia dan digunakan dalam percakapan sehari-hari. Sedangkan bahasa tulisan merupakan cerminan atau ungkapan dari bahasa lisan yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan dan ditulis dengan huruf-huruf atau tanda-tanda lain menurut system tata bahasa. Itu sebabnya sehingga bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder.
    3.Karena dalam sub disiplin tersebut memiliki peranannya masing2 dalam penataan atau susunan kalimat. Sedangkan objek linguistic sendiri terdiri dari subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantic. Selain itu, pembagian ini juga lebih mempermudah kita dalam mempelajari dan memahami linguistic yang memiliki cakupan yang tak terbatas.
    4.Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic dalam mempelajari bahasa Arab yaitu Agar kita dapat belajar dan mengetahui bagaimana cara kita menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar.

  43. 1. Jelaskan tentang definisi linguistik ?
    Jawab :
    a. Kata linguistik (linguistics-Inggris) berasal dari bahasa Latin “lingua” yang bererti bahasa. Dalam bahasa Perancis “langage-langue” ; Italia “lingua”; Spanyol “lengua”dan Inggeris “language”. Akhiran “ics” dalam linguistics berfungsi untuk menunjukkan nama sebuah ilmu, yang bererti ilmu tentang bahasa, sebagai mana istilah economics, physics dan lain-lain
    b. Linguistik ialah suatu sains yang mengkaji bahasa (Abdullah Hassan, 1984: 2).
    c. Linguistik ialah pengkajian sains mengenai bahasa kerana linguistik memenuhi syarat yang diperlukan seperti pengkajians ains yang lain.
    d. Linguistik dikatakan saintifik kerana kaedah yang digunakan empirikal berdasarkan sesuatu yang dilihat, dirasa, didengar.
    2. Karena bahasa lisan (primer) merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa tulisan (sekunder) merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. Karena, agar mengerti dalam mempelajari sebuah bahasa yang lebih mudah di fahami dan dipelajari struktural bahasanya.
    4. Manfaat fonologi dalam mempelajari bahasa arab Yakni mengacu pada sistem bunyi bahasa. Dalam pengucapan seseorang maupun intonasi gaya bahasanya.
    Manfaat Morfologi dalam mempelajari bahasa arab yakni lebih banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata itu sendiri.
    Manfaat Sintaksis dalam mempelajari bahasa arab yakni Analisis sintaksis mengacu pada analisis frasa dan kalimat. Salah satu kemaknawiannya adalah perannya dalam perumusan peraturan perundang-undangan. Beberapa teori analisis sintaksis dapat menunjukkan apakah suatu kalimat atau frasa dalam suatu peraturan perundang-undangan bersifat ambigu (bermakna ganda) atau tidak. Jika bermakna ganda, tentunya perlu ada penyesuaian tertentu sehingga peraturan perundang-undangan tersebut tidak disalahartikan baik secara sengaja maupun tidak sengaja.
    Manfaat Semantik dalam mempelajari bahasa arab yakni Kajian semantik membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat. Ataupun juga untuk menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual sehingga mempermudah mengetahui makna untuk mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  44. 21/4D
    1. Mengapa ilmu linguistik sering disebut ilmu nomotetik? karena ilmu linguistik itu ilmu yang empiris yang selalu mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang sedang ditelitinya jadi ilmu linguistik ini tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan, akan tetapi selalu menyempurnakan kesimpulan berdasarkan data yang empiris.
    2. Bahasa lisan termasuk primer karena bahasa primer adalah bahasa ucapan/ yang diucapkan dan bahasa yang dilisankan inilah yang menjadi sebuah objek linguistik. sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder karena bahasa tulis itu hanya alat cerna kita untuk mendengar suatu bunyi atau sering dibilang hanya rekaman bahasa lisan saja. contohnya di negara- negara dalam populasi desa yang masih banyak dari mereka tidak mengenal bahasan tulisan atau buta huruf.
    3. Karena objek linguistik itu sangat luas dan juga objek linguistik merupakan fenomena yang tidak lepas dari segala kegiatan manusia bermasyarakat jadi cabang linguistik pun sangat banyak atau menjadi sangat luas juga dikarenakan perkembangan dunia ilmu yang semakin tinggi.
    4. -manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah supaya kita bisa dengan mudah memahami dan menata suatu bunyi bahasa yang dapat membedakan arti dalam bahasa lisan ataupun tulis yang digunakan oleh manusia.
    -manfaat mempelajari morfolog dalam bahasa arabi adalah supaya dapat memahami tentang perubahan- perubahab kata terhadap golongan dan arti kata. seperti dalam ilmu nahwu yang mempelajari “kalimat” dalam bahasa arab. Ilmu shorof yang menjelaskan tentang “kata” dalam bahasa arab dan ilmu aswat yang mempelajari tentang ilmu dasar dalam sebuah bahasa yaitu bunyi.
    -manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab adalah supaya kita dapat memahami letak/ posisi kata dalam kalimat dan relasi antarkata dalam kalimat. Dalam bahasa arab, sintaksis dinamakan ilmu nahwu.
    -manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab adalah supaya kita dapat memahami makna yakni makna yang terkandung dalam lafal kata yang meliputi makna itu sendiri, dengan kata lain semantik adalah ilmu yang mempelajari sistem tanda dalam bahasa.

  45. 8/4D
    Jawaban:
    1. Apa yang dimaksud linguistic umum dan linguistic khusus?
    >Linguistik umum adalah linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum. Pernyataan-pernyataan teorites yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya, bukan bahasa tertentu.
    >linguistik khusus berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu. Kajian khusus ini bisa juga dilakukan terhadap satu rumpun atau subrumpun bahasa.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Bahasa lisan dikatakan sebagai bahasa primer Karena bahasa lisan adalah bahasa yang diucapkan oleh alat ucap manusia. Dan keberadaan bahasa lisan itu lebih dulu dari bahasa tulisan.
    Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bahasa tulisan merupakan rekaman dari bahasa lisan.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Karena dengan adanya pembagian subdisiplin tersebut akan mempermudah kita dalam mempelajari dan memahami juga menganalisa linguistik yang memiliki cakupan yang luas.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab agar kita mengetahui fungsi sebagai pembeda makna dalam bahasa dan mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat.
    Manfaat morfologi dalam bahasa arab agar kita mengetahui setruktur kata dan bagian-bagiannya serta pembentukannya untuk mempermudah memahami kata.
    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa agar kita dapat mengidentifikasi satuan kata dalam mempelajari bahasa arab dan mempermudah kita dalam memahami penyusunan kata dalam bahasa Arab.

    Manfaat mempelajari semantic dalam bahasa arab agar kita bisa memahami makna dengan baik dan mengetahui asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  46. Muhayyinatus Sholihah
    absen : 30
    kelas 4b

    1. apa yang dimaksud dengan dialektologi? jelaskan !
    jawab : dialektologi adalah kajian tentang variasi bahasa. kajian ini mempelajari berbagai dialek dalam suatu bahasa yang tersebar diwilayah. tujuan dialektologi untuk mencari hubungan kekeluargaan diantara dialek-dialek lainnya. dan juga bertujuan untuk menentukan sejarah perubahan bunyi atau bentuk kata, beserta maknanya, dari masa ke masa dan dari satu tempat ke tempat lain. Titik berta kajian ini terletak pada kata. setelah ditemukan sejumlah kata yang mempunyai berbagai bentuk (lafal) pada sejumlah dialek diberbagai tempat, dialektologi membuat semacam peta, yakni peta dialek. di dalam peta itu tertera garis-garis yang menghubungkan tempat satu ke tempat yang lain. garis itu, yang disebut isologis, menandakan pada tempat yang dihubungkan oleh garis-garis yg terdpat persamaan lafal, ex : kata “apa” ada ada tiga lafal yakni ” apa” “ape” apo”.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan dengan lisan yang keluar dari lidah manusia. Bahasa yang menggunakan lisan kemudian menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan itu bersifat sekunder, Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu,
    3. Adanya 4 subdisiplin akan mempermudah kita dalam memahami suatu bahasa karena bahasa tersebut sudah tersusun menurut pola dan tidak tersusun secara acak maupun sembarangan. 4 subdisiplin (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic) ini merupakan beberapa unsur (aturan atau pola tertentu ) yang berperan penting dalam bahasa, dan secara keseluruhan akan membentuk satu system dan jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tersebut.
    4. # Fonologi atau dalam bahasa arab disebut علم الأصوات, manfaatnya untuk membedakan sebuah makna dan untuk mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata atau kalimat dalam bahasa arab.
    # Morfologi atau dalam bahasa arab disebut علم الصرف, manfaatnya untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    # Sintaksis atau dalam bahasa arab disebut علم النحو, manfaatnya untuk mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan untuk mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    # Semantik atau dalam bahasa arab disebut علم الدلالة, manfaatnya untuk mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  47. 1/b
    1.Mengapa orang sering mempertentangkan linguistik tradisional dengan linguistik struktural?

    karena kedua linguistik mengandung aliran tersendiri. dan masing2 memiliki pendukung tersendiri makanya sering dipertentangkan
    Linguistik Tradisional
    Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian.
    Dalam pertentangan fisis, bahasa itu terbentuk berdasarkan hubungan asal-usul,sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti diluar manusia itu sendiri. Sedangkan berdasarkan nomos bahasa bersifat konvensi yang diperoleh berdasarkan hasil-hasil tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai kemungkinan untuk berubah.
    Dalam pertentangan analogi dan anomali, menyangkut masalah bahasa itu sesuatu yang teratur dan tidak teratur. contoh keteraturan bahasa itu tampak pada pembentukan jamak pada bahasa inggris : Boy—Boys, Girl—Girls, dan Book—Books. Sedangkan contoh ketidakteraturan bahasa itu tampak pada bentuk jamak bahasa inggris Child menjadi Children, bukannya Childs; atau bentuk past tense bahasa inggris dari write menjadi wrote, bukannya writed.
    Dengan seiring berjalannya waktu teori-teori tata bahasa tersebut mengalami perubahan dan re-generasi. Kaum–kaum yang berpengaruh besar dengan perubahan bahasa tersebut, kaum Sophis, Plato(429-347 SM), Aristoteles(384-322 SM), kaum Stoik, dan kaum Alexandrian.
    Jadi kesimpulannya linguistik tradisional selalu menerapkan pola-pola tata bahasa Yunani dan Latin dalam mendeskripsikan suatu bahasa.
    2.Karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan bersifat sekunder, Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu,Sedangkan bahasa tulisan merupakan cerminan atau ungkapan dari bahasa lisan yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan dan ditulis dengan huruf-huruf atau tanda-tanda lain menurut system tata bahasa. Itu sebabnya sehingga bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder.
    3..Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Karena dengan adanya subdisiplin tersebut kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya sub disiplinlin tersebut, karena keberadaannya sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang,
    4. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    Morfologi atau dalam bahasa arab disebut علم الصرف, yaitu dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    Sintaksis atau dalam bahasa arab disebut علم النحو, yaitu dapat mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan dapat mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    Semantik atau dalam bahasa arab disebut علم الدلالة, yaitu dapat mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  48. 17/4C
    1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya?
    Jawab: apa yang dipelajari oleh fonetik altikulatoris , fonetik akustik dan fonetik auditoris? Fonetik altikulatoris disebut juga fonetik organis atau fonetik fisiologis yaitu mempelajari bagaimana mekanisme alat-alat bicara manusia bekerja dalam menghasilkan bunyi bahasa serta bagaimana bunyi-bunyi itu diklasifikasikan. Fonetik akustik mempelajari bunyi bahasa sebagai peristiwa fisis atau fenomena alam. Bunyi- bunyi diselidiki frekuensi getarannya, amplitudonya, intensitasnya dan timbrenya. Sedangkan fonetik auditoris mempelajari bagaimana mekanisme penerimaan bunyi bahasa itu oleh telinga kita.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab : bahasa lisan disebut primer karena bahasa yang diucapkan , yang dilisankan dan yang dikeluarkan dari alat ucap manusia. Sedangkan bahasa tulisan disebut sekunder karena bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan. jadi bahasa yang seharusnya diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab : Karena luasnya objek kajian linguistik yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, dan saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa sehingga dengan adanya fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dapat mempermudah kita mempelajari linguistik karena dalam linguistik memiliki kajian yang sangat luas.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab : fonologi bermanfaat sebagai pembeda makna, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa arab ilmu fonologi adalah ilmu aswat.
    Morfologi bermanfaat untuk menyelidiki struktur kata, perubahan bentuk kata cara membentuk kata dengan cara menambah ata mengurangi kata , dalam bahasa arab biasanya adalah ilmu shorof.
    Sintaksis bermanfaat untuk mengetahui kedudukan suatu kata dan cara menyunsun menjadi kalimat yang baik dan benar. Dalam bahasa arab biasanya adalah ilmu nahwu.
    Simantik bermanfaat untuk mencari asal kata dan arti suatu kata dalam bahasa arab baik secara leksikal, gramatikal ataupun kontekstual.biasanya dalam bahasa arab adalah ilmu dalalah.

  49. 14/ 4D
    1. Bahasa sering disebut dengan bahasa dinamis, mengapa bahasa disebut dengan bahasa dinamis?
    Karena, Bahasa adalah satu- satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat, kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap dan tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
    2. * bahasa lisan disebut dengan bahasa primer, karena bahasa lisan merupakan bahasa yang igunakan sehari-hari oleh manusia dan bahasa lisan bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa lisan lebih ekspresif.
    • Bahasa tulisan dikatakan sekunder karena tulisan adalah cara kedua manusia dalam berkomunikasi, bahasa tulis juga bisa diartikan sebagai bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsure dasarnya.

    3. Setiap ilmu biasanya dibagi menjadi cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah lain. Demikian pula dengan linguistik, karena mengingat objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, maka subdisiplin linguistik juga sangat banyak.
    4. manfaat belajar subdisiplin linguistic dalam bahasa arab
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji masalah tanda dalam bahasa saja.

  50. 16/ 4D
    1. Bahasa sering disebut dengan bahasa dinamis, mengapa bahasa disebut dengan bahasa dinamis?
    Karena, Bahasa adalah satu- satunya milik manusia yang tidak pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak manusia sepanjang keberadaan manusia itu sebagai makhluk yang berbudaya dan bermasyarakat. Karena keterikatan dan keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupannya di dalam masyarakat, kegiatan manusia itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga menjadi ikut berubah, menjadi tidak tetap dan tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
    2. * bahasa lisan disebut dengan bahasa primer, karena bahasa lisan merupakan bahasa yang igunakan sehari-hari oleh manusia dan bahasa lisan bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa lisan lebih ekspresif.
    • Bahasa tulisan dikatakan sekunder karena tulisan adalah cara kedua manusia dalam berkomunikasi, bahasa tulis juga bisa diartikan sebagai bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsure dasarnya.

    3. Setiap ilmu biasanya dibagi menjadi cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah lain. Demikian pula dengan linguistik, karena mengingat objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, maka subdisiplin linguistik juga sangat banyak.
    4. manfaat belajar subdisiplin linguistic dalam bahasa arab
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji masalah tanda dalam bahasa saja.

  51. 03/4B
    1. Soal: Apa tujuan dan manfaat dari linguistik Sinkronik dan Linguistik Diakronik ?
    Jawab: Tujuannya yaitu sebagai wadah pengkajian bahasa agar lebih fokus dan terarah. Sebab yang dikaji dalam kedua linguistik ini tidak terbatas hanya pada Bahasa Indonesia saja, namun bahasa di seluruh dunia. Selain tujuan umum di atas, tujuan lain yang lebih spesifik adalah berbeda antara Linguistik Sinkronik dan Linguistik Diakronik.
    manfaat, mendapat pengetahuan mengenai pengertian dan perbedaan dari kedua linguistik tersebut dan mengetahui tentang sejarah bahasa dan struktur bahasa, dengan bagitu pemahaman mengenai keberagaman, srtuktur serta cirri khas bahasa juga keterkaitan bahasa-bahasa di dunia yang sangat menarik akan didapatkan.

    2. Pada ilmu linguistik bahasa lisan adalah primer karena bahasa lisan adalah alat ucap manusia sehari-hari dalam berkomukasi, dengan tinggi dan rendahnya suara. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang membuat kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, dalam bentuk ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide, dan diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain.

    3. Karena kalau tidak di bagi-bagi akan merasa sulit untuk di fahamin, sedangkan kalau dibagi sub-sub yang ada 4 (fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik) itu kita akan merasa mudah untuk memahaminya dan ilmu itu sanagat luas penjabarannya, tidak satu huruf ataau kamlimat saja, tapi beberapa kalimat dan huruf.

    4. Manfaat mempelajari fonologi, mortafologi,sintaksis dan semantik dalam bahasa Arab:
    # fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengidenfikasikan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut ( علم الصوات).
    # Morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa, mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu,dan mampu membuat kata tertentu sesuai maknanya (علم الصرف).
    # Sintaksis dalam bahasa Arab : agar bisa mengetahuai makana yang terkandung dalam suatu bahasa, serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan (علم النحو ).
    # Semantik dalam bahasa Arab : agar bisa memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan (علم الدلا لة)

  52. 19/4C
    1. Ceritakan tahap – tahap perkembangan disiplin linguistik yang pernah terjadi sejak tahap spekulatif sampai tahap terakhir! Jelaskan tahap- tahap itu!

    Jawaban: pada dasarnya setiap ilmu, termasuk juga ilmu linguistik, telah mengalami tiga tahap perkembangan sebagai berikut: Tahapan pertama, yakni tahap spekulasi, dalam tahap ini pembicaraan mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif, artinya kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti – bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur – prosedur tertentu. Tindakan spekulatif ini kita lihat, misalnya, dalam bidang geografi dulu orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. Kalau ditanya apa buktinya atau bagaimana cara membuktikannya, tentu tidak dapat dijawab, atau kalaupun di jawab akan secara spekulatif pula.
    Tahapan kedua, adalah tahap observasi dan klasifikasi, pada tahap ini para ahli bidang bahasa baru mengumpulkan dan mengolong – golongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa member teori atau kesimpulan apapun.
    Tahapan ketiga adalah tahap adanya perumusan teori, pada tahap ini setiap disiplin ilmu berusaha memahami masalah – masalah dasar dan mengajukan pertanyaan – pertanyaan mengenai masalah – masalah itu berdasarkan data empiris yang dikumpulkan. Kemudian dalam disiplin itu dirumuskan hipotesis atau hipotesis- hipotesis yang berusaha menjawab pertanyaan- pertanyaan itu, dan menyusun tes untuk menguji hipotesis-hipotesis terhadap fakta-fakta yang ada.
    2. bahasa lisan disebut primer karena yang diucapkan , yang dilisankan dan yang dikeluarkan dari alat ucap manusia. bahasa tulisan disebut skunder karena bahasa tulisan merupakan rekaman dari bahasa lisan yang ketika kita menuliskannya dituntut untuk menggunakan unsur-unsur bahasa yang baik agar bahasa tulisan tersebut menjadi baik.

    3. Karena di bidang ilmu Linguistik makro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur bahasa pada umumnya. Sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro ada subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Ada juga yang menggabungkan morfologi dan sintaksis menjadi morfosintaksis; dan menggabungkan semantik dan leksikologi menjadi leksikosemantik. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. Sedangkan linguistik makro, yang menyelidiki bahasa dalam kaitannya dengan faktor-faktor diluar bahasa, maka subdisiplin linguistik makro itu pun menjadi sangat banyak. Dalam berbagai buku teks biasannya kita kita dapati subdisiplin seperti sosiolinguistik, psikolinguistik, antropolinguistik, etnolinguistik, stilistika, filologi, dialoktologi, filsafat bahasa dan neurolinguistik. Semua subdisiplin itu bisa bersifat teorites maupun bersifat terapan.

    4. Manfaat mempelajari fonologi : untuk membedakan dan mengidentifikasikata-kata tertentu. Sehingga menghasilkan bunyi. Dalam bahasa arab adalah ilmu aswat.

    Manfaat mempelajari morfologi : untuk mengetahui seluk beluk bentuk kata, perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk terhadap arti . dalam bahasa arab biasanya adalah ilmu shorof.
    Manfaat mempelajari ilmu sintaksis: untuk untuk memahami kedudukan suatu kata, cara menyusun dan membentuk kalimat dengan baik. Biasanya dalam bahasa arab adalah ilmu nahwu.
    Manfaat mempelajari ilmu simantik : untuk mencari arti suatu kata dan mencari adal mula suatu kata yang bersifat leksikal, gramatikal ataupun kontekstual. Dalam bahasa arab adalah ilmu dalalah.

  53. 06/4C
    Jawaban:
    1. Apa perbedaan filologi dan dialektologi?
    Jawab: Filologi adalah subdisiplin linguistik yang mempelajari bahasa, kebudayaan, pranata, dan sejarah suatu bangsa sebagaimana terdapat dalam bahan-bahan tertulis, Filologi merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik, sejarah, dan kebudayaan. Filsafat bahasa merupakan subdisiplin linguistik yang mempelajari kodrat hakiki dan kedudukan bahasa sebagai kebudayaan manusia.
    Sedangkan dialektologi adalah Dialektologi adalah subdisiplin linguitik yang mempelajari batas-batas dialek dan bahasa dalam suatu wilayah tertentu. Dialektologi ini merupakan ilmu interdisipliner antara linguistik dan geografi.
    2. Karena bahasa lisan (primer) merupakan bahasa yang di ucapakan sehari-hari yang keluar dari mulut dengan alat ucap manusia, sedangkan bahasa tulisan (skunder) hanyalah rekaman dari lisan yang di ucapkan oleh manusia dengan cara di rekam.
    3. Untuk mengingat bahwa obyek linguistik itu bahasa yang merupakan fenomena yang tidak bisa di lepaskan dari segala kegiatan bermasyarakat, sedangkan kegiatan itulah sangat luas atau melebar, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu menjadi sangat banyak.
    4. Manfaat untuk mempelajari fonologi yakni untuk menyelidiki cirri-ciri bunyi bahasa atau perkataan yang di ucapkan, cara terjadi dan fungsinya bunyi dan perkataan dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    Dan morfologi yakni menyelidiki struktur kata, bagian, dan cara pembentukannya.
    Sintaksis yakni menyelidiki satuan-satuan lain di atas kata hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi suatu ujaran, seperti menyusun kata yang sejajar dan menunjukkun kata itu dapat mmenjadi kalimat utuh.
    Sedangkan semantik yakni menyelidiki makna bahasa yang baik yang bersifat leksikal gramatikal, ataupun kontekstual.

  54. 09/ 4C
    Jawab:
    1. Apa maksut dan sifat dari sinkronik dan diakronik dalam ilmu linguistik?
    Jawab:
    Yang di maksut dengan sinkronik adalah mempelajari bahasa dengan berbagai aspeknya pada masa waktu tertentu atau waktu yang terbatas ( mengkaji bahasa secara terbatas).
    study sinkronik bersifat deskriptif. karena linguistik hanya mencoba memberikan keadaan bahasa itu menurut apa adanya pada kurun waktu yang terbatas.
    Sedangkan diakronik adalah mempelajari bahasa dengan berbagai aspek dan perkembanganya dari waktu ke waktu sepanjang kehidupan bahasa itu (mengkaji bahasa pada masa yang tidak terbatas). Diakronik bersifat historis dan komparatif.
    2. Karena bahasa adalah bunyi ujaran dan bahasa lisan merupakan bahasa sehari-hari yang di lisankan, yang keluar dari alat ucap manusia sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman atau perantara dari bahasa lisan tersebut, bahasa lisan lebih dahulu ada di banding bahasa tulis.
    3. Karena bahasa merupakan fenomena yang tidak bisa di lepaskan dari segala aktifitas atau kegiatan manusia dalam bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, dan subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis,semantika itu merupakan study linguistik mikro yang merupakan study dasar linguistik sebab yang di pelajari adalah struktur internal bahasa itu,sehingga subdisiplin atau cabang linguistik itu menjadi sangat banyak.
    4. Manfaat mempelajari fonologi: untuk mengetahui bunyi dalam setiap kata atau dalam pengucapanya.
    Manfaat mempelajari morfologi: untuk mengetahui perubahan kata dan makna.
    Manfaat mempelajari sintaksis: untuk menyusun kata yang selaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata dapat menjadi sebuah kalimat utuh.
    Manfaat mempelajari semantik: untuk mempelajari makna per kata atau setiap kata.

  55. 1.Mengapa bahasa disebut manusiawi?
    Karena bahasa hanya milik manusia, hewan tida mempunyai bahasa seperti halnya manusia, hewan yang bisa berbicara ataupun mengerti perintah manusia itu dikarenakan hewan tersebut dilatih secara terus menerus dan karena terbiasa. Contoh : Beo dan Anjing.

    2.Yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena tulisan hanyalah rekaman dari bahassa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3.Untuk mengkonsentrasikan kajian linguistic, karena linguistic sangat luas maka perlu dibagi menjadi subdisiplin ilmu linguistic.
    4.Manfaat fonologi /علم الأصوات dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    Manfaat morfologi/علم الصرف dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat sintaksis/علم النحو dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu kata dengan lainnya.
    manfaat semantic/ علم الدلالة dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  56. 21/4A
    1.Mengapa bahasa disebut manusiawi?
    Karena bahasa hanya milik manusia, hewan tida mempunyai bahasa seperti halnya manusia, hewan yang bisa berbicara ataupun mengerti perintah manusia itu dikarenakan hewan tersebut dilatih secara terus menerus dan karena terbiasa. Contoh : Beo dan Anjing.

    2.Yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena tulisan hanyalah rekaman dari bahassa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3.Untuk mengkonsentrasikan kajian linguistic, karena linguistic sangat luas maka perlu dibagi menjadi subdisiplin ilmu linguistic.
    4.Manfaat fonologi /علم الأصوات dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    Manfaat morfologi/علم الصرف dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat sintaksis/علم النحو dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu kata dengan lainnya.
    manfaat semantic/ علم الدلالة dalam mempelajari bahasa arab adalah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  57. 24/4C
    1). Berdasarkan objek kajianya, bahasa dibedakan adanya Linguistik umum dan Linguistik khusus.
    jelaskan apa yang dimaksud Linguistik umum dan Linguistik khusus!
    jawab: Linguistik umum adalah Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah_kaidah bahasa secara umum, pernyataan_pernyataan teorites yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya.
    sedangkan Linguistik khusus adalah berusaha mengkaji kaidah_kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu, seperti bahasa inggris, indonesia dan bahasa jawa.
    2). Dalam Linguistik mengapa bahasa lisan adalah PRIMER, sedangkan bahasa tulisan adalah SEKUNDER?
    jawab: dalam Linguistik hakekat bahasa adalah bunyi. yang disebut primer dalam linguistik adalah yang di ucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia.
    sedangkan bahasa tulisan dikatakan sekunder sebenarnya hanyalah rekaman dari bahasa lisan. sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya yang bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3). objek linguistik”bahasa” merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangatlah luas, ilmu Linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.
    karena berdasarkan objek kajianya tentang struktur internal bahasa, Linguistik mikro mengarahkan kajianya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.
    4). manfa’at fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab sebagai berikut:
    _manfa’at mempelajari fonologi dalam bahasa arab yaitu untuk mengetahui fungsi sebagai pembeda makna atau mempermudah dalam mempelajari, menganalisis dan membicarakan runtunana bunyi_bunyi dalam bahasa arab.
    _ manfa’at morfologi yaitu untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa arab atau mempermudah memahami kata_kata yang kompleks dan menemukan kata_kata yang baru.
    _manfa’at sintaksis yaitu untuk mempermudah memahami makna kalimat dan hubunganya dengan kalimat laian dalam bahasa arab.
    _manfa’at semantik yaitu mempermudah untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab, termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom/ungkapan.

  58. 32/4D (SITI ROAINA)

    1. mengapa banyak pakar yang membuat bahasa dengan menonjolkan fungsi dari pada bahas itu?jelaskan?
    jawaban: karena bahasa itu fenomena sosial yang banyak seginya. Sedangkan segi fungsinya tampaknya merupakan segi yang paling menonjol di atntara segi-segi lainnya. Maka dari itu tidak mengherakan jika banyak pakar membuat definisi tentang bahasa dengan menonjolkan segi fungsinya.
    2. Karena hakikat bahasa adalah bunyi atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai saat ini banyak sekali bahasa di dunia ini termasuk bahasa di Indonesia yang hanya mempunyai bahasa lisan tidak mempunyai bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara. Dan bahasa tulusan sebenarnya hanyalah”rekaman” dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan dalam bahsa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara. Bahasa Indonesia misalnya, dulu hanyalah bahasa lisan, kemudian dengan datangnya agama islam(dengan tulisan arab), maka bahasa Indonesia bias menjadi bahasa tulisan dengan aksara arab itu.
    3. Karena sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro(study dasar linguistik atau internal bahasa) ada subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis , dan semantik. Dan masing-masing mempunyai fungsi, yaitu fonologi menyelidiki cirri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya dan fugsinya dalam sistem kebahasan secara kesluruhan, sedangkan morfologi menyelidiki setruktur kata, bagian-bagiannya serta pembetukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Dan semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal maupun kontekstual.
    4. Manfaat mempelajari fonologi kita dapat mengupas keindahan dan mengambil nilai-nilai sastra dalam sebuah teks arab. Sedangkan mnfaat morfologi dapat menghindari kesalahan pengucapan dan dapat memperatajam dalam analisa kata. manfaat sintaksis adalah dapat menganalisa kedudukan sebuah kata, apakah dia mnjadi fail atau maf’ul dsb. Dan manfaat semantik adalah dapat mengetahui kekayaan maknanya ketika lafad itu berdiri sendiri atau bersamaan dengan kalimat lain dan bahkan ktika menjadi simbol.

  59. 29/4B
    1. sebagai sebuah sistem, bahasa bersifat sistematis dan sistemis . apa yang dimaksud dengan sistematis dan sistemis ?
    jawaban : sistematis adalah bahasa itu tersusun menurut satu pola, tidak secara acak. sedangkan sistemis adalah bahasa itu merupakan sistem tunggal tapi terdiri juga dari sub-subsistem atau sistem bawahan.
    2. Pada ilmu linguistik bahasa lisan adalah primer karena bahasa lisan adalah alat ucap manusia sehari-hari dalam berkomunikasi, dengan tinggi dan rendahnya suara. sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman atau perantara dari bahasa lisan tersebut, bahasa lisan lebih dahulu ada di banding bahasa tulis.
    3. karena linguistik itu merupakan pembahasan yang sangat luas atau lebar, maka dibuatlah subdisiplin supaya kita bisa terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. Manfaat mempelajari fonologi: untuk mengetahui bunyi dalam setiap kata atau dalam pengucapanya.
    Manfaat mempelajari morfologi: untuk mengetahui perubahan kata dan makna.
    Manfaat mempelajari sintaksis: untuk menyusun kata yang selaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata dapat menjadi sebuah kalimat utuh.
    Manfaat mempelajari semantik: untuk mempelajari makna per kata atau setiap kata.

  60. 11/B
    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    -Tahap pertama yaitu tahap spekulasi, dalam tahap ini membicarakan tentang bagaimana cara mengambil kesimpulan yang dilakukan dengan sikap spekulatif, kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu. misalnya dalam bidang geografi, bahwa banyak orang berpendapat bahwa bumi ini berbentuk datar seperti meja. padahal tidak.

    2.Karena bahasa lisan/primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
    sedangkan bahasa tulisan termasuk bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan. jadi bahasa yang seharusnya diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Objek linguistik “bahasa” merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangatlah luas. ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik karena berdasarkan objek kajiannya, tentang struktur internal bahasa. Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.

    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab adalah Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  61. 09/4a
    1. Apakah bahasa itu terbentuk dengan sendirinya(alami) atau diciptakan?
    jawab: Jika dikatakan murni adalah sebenarnya manusia diberi oleh Allah SWT kemampuan untuk berbahasa seperti yang diberikan kepada manusia pertama yakni nabi Adam As yang diberi hidayah untuk berbahasa.
    Bahasa jika dikatakan dibentuk itu memang benar karna bahasa itu pasti tidak jauh dari aktifitas,,seperti perubahan kata dari zaman plato sampai zaman sekarang..bahasa juga butuh kesepakatan dari masyarakat bahasa seperti kesepakatan menamakan benda,jalan dan lain-lain. bahasa saat ini mungkin sudah termasuk bahasa yang sudah sempurna karna perkembangan zaman juga semakin maju.
    2.karna bahasa lisan adalah bahasa pertama yang dipelajari oleh manusia,,seperti yang dilakukan ibu kpd anaknya ketika masih bayi pasti diajari bicara dari pada menulis…bahasa tulisan adalah rekaman bahasa lisan,sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam waktu yang berbeda.
    3. Karena objek linguistik adalah bahasa . dan unsur terkecil dari sebuah bahasa sampai terbentuknya kalimat yang bermakna diajarkan lewat 4 subdisiplin…yaitu fonologi (mempelajari fonemik, bunyi dalam bahasa, bagaimana cara pengucapannya,apakah ada vokal dsb), morfologi (mempelajari bagaimana membentuk kata),sintaksis (mempelajari bagaimana membentuk kalimat dengan baik sesuai prosedurnya (gabungan kata), semantik(mempelajari makna dari sebuah kata)
    4.mengetahui unsur2 dalam b,arab dari pengucapan huruf perbedaan vokal dan konsonan,penekanan dll.
    dapat membentuk kalimat sempurna yang mempunyai makna dan mengetahui maknanya…..
    alhamdulillah selesai,,,,,mhon maaf apabila ada kesalahan,,,,
    pokoke mantep blajar linguistik

  62. 1. Pertanyaan: Bahasa adalah objek kajian ilmu linguistik dan di sini banyak sekali subdisiplin linguistik. Sekarang apa yang yang menjadi inti dari subdisiplin linguistik tersebut, dan berikan contohnya?
    Jawaban: Yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang yang termasuk kelompok linguistik linguistik mikro. Misalnya seseorang yang mendalami bidang penerjemahan, tidak mungkin bisa bekerja kalau belum memahami dengan baik struktur kata, struktur kalimat, dan struktur semantik. Begitu juga seorang linguis yang akan mengkhususkan diri pada bidang leksikografi, haruslah mulai dengan fonologi, sistem ejaan, morfologi, sintaksis, dan juga semantik.
    2. Dalam ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer,sedangkan tulisan adalah bahasa sekunder, karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro ada subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
    Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu. Meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang ysng termasuk kelompok linguistik mikro di atas. Cabang atau bidang manapun yang kemudian akan kita geluti secara intensif dan mendalam, mau tidak mau harus mulai dengan canbang-cabang yang termasuk linguistik mikro itu.
    4. Cabang dari linguistik secara umum ada empat, diantaranya:
    a. Fonologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang bunyi atau suara. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم أصوات. Dalam bahasa Arab yang berhubungan dengan ikhfa’ dan idgham, contoh: bunyi n (bilabial) bertemu dengan bunyi r akan berubah/melebur menjadi bunyi r, ربّك من. Hal ini disebut dengan المماثلة.
    b. Morfologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang kata dan pembentukannya. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم صرف. Misalnya pada proses pembentukan kata benda, yang dibentuk dari kata kerja: كتب (kata kerja, yang mempunyai arti menulis) dengan ditambah alif setelah huruf kaf maka akan menjadi كاتب(kata benda, yang mempunyai arti penulis).
    c. Sintaksis, ilmu yang mengkaji khusus tentang struktur kalimat. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم نحو. Contoh:
     kalimat verbal (جملة فعلية) →يسكن زيد في بيت جدّه
     kalimat nominal (جملة اسمية) → أناطالبة في كلية الآداب
    d. Semantik, ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم دلالة. Contoh:
     lawan kata/antonim: بعيد X قريب
     persamaan kata/sinonim: يحتاج = لايستغنى
     1. Pertanyaan: Bahasa adalah objek kajian ilmu linguistik dan di sini banyak sekali subdisiplin linguistik. Sekarang apa yang yang menjadi inti dari subdisiplin linguistik tersebut, dan berikan contohnya?
    Jawaban: Yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang yang termasuk kelompok linguistik linguistik mikro. Misalnya seseorang yang mendalami bidang penerjemahan, tidak mungkin bisa bekerja kalau belum memahami dengan baik struktur kata, struktur kalimat, dan struktur semantik. Begitu juga seorang linguis yang akan mengkhususkan diri pada bidang leksikografi, haruslah mulai dengan fonologi, sistem ejaan, morfologi, sintaksis, dan juga semantik.
    2. Dalam ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer,sedangkan tulisan adalah bahasa sekunder, karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro ada subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
    Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu. Meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang ysng termasuk kelompok linguistik mikro di atas. Cabang atau bidang manapun yang kemudian akan kita geluti secara intensif dan mendalam, mau tidak mau harus mulai dengan canbang-cabang yang termasuk linguistik mikro itu.
    4. Cabang dari linguistik secara umum ada empat, diantaranya:
    a. Fonologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang bunyi atau suara. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم أصوات. Dalam bahasa Arab yang berhubungan dengan ikhfa’ dan idgham, contoh: bunyi n (bilabial) bertemu dengan bunyi r akan berubah/melebur menjadi bunyi r, ربّك من. Hal ini disebut dengan المماثلة.
    b. Morfologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang kata dan pembentukannya. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم صرف. Misalnya pada proses pembentukan kata benda, yang dibentuk dari kata kerja: كتب (kata kerja, yang mempunyai arti menulis) dengan ditambah alif setelah huruf kaf maka akan menjadi كاتب(kata benda, yang mempunyai arti penulis).
    c. Sintaksis, ilmu yang mengkaji khusus tentang struktur kalimat. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم نحو. Contoh:
     kalimat verbal (جملة فعلية) →يسكن زيد في بيت جدّه
     kalimat nominal (جملة اسمية) → أناطالبة في كلية الآداب
    d. Semantik, ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم دلالة. Contoh:
     lawan kata/antonim: بعيد X قريب
     persamaan kata/sinonim: يحتاج = لايستغنى
     homonim (lafal sama, beda makna), مشترك لفظ: ضرب, dapat bermakna memukul, dalam konteks lain dapat bermakna memberi (tergantung konteks kalimatnya).

    homonim (lafal sama, beda makna), مشترك لفظ: ضرب, dapat bermakna memukul, dalam konteks lain dapat bermakna memberi (tergantung konteks kalimatnya).

  63. 11/4C
    JAWABAN:
    1. Pertanyaan: Bahasa adalah objek kajian ilmu linguistik dan di sini banyak sekali subdisiplin linguistik. Sekarang apa yang yang menjadi inti dari subdisiplin linguistik tersebut, dan berikan contohnya?
    Jawaban: Yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang yang termasuk kelompok linguistik linguistik mikro. Misalnya seseorang yang mendalami bidang penerjemahan, tidak mungkin bisa bekerja kalau belum memahami dengan baik struktur kata, struktur kalimat, dan struktur semantik. Begitu juga seorang linguis yang akan mengkhususkan diri pada bidang leksikografi, haruslah mulai dengan fonologi, sistem ejaan, morfologi, sintaksis, dan juga semantik.
    2. Dalam ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer,sedangkan tulisan adalah bahasa sekunder, karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro ada subdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
    Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu. Meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang ysng termasuk kelompok linguistik mikro di atas. Cabang atau bidang manapun yang kemudian akan kita geluti secara intensif dan mendalam, mau tidak mau harus mulai dengan canbang-cabang yang termasuk linguistik mikro itu.
    4. Cabang dari linguistik secara umum ada empat, diantaranya:
    a. Fonologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang bunyi atau suara. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم أصوات. Dalam bahasa Arab yang berhubungan dengan ikhfa’ dan idgham, contoh: bunyi n (bilabial) bertemu dengan bunyi r akan berubah/melebur menjadi bunyi r, ربّك من. Hal ini disebut dengan المماثلة.
    b. Morfologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang kata dan pembentukannya. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم صرف. Misalnya pada proses pembentukan kata benda, yang dibentuk dari kata kerja: كتب (kata kerja, yang mempunyai arti menulis) dengan ditambah alif setelah huruf kaf maka akan menjadi كاتب(kata benda, yang mempunyai arti penulis).
    c. Sintaksis, ilmu yang mengkaji khusus tentang struktur kalimat. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم نحو. Contoh:
     kalimat verbal (جملة فعلية) →يسكن زيد في بيت جدّه
     kalimat nominal (جملة اسمية) → أناطالبة في كلية الآداب
    d. Semantik, ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم دلالة. Contoh:
     lawan kata/antonim: بعيد X قريب
     persamaan kata/sinonim: يحتاج = لايستغنى
     homonim (lafal sama, beda makna), مشترك لفظ: ضرب, dapat bermakna memukul, dalam konteks lain dapat bermakna memberi (tergantung konteks kalimatnya).

  64. 20/4A
    JAWAB :
    1. Dalam Objek kajian linguistik dipelajari tentang hakikat bahasa, dan apa yang dimaksud dengan Bahasa adalah bunyi? yang dikaji dalam linguistik adalah bunyi yang menuturkan sebuah bahasa, atau semua yang keluar dari alat ucap manusia, kecuali orokan, bersin, batuk dan semua yang keluarnya tidak disadari dan tidak menyampaikan isyarat pesan. Bunyi bahasa atau bunyi ujaran (speech sound) adalah satuan bunyi yang dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai “fonem”.
    2. bahasa lisan dikatakan primer karena pertama yang muncul adalah apa yang keluar dari alat ucap manusia, dan dituangkan dalam bahasa tulisan untuk sarana komunikasi, karena bahasa tulisan adalah rekaman dari bahasa lisan.
    3. ilmu linguistik dibagi atas linguistik makro dan mikro, pada linguistik mikro terdapat subdisiplin, diantaranya: fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik. Studi linguistik mikro ini sesungguhnya merupakan studi dasar linguistik sebab yang dipelajari adalah struktur internal bahasa itu. Dalam mempelajari tentang bahasa, maka pengkaji bahasa membutuhkan beberapa cabang ilmu tersebut, di dalam Fonologi misalnya, kita dapat mempelajari tentang ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan, dalam Morfologi, mempelajari tentang struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya, dan dalam Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya. Simantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.
    4. manfaat mempelajari
    a. Fonologi (ilmu yang mempelajari tentang “fon” atau bunyi)
    Fonologi atau biasanya disebut dengan ‘ilmu al aswat” ini mempunyai banyak manfaat, diantaranya, mengetahui sifat dari bunyi, tempat keluarnya bunyi, dan perbedaan bunyi serta maknanya. Contohnya dalam mempelajari bahasa arab : harokat, berperan sangat penting dalam kaintannya dengan makna, contoh : رِجْلٌ dengan رَجُلٌ, dari struktur katanya sama, tapi yang membedakan makna adalah harokatnya, رِجْلٌ berarti kaki dan رَجُلٌ berati orang laki – laki.
    b. Morfologi (ilmu yang mempelajari struktur kata)
    biasanya morfologi ini disebut juga dengan ‘ilmu as shorf, manfaatnya diantaranya adalah mempelajari pembentukan dari huruf-huruf serta perbedaan dalam pemaknaannya.
    c. Sintaksis (ilmu yang mempelajari hubungan satu kata dengan kata lain)
    sintaksis atau ‘ilmu an Nahw” ini mempelajari hubungan antara lafadh satu dengan lafadh lain, yang akan memberikan suatu makna yang bermacam-macam.
    d. Simantik (menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual) atau disebut dengan ‘ilmu ad ddilalah, memiliki manfaat, mengetahui dan memahami makna lafadh, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  65. 22/4D
    1.Apa yang disebut dengan Diatesis?sebutkan macam-macamnya?
    Diatesis adalah menggambarkan hubungan antara pelaku atau peserta dengan perbuatan.
    Macam-macamnya adalah aktif (jika subjek yang berbuat), pasif (jika subjek menjadi tujuan perbuatan), reklefsif (jika subjek berbuat atas dirinya sendiri), resiprokal (jika subjek yang lebih dari satu berbuat berbalasan), kausatif (jika pelaku menjadi penyebab perbuatan), dan transitif (jika perbuatan bertujuan).
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia kepada lawan pembicara dan merupakan bahasa sehari-hari.A Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa, agar lebih mudah memahami dan mempelajari struktur bahasanya, Dan linguistic dalam hal ini bersifat umum.
    4. manfaat fonologi : untuk mengamati ciri-ciri bahasa, proses terjadinya, dan manfaatnya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    morfologi : untuk lebih mudah mempelajari seputar kata dan pembentukan kata.
    sintaksis : untuk lebih mudah mempelajari seputar kata dalam hubungannya dengan kata lain.
    simantik : untuk mempermudah dalam meneliti makna bahasa tertentu, mencari asal mula dan perkembangan arti suatu kata, serta mempermudah dalam memahami makna kata dan perkembangannya.

  66. 05/4C
    JAWABAN:
    1. Pertanyaan : Mengapa bahasa itu bersifat universal?
    Jawaban : Karena ada ciri-ciri yang sama yang dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di dunia ini. Ciri-ciri yang universal ini tentunya merupakan unsur bahasa yang paling umum, yang bisa dikaitkan dengan ciri-ciri atau sifat-sifat bahasa lain. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka cirri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan.
    2. Karena yang pertama-tama menjadi objek kajian ilmu linguistik adalah bahasa yang dilisankan, bukan bahasa yang ditulis. Selain itu, hakikat sebuah bahasa adalah bunyi atau bahasa lisan, bunyilah yang menghasilkan konteks. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan manusia, hanyalah bersifat skunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah rekaman dari bahasa lisan. Oleh karena itu, dalam ilmu linguistik yang disebut bahasa, yang primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia.
    3. Karena berdasarkan objek kajiannya, yakni struktur internal bahasa (linguistik mikro). Linguistik mikro ini mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya. Sejalan dengan adanya subsistem bahasa, maka dalam linguistik mikro ada supdisiplin linguistik fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik:
    • Fonologi (علم الاصوات)adalah subdisiplin ilmu yang khusus mengkaji tentang bunyi. kita dapat mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa arab, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem bahasa arab. Contoh: منْ رَبك ( bunyi nun melebur menjadi bunyi ro’, bacaan idghom).
    • Morfologi (علم الصرف) adalah subdisiplin ilmu yang khusus mengkaji tentang kata dan pembentukannya. Kita dapat mengetahui struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya dalam bahasa arab. Contoh: عَلِمَ (kata kerja), عَالِمٌ(kata benda).
    • Sintaksis (علم النحو) adalah subdisiplin ilmu yang khusus mengkaji tentang struktur kalimat. Kita dapat mengetahui satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran, yang pasti dalam ruang lingkup bahasa arab. Contoh: يشرب علي الماء (jumlah fi’liyah),
    كاتب في المدرسة علي (jumlah ismiyah).
    • Semantik (علم الدلالة) adalah subdisiplin ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Kita dapat mengetahui makna bahasa arab baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Contoh: ضرب bisa bermakna memukul atau memberi, dalam bahasa arab disebut لفظي مشترك.

  67. 8/4c
    jawaban:

    1.Apa yang dimaksud dengan bahasa mempengaruhi budaya, atau sebaliknya budaya mempengaruhi bahasa?
    Yang dimaksud dengan bahasa mempengaruhi budaya itu atau sebaliknya adalah bahwa keduanya memiliki hubungan yang sangat erat atau bisa dikatakan bahwa bahasa itu bisa dijadikan cermin terhadap budaya suatu masyarakat, misalnya masyarakat yang memiliki dialeg yang sedikit keras bisa menggambarkan watak-watak mereka secara umum keras.
    2.Bahasa lisan dikatakan primer, sedangkan bahasa lisan dikatakan sekunder, karena bahasa lisan itu merupakan atribut bahasa yang paling esinsial untuk menyampaikan ide seseorang, yang meliputi mimik, intonasi dan tekanan yang tidak bisa diwakilkan oleh bahasa tulisan secara sempurna, meskipun dalam bahasa tulisan terdapat tanda-tanda baca yang mewakili intonasi, mimik.
    3.Agar memudahkan bagi pelajar yang mempelajari ilmu linguistic, karena masing-masing disiplin ilmu tersebut memiliki bahasan yang sangat luas, walaupun satu sama lainnya memiliki hubungan dalam lingkup ilmu linguistik.
    4.Manfaat mempelajari Fonologi dalam mempelajari bahasa arab adalah membantu kita dalam pengucapan bunyi-bunyi bahasa arab baik dari segi intonasinya, tekanan dan makhroj suatu bunyi kata bahasa arab, sedangkan morfologi memudahkan kita dalam memahami cara pembentukan kata-kata dalam bahasa arab dan sintaksis memudahkan kita memahami gramatikal bahasa arab, dengan kata lain memudahkan kita memahami bahasa arab dalam bentuk kalimat, sedangkan semantik membantu kita memahami makna atau arti dalam bahasa arab.

  68. 15/4C
    1. Dalam suatu bahasa, makna kata saling berhubungan, hubungan ini disebut relasi makna. relasi makna dapat terwujud mcam-macam, apa saja macam-macam relasi makna dalam suatu bahasa? sebutkan dan jelaskan secara singkat!
    jawab: a). Homonimi adalah ‘relasi makna antarkata yang ditulis sama atau dilafalkan sama, tetapi maknanya berbeda. b). Polisemi berkaitan dengan kata atau frasa yang memiliki beberapa makna yang berhubungan. Hubungan antarmakna ini disebut polisemi. c). Sinonimi adalah ‘relasi makna antarkata (frasa atau kalimat) yang maknanya sama atau mirip’. d). Antonimi atau Oposisi adalah ‘relasi antarmakna yang bertentangan atau berkebalikan maknanya’. e). Hiponimi adalah ‘relasi makna yang berkaitan dengan peliputan makna spesifik dalam makna generik, seperti makna anggrek dalam makna bunga, makna kucing dalam makna binatang’. f). Meronimi adalah ‘relasi makna yang memiliki kemiripan dengan hiponimi karena relasi maknanya bersifat hierarkis, namun tidak menyiratkan pelibatan searah, tetapi merupakan relasi makna bagian dengan keseluruhan’.dll.

    2. Dalam linguistik bahasa lisan disebut bahasa primer karena bahasa lisan termasuk bahasa yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia dan ketika pengucapannya tidak perlu menggunakan tata cara untuk mengucapkannya, hanya mengikuti tinggi rendahnya suara saja. Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa skunder karena bahasa tulisan merupakan rekaman dari bahasa lisan yang ketika kita menuliskannya dituntut untuk menggunakan unsur-unsur bahasa yang baik agar bahasa tulisan tersebut menjadi baik.

    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Karena dengan adanya subdisiplin tersebut kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya sub disiplinlin tersebut, karena keberadaannya sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang.

    4. a. Fonologi/ ilmu aswat: berfungsi untuk membedakan kata-kata tertentu.
    b. Morfologi/ ilmu sharaf: berfungsi untuk menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    c. Sintaksis/ ilmu nahwu: berfungsi untuk mempelajari hubungan satuan-satuan kata, hubungan satu dengan lainnya.
    Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa.
    d. Semantik/ilmu dalalah: berfungsi untuk menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  69. 29/4A
    Jawaban:
    1. Ada berapakah kajian linguistik!sebutkan dan jelaskan??????
    Kajian linguistik ada 4, yaitu:
    1. Fonetik (علم الأصوات) yaitu ilmu bahasa yang mengkaji tentang bunyi.
    2. Sintaksis (علم النخو) yaitu ilmu bahasa yang mengkaji tentang pembentukan struktur kalimat.
    3. Morfologi (علم الصرف) yaitu ilmu bahasa yang mengkaji tentang bentuk-bentuk kata.
    4. Semantik (علم الدلالة) yaitu ilmu bahasa yang mengkaji tentang makna.
    2. Karena bahasa lisan (primer) merupakan bahasa yang di ucapakan sehari-hari yang keluar dari mulut dengan alat ucap manusia, sedangkan bahasa tulisan (skunder) hanyalah rekaman dari lisan yang di ucapkan oleh manusia dengan cara di rekam.
    3. Karena luasnya objek kajian linguistik yang merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia dalam bermasyarakat, dan saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa sehingga dengan adanya fonologi (mempelajari fonemik, bunyi dalam bahasa, bagaimana cara pengucapannya, apakah ada vokal dsb), morfologi (mempelajari bagaimana membentuk kata), sintaksis (mempelajari bagaimana membentuk kalimat dengan baik sesuai prosedurnya (gabungan kata) dan semantik (mempelajari makna dari sebuah kata), dapat mempermudah kita mempelajari linguistik karena dalam linguistik memiliki kajian yang sangat luas.
    4. Manfaat mempelajari Fonologi, Morfologi, Sintaksis dan Semantik dalam mempelajari bahasa arab yaitu:
     Fonologi yaitu untuk mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa atau perkataan yang di ucapkan, cara terjadi dan fungsinya bunyi dan perkataan dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
     Morfologi yaitu untuk mengetahui struktur kata, bagian, dan cara pembentukannya.
     Sintaksis yaitu untuk mengetahui satuan-satuan lain di atas kata hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi suatu ujaran, seperti menyusun kata yang sejajar dan menunjukkun kata itu dapat mmenjadi kalimat utuh.
     Semantik yaitu untuk mngetahui makna bahasa yang baik yang bersifat leksikal gramatikal, ataupun kontekstual.

  70. BSA 33/4B 1. soal a. apa yang kamu ketahui tentang morfem bebas dan terikat? b. morfem utuh dan terbagi? jawaban A.Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang, henti, gaul, dan , baur termasuk morfem terikat. Sebab meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. Kedua, bentuk seperti baca, tulis, dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata, sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta), kerontang (kering kerontang), hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga, termasuk morfem terikat. Keempat, bentuk seperti ke, daripada, dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Kelima disebut klitika. Klitka adalah bentuk singkat, biasanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan.

    B. Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan kesatuan utuh. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. Pertama, semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan, harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Kedua, ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar.
    2. • Perbedaan mengapa Bahasa Lisan itu primer dan Tulisan itu bahasa sekunder yaitu Bahasa lisan dan tulisan jelas berbeda. Bahasa lisan yang dimaksud adalah kalimat yang diucap, sedangkan bahasa tulisan adalah kalimat yang disampaikan dalam bentuk tulisan. Meski sudah ada tanda baca dalam bahasa tulisan, tidak sepenuhnya bisa menyampaikan sama persis dengan apa yang dimaksud oleh penulis.
    Dalam bahasa tulisan dan dan bahasa lisan memang terdapat perbedaan yang mencolok antara situasi dan kondisi kepopuleran suatu kalimat dalam masyarakat
    setiap wilayah suatu daerah mempunyai bahasa dan pengucapan terhadap sesuatu berbeda-beda

    • Dilihat dari Aspek Kebahasaan
    Ragam bahasa:
    1. Ragam bahasa lisan: lafal, tata bahasa, kosakata, ejaan
    2. Ragam bahasa tulis: lafal, tata bahasa, kosa kata, ejaan

    Menurut Felicia (2001 : 8), ragam bahasa dibagi berdasarkan :
    a. Ragam Lisan
    b. Ragam Tulis

    Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya.
    Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.

    • Berdasarkan situasi dan pemakaian
    Ragam bahasa baku dapat berupa : (1) ragam bahasa baku tulis dan (2) ragam bahasa baku lisan. Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.

    Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.
    Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi.

    Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.
    Salah satu ciri bahasa tulis memang sifatnya yang terkesan lebih baku. Kalaupun tidak baku, setidaknya disampaikan dengan bahasa populer yang masih tidak amburadul.

    • Contoh perbedaan ragam bahasa lisan dan ragam bahasa tulis (berdasarkan tata bahasa dan kosa kata) :

    1. Tata Bahasa (Bentuk kata, Tata Bahasa, Struktur Kalimat, Kosa Kata)
    a. Ragam Bahasa Lisan
    – Nia sedang baca surat kabar
    – Ari mau nulis surat
    – Tapi kau tak boleh nolak lamaran itu.
    – Mereka tinggal di Menteng.
    – Jalan layang itu untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
    – Saya akan tanyakan soal itu.
    – Bima sedang baca komic.
    – Mereka bertempat tinggal di Menteng
    – Saya mau nulis surat.
    – Akan saya tanyakan soal itu.

    Contoh bahasa lisan berdasarkan kosa kata:
    – Ibu bilang kala kita harus belajar.
    – Shinta harus bikin penulisan ilmiah
    – Dia lagi baca Koran
    – Ibu bilang kita harus pulang
    – Mereka tinggal di Menteng

    b. Ragam bahasa Tulis :
    – Nia sedangmembaca surat kabar
    – Ari mau menulis surat
    – Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
    – Mereka bertempat tinggal di Menteng
    – Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
    – Akan saya tanyakan soal itu.

    2. Kosa kata
    Contoh ragam lisan dan tulis berdasarkan kosa kata :
    a. Ragam Lisan
    – Ariani bilang kalau kita harus belajar
    – Kita harus bikin karya tulis
    – Rasanya masih terlalu pagi buat saya, Pak
    b. Ragam Tulis
    – Ariani mengatakan bahwa kita harus belajar
    – Kita harus membuat karya tulis.
    – Rasanya masih terlalu muda bagi saya, Pak.

    Berdasarkan uraian di atas dijelaskan bahwa bahasa lisan adalah suatu komunikasi pada manusia yang sering di ucapkan oleh mulut dalam kehidupan sehari-hari dengan mengunakan kata-kata alami dan bunyi bahasa tersebut secara bersama-sama. Dan bahasa tulisan adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak.

    3. Pembagian atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik yang berada pada lingkup mikrolinguistik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam, dan dari penjelasan tersebut mempunyai aspek yang berbeda dalam bahasa.
    4. sudah jelas bermanfaat sekali bagi kita diantaranya kita mengetahui perbedaan aspek diantara fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab yaitu A. Aspek fonologi (ilmu aswat) adalah ilmu yang mempelajari cata pengucapan, penyampaian dan penghasilan bahasa sebagai sebuah karakter umum yang terdapat dalam semua bahasa B. Aspek morfologi (ilmu shorof) adalah Ilmu yang merupakan bagian dari sintaksis yang mempelajari morfem. Dimana morfem itu mungkin kata, sebagian dari kata, awalan, sisipan atau akhiran serta mungkin perubahan shighat (bentuk kata), seperti perubahan dari aktif kepasif, bahkan kadang-kadang morfem itu terdiri dari satu fonem atau lebih, pseperti kata قال adalah morfem, tetapi huruf mudhoro’ah juga morfem, atau pada kata ضربوا yang mana و pada kata tersebut morfem karena menunjukkan jama’, tetapi ia juga fonem yang mempunyai nilai bunyi u (panjang).
    C.Aspek sintaksis dalam bahasa Arab, ilmu ini dikenal dengan “ilm al-Nahi/Qawa’id, dimana ilmu ia mempelajari bagaimana pemakaian kata dalam kalimat, pembentukan susuna kalimat dengan tepat dan benar. Untuk lebih jelas al-Jurjani, mengatakan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mengandung sejumlah kaidah yang digunakan untuk mengetahui posisi kata bahasa Arab dalam kalimat, seperti i’rab, bina dan lain-lain, atau ilmu yang memiliki sejumlah ketentuan untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah kalimat. Oleh Harimurti Kridalaksana, sintaksis adalah pengeturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar dari itu dalam bahasa satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.
    D. Aspek Pembahasan dan penelitian tentang semantik (makna) merupakan satu taran dalam linguistik. Namun perlu diketahui bahwa semantik dalam tataran pembahasan fonologi, morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Sebaba secara hierarkial satuan bahasa yang disebut wacana yang dibangun oleh kalimat; satuan kalimat dibangun oleh klausa; satuan klausa dibangun oleh frase; satuan frase dibangun oleh kata; satuan kata dibangun oleh morfem; satuan morfem dibangun oleh fonem, dan satuan fonem dibangun oleh fon atau bunyi. Dengan demikian obyek semantik yakni makna dan berada diseluruh atau semua tataran dengan bangunan-bangunan yang ada, yaitu berada dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis.

  71. 26/4D
    Jawaban:

    1) Bagaimana peran linguistik dalam kehidupan Manusia?
    Linguistik sangat berperan penting dalam kehidupan manusia, dengan linguistik kita dapat berkomunikasi dengan sesama manusia, alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia dan juga bisa menjadi alat untuk mengidentifikasi diri.

    2) Bahasa lisan menjadi objek primer karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder karna sebenarnya bahasa tulisan hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan juga mengingat bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan.

    3) karena dengan adanya keempat subdisiplin tersebut, mempermudah kita untuk mempelajari Linguistik. Disetiap subdisplin dijelaskan tentang isi penting (pokok) dari linguistik. Dari fonologi, kita mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa, morfologi mempelajari struktur kata , bagian , serta cara pembentukannya; sintaksis mempelajari satuan kata , satuan lain diatas kata , hubungan satu dengan yang lain , dan cara penyusunannya sehingga menjadi sebuah ujaran; dan semantik mempelajari makna yang bersifat leksikal , gramatikal , dan kontekstual.

    4) Dengan mempelajari ke empat subdisiplin tersebut sama halnya dalam bahasa Arab kita mempelajari ilmu aswat (fonetik), ilmu sharaf (morfologi), ilmu nahwu (sintaksis), dan ilmu dalalah (semantik) yang ke empatnya merupakan pokok (inti) dalam mempelajari dan memahami bahasa Arab.

  72. 30/4D
    1.mengapa bahasa itu unik?
    Karena mempunyai ciri khas yang spesifik dari yang lain. bahasa mempunyai ciri khas sendiri yang tidak dimiliki oleh bahasa lainnya. Ciri khas ini bisa menyangkut sistem bunyi, sistem pembentukan kata, sistem pembentukan kalimat, sistem-sistem lainnya. Salah satu keunikan bahasa Indonesia adalah bahwa tekanan kata tidak bersidat morfemis, melainkan sintaksis. kalau pada kata tertentu di dalam kalimat kita berikan tekanan, maka makna kata itu tetap. Yang berubah adalah makna keseluruhan kalimat.
    2. bahasa lisan adalah primer, karena linguistik itu bahasa sendiri melihat adalah apa yang diucapkan dan dilisankan yang keluar dari alat ucap manusia. Dan bahasa tulisan adalah sekunder karena bahasa tulisan adalah rekaman dari bahasa lisan sebagai usaha manusia untuk menyimpan jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. Karena objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, dengan adanya pembagian subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik lebih mempermudah untuk kita dalam mempelajari Linguistik mikro mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya dan mempermudah memahami struktur bahasanya.
    4. Manfaat fonologi, morfologi, sintaksis sematik dalam bhs arab:
    Fonologi atau di dalam bahasa arab ilmu aswat menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    Morfologi atau di dalam bahasa arab ilmu shorof menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Sintaksis atau di dalam bahasa arab ilmu nahwu menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan yang lain.Semantik atau di dalam bahasa arab menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  73. 12/4C
    1. Mengapa tata bahasa lisan tidak berkembang dalam aliran tradisional?
    Jelaskan!
    Jawaban:
    •Tata bahasa lisan tidak berkembang dalam aliran tradisional karena aliran ini memahami bahasa yang sebenarnya yakni bahasa tulis. Padahal, tulisan hanyalah suatu wujud lain dari bahasa yang sesungguhnya. Teori-teori yang dirumuskan kaum tradisional pun memandang bahasa itu adalah yang tertulis, bukan yang dilisankan atau ujaran. Aliran tradisional mengabaikan data-data dari bahasa lisan walaupun itu merupakan data yang empiris.
    •Tata bahasa lisan dalam aliran tradisional tidak berkembang. Hal ini dikarenakan aliran tradisional menggunakan tata bahasa preskriptif, yaitu tata bahasa yang cenderung menghakimi benar-salah pemakaian bahasa. Mereka mempunyai prinsip “yang benar adalah benar walaupun tidak umum dan yang salah adalah salah walaupun banyak pengikutnya. Selain itu, aliran ini juga menggunakan tata bahasa normatif, yaitu sangat berpegang teguh pada kaidah atau norma. Hal inilah yang membuat aliran tradisional hanya menggunakan kaidah yang sudah ada dan tidak memperhatikan perubahan bahasa yang terjadi dalam suatu masyarakat, padahal bahasa itu bersifat dinamis.
    2. Karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahkan, masih ada suku-suku di daerah terpencil yang belum mengenal bahasa tulis. Sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu.
    3. linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar dapat mempermudah dalam memahami ilmu linguistik secara lebih mendalam dan terperinci, karena objek yang menjadi cakupan dari linguistik sangatlah luas. Jika linguistik tidak dibagi atas beberapa subdisiplin, maka dalam mempelajarinya akan terasa sulit.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam bahasa arab adalah fonologi digunakan untuk mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu. Morfologi digunakan untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata. Sintaksis digunakan untuk mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa, yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat. Antara morfologi dengan sintaksis mempunyai persamaan dan perbedaan, yaitu persamaannya adalah sama – sama berdasar pada kata. Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana, kalimat,klausa, dan kelompok kata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata, dan morfem lebih khusus. sedangkan semantik digunakan untuk mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

  74. 25/4C
    jawaban:
    1. Bagaimana sejarah studi bahasa pada zaman Yunani ?
    jawab : Studi bahasa pada zaman yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu dari lebih kurang abad ke-5 S.M. sampai lebih kurang abad ke-2 M. Jadi, kurang lebih sekitar 600 tahun. Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis pada waktu itu adalah (1) pertentangan antara fisis dan nomos, dan (2) pertentangan antara analogi dan anomali.

    2. Dalam linguistik mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder ? bahasa lisan disebut bahasa primer karena hakikat bahasa adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia, bahasa tidak akan muncul tanpa adanya bunyi sehingga bahasa primer inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanya suatu rekaman dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik ? karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab ?
    – Fonologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الأصوات yang mempunyai manfaat sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bahasa Arab. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    – Morfologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الصرف yang mempunyai fungsi untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa Arab, dan untuk menemukan kata-kata yang baru dalam bahasa Arab. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    -Sintaksis dalam bahasa Arab disebut dengan علم النحو yang mempunyai manfaat untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    – Semantik dalam bahasa Arab disebut juga dengan علم الدلالة yang mempunyai fungsi mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  75. 12/4C
    1. Mengapa tata bahasa lisan tidak berkembang dalam aliran tradisional?
    Jelaskan!
    Jawaban:
    *Tata bahasa lisan tidak berkembang dalam aliran tradisional karena aliran ini memahami bahasa yang sebenarnya yakni bahasa tulis. Padahal, tulisan hanyalah suatu wujud lain dari bahasa yang sesungguhnya. Teori-teori yang dirumuskan kaum tradisional pun memandang bahasa itu adalah yang tertulis, bukan yang dilisankan atau ujaran. Aliran tradisional mengabaikan data-data dari bahasa lisan walaupun itu merupakan data yang empiris.
    *Tata bahasa lisan dalam aliran tradisional tidak berkembang. Hal ini dikarenakan aliran tradisional menggunakan tata bahasa preskriptif, yaitu tata bahasa yang cenderung menghakimi benar-salah pemakaian bahasa. Mereka mempunyai prinsip “yang benar adalah benar walaupun tidak umum dan yang salah adalah salah walaupun banyak pengikutnya. Selain itu, aliran ini juga menggunakan tata bahasa normatif, yaitu sangat berpegang teguh pada kaidah atau norma. Hal inilah yang membuat aliran tradisional hanya menggunakan kaidah yang sudah ada dan tidak memperhatikan perubahan bahasa yang terjadi dalam suatu masyarakat, padahal bahasa itu bersifat dinamis.
    2. Karena pada dasarnya bahasa itu dilisankan. Bahasa lisan juga lebih dahulu ada dibandingkan bahasa tulis. Bahkan, masih ada suku-suku di daerah terpencil yang belum mengenal bahasa tulis. Sedangkan bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu.
    3. linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar dapat mempermudah dalam memahami ilmu linguistik secara lebih mendalam dan terperinci, karena objek yang menjadi cakupan dari linguistik sangatlah luas. Jika linguistik tidak dibagi atas beberapa subdisiplin, maka dalam mempelajarinya akan terasa sulit.
    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam bahasa arab adalah fonologi digunakan untuk mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu. Morfologi digunakan untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata. Sintaksis digunakan untuk mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa, yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat. Antara morfologi dengan sintaksis mempunyai persamaan dan perbedaan, yaitu persamaannya adalah sama – sama berdasar pada kata. Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana, kalimat,klausa, dan kelompok kata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata, dan morfem lebih khusus. sedangkan semantik digunakan untuk mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

  76. 25/4C
    jawaban:
    1. Bagaimana sejarah studi bahasa pada zaman Yunani ?
    jawab : Studi bahasa pada zaman yunani mempunyai sejarah yang sangat panjang, yaitu dari lebih kurang abad ke-5 S.M. sampai lebih kurang abad ke-2 M. Jadi, kurang lebih sekitar 600 tahun. Masalah pokok kebahasaan yang menjadi pertentangan para linguis pada waktu itu adalah (1) pertentangan antara fisis dan nomos, dan (2) pertentangan antara analogi dan anomali.

    2. Dalam linguistik mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder ? bahasa lisan disebut bahasa primer karena hakikat bahasa adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia, bahasa tidak akan muncul tanpa adanya bunyi sehingga bahasa primer inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanya suatu rekaman dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik ? karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab ?
    – Fonologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الأصوات yang mempunyai manfaat sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bahasa Arab. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    – Morfologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الصرف yang mempunyai fungsi untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa Arab, dan untuk menemukan kata-kata yang baru dalam bahasa Arab. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    -Sintaksis dalam bahasa Arab disebut dengan علم النحو yang mempunyai manfaat untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    – Semantik dalam bahasa Arab disebut juga dengan علم الدلالة yang mempunyai fungsi mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  77. 18/4C
    jawaban:

    1. Jelaskan apakah yang disebut dengan masyarakat bahasa?,
    Yang dimaksud masyarakat bahasa adalah sekelompok orang yang merasa menggunakan bahasa yang sama. Dengan demikian kalau ada sekelompok orang yang merasa sama-sama menggunakan bahasa Sunda, maka bisa dikatakan mereka adalah masyarakat bahasa Sunda; kalau ada sekelompok orang merasa menggunakan bahasa Mandailing, maka mereka bisa disebut masyarakat bahasa Mandailing; dan kalau ada sekelompok orang merasa menggunakan bahasa Inggris, maka mereka bisa disebut masyarakat bahasa Inggris.
    konsep masyarakat bahasa dapat menjadi luas dan dapat menjadi sempit. Maksudnya, masyarakat bahasa bisa melewati batas propinsi, batas negara, bahkan juga batas benua, seperti masyarakat bahasa Baduy dan masyarakat bahasa Osing (di Jawa Timur) tentu saja sangat sedikit atau sempit; masyarakat bahasa Jawa dan masyarakat bahasa Sunda tentu lebih luas; dan masyarakat bahasa Indonesia tentu lebih luas lagi. Masyarakat bahasa Prancis dan masyarakat bahasa Inggris, malah bukan hanya melewati batas negara, tetapi juga melewati batas benua.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Karena dalam linguistik hakikat bahasa adalah bunyi. Bahasa yang dimiliki manusia sejak lahir adalah bahasa lisan, bahasa lisan bayi yang baru lahir berupa tangisan. Oleh karena itu, bahasa lisan adalah bahasa primer, yaitu yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia dan merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Setiap ilmu biasanya dibagi menjadi bidang-bidang bawahan / cabang-cabang berkenaan dengan adanya hubungan disiplin itu dengan masalah lain.Demikian pula dengan linguistik,karena mengingat objek linguistik adalah bahasa yang merupakan fenomena yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia dan sangat luas,maka subdisiplin linguistik juga sangat banyak agar lebih mudah dipelajari dan dipahami.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.
    A. Fonologi (علم الأصوات): -dapat memetakan bunyi-bunyi bahasa di suatu bahasa. Maksudnya,fonologi dapat membeberkan, bunyi apa saja yang terdapat dalam bahasa tertentu dan bunyi bahasa apa saja yang tidak.
    – Peningkatan kemampuan guru bahasa arab dalam faktor pengetahuan dan keterampilan fonologi system akan membantu mereka untuk mempermudah dalam mengerjakan tugas mengajar dan sekaligus dapat menjadi tauladan yang baik buat peserta didiknya. Jelas ini akan memberikan dampak langsung berupa penurunan kesalahan pengucapan sekaligus kesalahan pendengaran pada lawan bicara. Disini bunyi/ucapan/suara adalah basic dalam belajar linguistik arab sebelum tahapan kemahiran berikutnya.ketidakmampuan guru dalam satu sub sistem linguistik akan berpengaruh pada hasil atau output pengajaran. Subsistem bahasa yang dimaksud terdiri dari tata bunyi, kosakata, tata kalimat, dan ejaan (tulisan).
    – Fonologi dapat membantu pelajar bahasa untuk mempelajari cara artikulasi atau pronounciation sebuah bahasa asing yang sedang dipelajarinya. Dalam hubungannya dengan manfaat ini, banyak pelajar bahasa yang sering mengabaikan.
    – Fonologi sangat menolong ahli bahasa ketika menyusun tata ejaan suatu bahasa. Tata ejaan itu termasuk penentuan grafem (huruf) dan bunyi bahasa atau cara membacaya, perubahan bunyi akibat proses morfologi, dan sebagainya. Dengan keterampilan melakukan analisis fonemik, suatu system ejaan yang praktis dapat dibuat untuk bahasa itu atau untuk memperbaiki system ejaan yang sudah ada.Dalam studi susastra, misalnya, masalah seperti rima dan aliterasi jelas berhubungan dengan struktur fonologis bahasa yang bersangkutan
    B. Morfologi (علم الصرف) : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan

    C. Sintaksis (علم النحو) : Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan. Dapat mengetahui kedudukan kata dalam suatu kalimat.

    D. Semantik (علم الدلالة)
    Pada dasarnya, manfaat semantik dalam linguistik adalah dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.
    Bagi mereka yang berkecimpung dalam penelitian bahasa, seperti mereka yang belajar di Fakultas Sastra, pengetahuan semantik akan banyak memberi bekal teoritis kepadanya untuk dapat menganalisis bahasa atau bahasa-bahasa yang sedang dipelajarinya. Pengetahuan semantik akan memudahkan mereka dalam memilih dan menggunakan kata dengan makna yang tepat dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat umum.
    Adakah manfaat semantik bagi orang awam? Tentu saja ada. Pemakaian dasar-dasar semantik tentunya masih diperlukan untuk dapat memahami dunia di sekelilingnya yang penuh dengan informasi dan lalu lintas kebahasaan. Semua informasi yang ada di sekelilingnya akan diserap melalui bahasa.

  78. BSA
    33/4B
    1. apa yang kamu ketahui tentang a. morfem bebas dan terikat? b. morfem utuh dan terbagi? jawaban
    A.Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang, henti, gaul, dan , baur termasuk morfem terikat. Sebab meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. Kedua, bentuk seperti baca, tulis, dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata, sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta), kerontang (kering kerontang), hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga, termasuk morfem terikat. Keempat, bentuk seperti ke, daripada, dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Kelima disebut klitika. Klitka adalah bentuk singkat, biasanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan.
    B. Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan kesatuan utuh. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. Pertama, semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan, harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Kedua, ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar.

    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
    Suatu bangsa bisa saja memiliki dialek yang berbeda-beda. Dialek dapat terbentuk oleh karena faktor geografis (tempat/daerah yang berbeda-beda), faktor sosial (dalam pergaulan sehari-hari/dalam suatu kelompok pergaulan), atau pun oleh karena faktor yang lainnya. Perbedaan dialek yang satu dengan yang lainnya dapat dilihat berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapannya.

    Sebagai contoh pada Ragam Bahasa Indonesia dari faktor geografis, orang Jawa berbincang-bincang dengan orang Batak menggunakan bahasa Indonesia, namun kita tetap dapat membedakan mana yang orang Jawa, dan mana yang orang Batak meski bahasa yang mereka gunakan sama. Dari faktor sosial contohnya, ketika Arif sedang berbicara dengan atasannya atau di ruang rapat, ia menggunakan bahasa yang formal, namun ketika sedang bersama teman-teman lamanya, ia berbicara dengan bahasa nonformal (seperti bahasa gaul) untuk menciptakan suasana keakraban dan tidak kaku.
    Penggunaan bahasa yang sama dengan dialek yang berbeda-beda seperti contoh di atas inilah yang disebut dengan Ragam Bahasa.

    Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Ragam Bahasa
    Ada banyak hal yang dapat menyebabkan keragaman suatu bahasa, berikut penjelasannya :
    a. Faktor Usia
    Terlihat perbedaan cara bicara dari anak-anak kecil, para remaja, dan orang tua. Pada anak-anak masih terdapat tata bahasa yang kurang tersusun dengan rapih, dan masih sangat sederhana. Pada remaja umumnya menggunakan bahasa gaul. Sedangkan pada orang tua/dewasa tata bahasanya sudah lebih rapih dan lebih sopan meskipun bahasa yang digunakan tidak formal.

    Atau terlihat juga keragaman tersebut ketika seseorang berbicara dengan orang yang usianya lebih tua, akan lebih sopan dibandingkan berbicara dengan teman sebaya.

    b. Faktor Gender
    Contohnya, ketika bapak-bapak berkumpul dan mulai berbincang-bincang diperbandingkan dengan ketika ibu-ibu yang berkumpul sangat terlihat jelas perbedaannya.
    Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa perbedaan gender (pria/wanita) dapat mempengaruhi perbedaan pada fonologis, gramatikal, dan sintaksis/morfologis bahasa.

    c. Faktor Tingkat Pendidikan
    Misalnya, orang yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD akan berbeda ragam bahasanya dengan orang yang mengenyam pendidikan hingga sarjana, disebabkan oleh perbedaan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki.
    d. Faktor Profesi/Jabatan
    Ilustrasinya, perbedaan cara bicara OB dengan Manajer

    e. Faktor Budaya Daerah
    Bahasa lahir dari budaya. Budaya masing-masing daerah yang berbeda melahirkan bahasa daerah dengan logatnya masing-masing. Ketika 2 orang yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa daerah bertemu dan menggunakan 1 bahasa yang sama, tetap terdapat perbedaan dialek di antara mereka. Ilustrasinya telah saya berikan di awal pembahasan, mengenai orang Jawa dan orang Batak yang menggunakan bahasa Indonesia.

    f. Faktor Bidang yang Ditekuni
    Misalnya, orang yang menekuni bidang kimia mengerti dengan istilah-istilah kimia, namun orang awam belum tentu mengerti dengan istilah tersebut.

    g. Faktor Lingkungan Sosial
    Di awal pembahasan saya juga telah memberikan ilustrasinya, yaitu Arif yang berbicara dengan atasan berbeda dengan ketika ia berbicara dengan teman lamanya, tergantung kepada siapa lawan bicaranya.

    3. Pembagian atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam, dan dari penjelasan itu maka terdapat perbedaan aspek masing2 dalam ilmu bahasa.

    4. jelas manfaatnya sangat banyak diantara fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. yaitu dalam segi aspek
    A. Aspek fonologi (ilmu aswat) adalah ilmu yang mempelajari cata pengucapan, penyampaian dan penghasilan bahasa sebagai sebuah karakter umum yang terdapat dalam semua bahasa.
    B. Aspek morfologi (ilmu shorof) Ilmu ini merupakan bagian dari sintaksis yang mempelajari morfem. Dimana morfem itu mungkin kata, sebagian dari kata, awalan, sisipan atau akhiran serta mungkin perubahan shighat (bentuk kata), seperti perubahan dari aktif kepasif, bahkan kadang-kadang morfem itu terdiri dari satu fonem atau lebih, pseperti kata قال adalah morfem, tetapi huruf mudhoro’ah juga morfem, atau pada kata ضربوا yang mana و pada kata tersebut morfem karena menunjukkan jama’, tetapi ia juga fonem yang mempunyai nilai bunyi u (panjang).
    C. Aspek Sintaksis dalam bahasa Arab ilmu ini dikenal dengan “ilm al-Nahi/Qawa’id, dimana ilmu ia mempelajari bagaimana pemakaian kata dalam kalimat, pembentukan susuna kalimat dengan tepat dan benar. Untuk lebih jelas al-Jurjani, mengatakan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mengandung sejumlah kaidah yang digunakan untuk mengetahui posisi kata bahasa Arab dalam kalimat, seperti i’rab, bina dan lain-lain, atau ilmu yang memiliki sejumlah ketentuan untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah kalimat. Oleh Harimurti Kridalaksana, sintaksis adalah pengeturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar dari itu dalam bahasa satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.
    D. Aspek Pembahasan dan penelitian tentang semantik (makna) merupakan satu taran dalam linguistik. Namun perlu diketahui bahwa semantik dalam tataran pembahasan fonologi, morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Sebaba secara hierarkial satuan bahasa yang disebut wacana yang dibangun oleh kalimat; satuan kalimat dibangun oleh klausa; satuan klausa dibangun oleh frase; satuan frase dibangun oleh kata; satuan kata dibangun oleh morfem; satuan morfem dibangun oleh fonem, dan satuan fonem dibangun oleh fon atau bunyi. Dengan demikian obyek semantik yakni makna dan berada diseluruh atau semua tataran dengan bangunan-bangunan yang ada, yaitu berada dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis.

  79. 1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya. (bobot nilai 25%)
    Apa yang di maksud dengan tatar an Pragmatik?
    • tataran pragmatik, yaitu kajian yang mempelajari penggunaan bahasa dengan berbagai aspeknya, sebagai sarana komunikasi verbal bagi manusia.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder? (bobot nilai 25%)
    • Bahasa lisan menjadi bahasa primer dalam kajian linguistic karena linguistic itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan bukan apa yang di tuliskan.
    bahasa tulis hanyalah rekaman bahasa lisan, sebagai usaha untuk menyimpan bahasanya, sehingga nantinya masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dan jika terjadi kesalahan dalam bahasa lisan bisa langsung di perbaiki tidak seperti bahasa tulis.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik? (bobot nilai 25%)
    • Pembagian atau percabangan dalam kajian linguistic ini ada karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu linguistic sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Apalagi objek yang menjadi kajian linguistic adalah bahasa, dan bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. (bobot nilai 25%)
    • Manfaat:
    Fonologi (علم الأصوات ) : agar bunyi kata bahasa Arab yang diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada makhorijul huruf dan tajwid
    Morfologi (م الصرفعل ( : agar bisa menyesuaikan metode bahasa dengan lidah orang Arab dan menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam penerapannya
    Sintaksis ((علم النحو : agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.
    Sintaksis ( الدلالةعلم ( : agar bisa mengetahui makna yang terkandung dalam suatu bahasa.

  80. 34 / 4D

    1. Ferdinand de Saussure bapak linguistic modern membedakan telaah bahasa secara sinkronik dan telaah bahasa diakronik. Apa yang dimaksud dengan telaah bahasa secara sinkronik dan telaah bahasa diakronik?

    Yang dimaksud dengan telaah bahasa secara sinkronik adalah mempelajari suatu bahasa pada kurun waktu tertentu saja. Misalnya mempelajari bahasa Indonesia yang digunakan pada zaman Jepang atau pada masa tahun limapuluhan. Sedangkan telaah bahasa secara diakronik adalah telaah bahasa sepanjang masa, atau sepanjang zaman bahasa itu digunakan oleh para penuturnya. Jadi, kalau mempelajari bahasa Indonesia secara diakronik, maka harus dimulai sejak zaman Sriwijaya sampai zaman sekarang ini. Dengan demikian bisa dikatakan telaah bahasa secara diakronik adalah jauh lebih sukar daripada telaah bahasa secara sinkronik.

    2. karena bahasa lisan itu menjadi sumber bahasa yang utama, sehingga di samakan dengan bahasa primer (bahasa pokok). Dan sebagian bahasa tulis itu berasal dari bahasa lisan, maka dari itu bahasa tulis disebut dengan bahasa sekunder.

    3. Karena ilmu linguistic berhubungan dengan semua tentang kemasyarakatan yang sangat luas dan akan sangat sulit untuk dipahami jika tidak di bagi menjadi subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Dengan dibagi seperti ini, maka akan lebih mudah untuk di pahami.

    4. Manfaat mempelajari fonologi adalah agar dapat membedakan suara yang mengandung makna dan suara yang tidak mengandung makna, serta mengetahui macam-macam suara yang disampaikan manusia, binatang, tumbuhan, dan suara yang ditimbulkan oleh benda lain. Ilmu fonologi ini sama dengan ilmu aswat.

    Manfaat mempelajari morfologi adalah untuk memahami struktur kata, bagian-bagian di dalamnya, dan cara pembentukan kata tersebut.ilmu morfologi ini sama dengan ilmu sharf.
    Manfaat mempelajari sintaksis adalah untuk mengetahui struktur dalam kalimat, bentuk, dan pola kalimat serta mengurangi kesalahan saat penulisan, pembacaan, dan pengucapan. Ilmu sintaksis ini sama dengan ilmu nahwu.

    Manfaat mempelajari Semantik adalah dapat mengetahui atau mengkaji makna dalam sebuah bahasa, mencari asal muasal, dan perkembangan suatu kata dalam bahasa. Ilmu semantic sama dengan ilmu dalalah.

  81. 27/ 4D

    JAWABAN:

    1. Fonologi dalam tataran ilmu bahasa dibagi dua bagian, sebutkan dan jelaskan masing-masing!
    Jawab:
    • Fonetik
    Fonetik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi – bunyi bahasa yang dihasilkan alat ucap manusia, serta bagaimana bunyi itu dihasilkan.
    Macam –macam fonetik :
    a. fonetik artikulatoris yang mempelajari posisi dan gerakan bibir, lidah dan organ-organ manusia lainnya yang memproduksi suara atau bunyi bahasa
    b. fonetik akustik yang mempelajari gelombang suara dan bagaimana mereka didengarkan oleh telinga manusia
    c. fonetik auditori yang mempelajari persepsi bunyi dan terutama bagaimana otak mengolah data yang masuk sebagai suara

    • Fonemik
    Fonemik adalah ilmu bahasa yang membahas bunyi – bunyi bahasa yang berfungsi sebagai pembeda makna.
    Jika dalam fonetik kita mempelajari segala macam bunyi yang dapat dihasilkan oleh alat-alat ucap serta bagaimana tiap-tiap bunyi itu dilaksanakan, maka dalam fonemik kita mempelajari dan menyelidiki kemungkinan-kemungkinan, bunyi-ujaran yang manakah yang dapat mempunyai fungsi untuk membedakan arti.
    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer karena bunyi adalah sumber bahasa, dimana bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder atau bisa juga di sebut bahasa turunan, bahasa tulisan juga merupakan rekaman bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga dapat disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. Mempermudah untuk mempelajari ilmu linguistik yang cakupannya luas.
    4. # Manfaat mempelajari fonologi / ilmu aswat dalam bahasa arab adalah memahami bunyi dalam bahasa, salah benarnya pengucapan kata atau kalimat dalam bahasa arab dan juga memahami makna dari pengucapan tersebut.
    # Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab / ilmu shorof adalah memahami perubahan bentuk kaliamat yang juga akan membentuk suatu arti baru.
    # Manfaat mempelajari Sintaksis / ilmu nahwu adalah mempermudah memahami kedudukan kata atau kalimat dan hubunganya dengan kalimat lain .
    # Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab, termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan ungkapan.

  82. 13/4B
    1. Sebutkan tahapan yang dapat membuktikan keilmiyahan linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu! Keilmiahan linguistic dapat dibuktikan melalui 3 tahap , yaitu : Tahap pertama, yakni tahap spekulasi (kesimpulan itu dibuat tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu). Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi. Tahap ketiga adalah tahap adanya perumusan teori.
    2. Karena dalam linguistik hakikat bahasa adalah bunyi. Bahasa yang dimiliki manusia sejak lahir adalah bahasa lisan, bahasa lisan bayi yang baru lahir berupa tangisan. Oleh karena itu, bahasa lisan adalah bahasa primer, yaitu yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia dan merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat.
    4. Manfaat mempelajari Fonologi dalam mempelajari bahasa arab adalah membantu kita dalam pengucapan bunyi-bunyi bahasa arab baik dari segi intonasinya, tekanan dan makhroj suatu bunyi kata bahasa arab, sedangkan morfologi memudahkan kita dalam memahami cara pembentukan kata-kata dalam bahasa arab dan sintaksis memudahkan kita memahami gramatikal bahasa arab, dengan kata lain memudahkan kita memahami bahasa arab dalam bentuk kalimat, sedangkan semantik membantu kita memahami makna atau arti dalam bahasa arab.

  83. 4B/07
    1. Buatlah satu pertanyaan dan jawabannya. (bobot nilai 25%)
    Apa yang di maksud dengan tataran Pragmatik?
    • tataran pragmatik, yaitu kajian yang mempelajari penggunaan bahasa dengan berbagai aspeknya, sebagai sarana komunikasi verbal bagi manusia.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder? (bobot nilai 25%)
    • Bahasa lisan menjadi bahasa primer dalam kajian linguistic karena linguistic itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan bukan apa yang di tuliskan.
    bahasa tulis hanyalah rekaman bahasa lisan, sebagai usaha untuk menyimpan bahasanya, sehingga nantinya masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Dan jika terjadi kesalahan dalam bahasa lisan bisa langsung di perbaiki tidak seperti bahasa tulis.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik? (bobot nilai 25%)
    • Pembagian atau percabangan dalam kajian linguistic ini ada karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu linguistic sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan dunia ilmu. Apalagi objek yang menjadi kajian linguistic adalah bahasa, dan bahasa itu sendiri merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. (bobot nilai 25%)
    • Manfaat:
    Fonologi (علم الأصوات ) : agar bunyi kata bahasa Arab yang diucapkan sesuai dengan aslinya yang penekanannya berfokus pada makhorijul huruf dan tajwid
    Morfologi (م الصرفعل ( : agar bisa menyesuaikan metode bahasa dengan lidah orang Arab dan menghindari kesalahan dan kekeliruan dalam penerapannya
    Sintaksis ((علم النحو : agar mampu memahami bahasa arab dan struktur kalimahnya yang menjadi bahasa Al-Qur’an dan Al-Hadits, yang keduanya adalah dasar tuntunan hidup umat islam.
    Sintaksis ( الدلالةعلم ( : agar bisa mengetahui makna yang terkandung dalam suatu bahasa.

  84. 07/BSA 4a

    1.sebutkan subdisiplin linguistik? serta jelaskan masing-masing ?
    subdisiplin linguistik dibagi menjadi 4 bagian:
    1) Fonologi (علم الاصوات)Adalah cabang ilmu linguistik yang mengkaji banyak bahasa, ciri-ciri bahasa, cara terjadinya danfungsinya sebagai pembeda makna.
    Kajian fonologi adalah fonem.Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna.
    2) Morfologi (علم الصرف)Adalah cabang ilmu yang mempelajari seluk beluk proses pembentukan tata dan perubahanmakna kata.
    Morpen adalah bentuk bahasa yang dapat di potong-potong menjadi bagian yang lebih kecil.
    Morfologi dibagi 3, yaitu:
    a. Kata adalah satuan gramatikal bebas yang terkecil.
    b. Sistem adalah satuan dramatic yang berdiri sendiri.
    c. Morpen.
    3) Sintaksis (علم النحو)Adalah ilmu yang mempelajari tata kalimat.
    terdiri dari:
    1. Wacana Adalah suatu wacana yang lengkap, merupakan suatu gramatikal tertinggi dalam hierarki gramatikal.
    2. Kalimat.Adalah suatu sistaksis yang terdiri dari konstitun dasaqr, yang biasanya berupa klausa, dilengkapidengan konjungsi bila diperlukan dan disertai intonasi final.
    3. Klausa.Adalah satuan sintaksis berbentuk rangkaian kata-kata yang berkonstruksi predikatif.
    4. Frase.Adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih dan tidak mempunyai unsurepredikat.
    4) Semantik(علم الدلالة) Adalah ilmu yang mempelajaari makna bahasa.

    2. bahasa lisan disebut primer karena bahasa yang keluar dari alat ucap manusia, yang menerangkan tentang apa yang manusia maksudkan tanpa menggunakan tata bahasa.
    bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bahasa lisan merupakan rekaman dari bahasa lisan, yang belum tentu sepenuhnya mengandung maksud yang ingin disampaikan, karena terikat dengan ketata bahasaan.

    3. karena subdisiplin ilmu linguistik tersebut telah mencakup secara keseluruhan ilmu tata bahasa dalam segi,
    1) perubahan kata.
    2) struktur kalimat.
    3) cara keluarnya kata.
    4) makna dari kata tersebut.
    yang merupakan aspek-aspek terpenting dalam penggunaan, maupun dalam pengembangan suatu bahasa.

    4. manfaatnya :

    1)Fonologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الأصوات yang mempunyai manfaat sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi dalam bahasa Arab. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.

    2)Morfologi dalam bahasa Arab disebut dengan علم الصرف yang mempunyai fungsi untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks untuk memperbaiki adanya kesalahan dalam berbahasa Arab, dan untuk menemukan kata-kata yang baru dalam bahasa Arab. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.

    3)Sintaksis dalam bahasa Arab disebut dengan علم النحو yang mempunyai manfaat untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.

    4)Semantik dalam bahasa Arab disebut juga dengan علم الدلالة yang mempunyai fungsi mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  85. 01/4C
    1. Apakah yang dimaksud dengan produktivitas proses morfemis?
    Yang dimaksud dengan produktivitas dalam proses morfemis adalah dapat tidaknya proses pembentukan kata itu, terutama afikasi (proses penumbuhan afiks pada sebuah kata dasar), reduplikasi (proses morfemis yang mengulang bentuk dasar, baik secara keseluruhan, secara sebagian, maupun dengan perubahan bunyi), dan komposisi (hasil dan proses penggabungan morfem dasar, baik secara bebas maupun terikat), digunakan berulang-ulang yang secara relatif tak terbatas, artinya, ada kemungkinan menambah bentuk baru dengan proses tersebut.
    2. Karena bahasa lisan (primer) merupakan bahasa yang di ucapakan sehari-hari yang keluar dari mulut dengan alat ucap manusia, sedangkan bahasa tulisan (skunder) hanyalah rekaman dari lisan yang di ucapkan oleh manusia dengan cara di rekam.
    3. karena dengan adanya keempat subdisiplin tersebut, mempermudah kita untuk mempelajari Linguistik. Disetiap subdisplin dijelaskan tentang isi penting (pokok) dari linguistik. Dari fonologi, kita mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa, morfologi mempelajari struktur kata , bagian , serta cara pembentukannya; sintaksis mempelajari satuan kata , satuan lain diatas kata , hubungan satu dengan yang lain , dan cara penyusunannya sehingga menjadi sebuah ujaran; dan semantik mempelajari makna yang bersifat leksikal , gramatikal , dan kontekstual.
    4. Manfaat mempelajari fonologi yaitu untuk mengetahui bunyi dalam setiap kata atau dalam pengucapanya.
    Manfaat mempelajari morfologi yaitu untuk mengetahui perubahan kata dan makna.
    Manfaat mempelajari sintaksis yaitu untuk menyusun kata yang selaras dan menunjukkan bahwa sebuah kata dapat menjadi sebuah kalimat utuh.
    Manfaat mempelajari semantik: untuk mempelajari makna per kata atau setiap kata.

  86. 4/ BSA 4A

    1. di dalam bahasa Indonesia, fonem itu direalisasikan seperti apa? Suatu fonem dinyatakan atau direalisasikan oleh beberapa bunyi. Dalam bahasa Indonesia, misalnya, kita dapati bahwa fonem /k/ antara lain direalisasikan oleh bunyi [k], [k̭], [ḳ], dan [k̚ ]; fonem /i/ antara lain dinyatakan oleh bunyi [i], [i:], [ĩ], [ĩ:], [I], dan [Ĩ].
    Walaupun fonem tidak sama dengan bunyi ujaran, fonem diberi nama sesuai dengan nama bunyi yang merealisasikannya. Nama-namanya itu misalnya konsonan bilabial, konsonan geseran velar bersuara, vokal depan atas tak bundar, dan vokal belakang tangah bundar. Lambang yang digunakan pun sama dengan yang digunakan untuk melambangkan bunyi. Perbedaannya, lambang fonem ditaruh di antara dua garis miring, sedangkan lambang bunyi ditaruh dalam tanda kurung siku. Jadi, misalnya, /m/ adalah fonem konsonan sengauan bilabial, sedangkan [m] adalah bunyi konsonan sengauan bilabial.
    2. karena bahasa lisan adalah bahasa yang sangat pokok, yaitu yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia dan merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi.
    sedangkan bahasa tulisan hanyalah sebagai bahasa penjelas dari lisan, bahasa tulisan hanya suatu rekaman dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3. karena ilmu2 ini mempunyai hubungan yang sangat erat jika kita berbicara tentang linguistik, maka kita harus memahaminya semua.
    Disetiap subdisplin dijelaskan tentang isi penting (pokok) dari linguistik. Dari fonologi, kita mempelajari tentang bunyi-bunyi bahasa, morfologi mempelajari struktur kata , bagian , serta cara pembentukannya; sintaksis mempelajari satuan kata , satuan lain diatas kata , hubungan satu dengan yang lain , dan cara penyusunannya sehingga menjadi sebuah ujaran; dan semantik mempelajari makna yang bersifat leksikal , gramatikal , dan kontekstual.
    4. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    >Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    >Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    >Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  87. 19/4A

    1) Sebutkanciri-ciri linguistik abad ke 19?
    ^Adanya penelitian bahasa dilakukan terhadap bahasa-bahasa di Eropa baik bahasa2 roman maupun non roman
    ^Bidang utama penelitian adalah linguistik historis komparatif
    ^Pendekatan bersifat optimis, unsur bahasa yang diteliti tidak di hubungkan dengan unsur lainnya, misalnya penelitian tentang kata yg tidak dihubungkan dengan frase atau kalimat

    2)Bahasa lisan menjadi primer dalam ilmu linguistik di karenakan bahasa adalah sistem bunyi, pada dasarnya bhasa itu berupa bunyi. dan sistem tanda. sedangkan Tanda adalah hal yang menimbulkn reaksi yg sama bila orang menanggapi dengan cara mendengar, melihat dan sebagainya/apa yg diwakilinya itu. tulisan juga merupan turunan belaka dari bunyi bahasa

    3) iLmu yg mempelajari tentang bunyi disebut fonetik, sedangkan bunyi bahasa diuraikan fonologi atau fonemik. ilmu yg mengkaji tentang makna disebut semantik. Leksikon , gramatika, dan fonologi sebagai tiga bagian dari struktur bahasa, oleh sebab itu juga menyangkut aspek semantik dan aspek fonetis. Subsistem atau struktur leksikon mencakup perbendaharaan kata. Subsistem gramatika atau tata bahasa terbagi atas morfologi dan sintaksis. Subsistem morfologi mencakup kata, bagian-bangiannya, dan proses pembentukannnya. Subsistem sintaksis mencakup satuan-satuan yg lebih besar dari kata, seperti frasa,klausa,kalimat dan hubungan diantara satuan2 itu. Subsistem fonologi mencakup segi2 bunyi bahasa , baik yg berkaitan dg ciri2nya yg diteliti maupun yg bersangkutan dengan fungsinya dalam komunikasi. Dikarenakan bahasa selalu diungkapkan dlam konteks ada unsur2 tertentu yg menyebabkan serasi tidaknya sistem bahasa atau ekstratruktural itu disebut pragmatik.
    dari pembagian di atas maka di dapat bahwa ada 5 tataran linguistik
    1. Fonetik/Fonologi
    2. Morfologi
    3. Sintaksis
    4, Semantik
    5. Pragmatik

    4)manfaat mempelajari sintaksi dalam bhaasa arab yaitu merupakan bagian sintaksis yg mempelajari morfem, dalam menyusun kata.
    manfaat mempelajari fonologi untuk mempermudah mengetahui bunyi dalam pengucapanya.
    manfaat mempelajari morfologi untuk mengetahui perubahan makna
    manfaaat mempelajari semantik yakni untuk mempermudah mempelajari kesulitan-kesulitan dalam makna.

  88. 03/4A ADIAN FANANI
    1.sebutkan tiga tahap perkembangan dalam disiplin ilmu linguistic? Jelaskan?
    Tahap pertama, yakni tahap spekulasi, dalam tahap ini pembicaraan ,mengenai sesuatu dan cara mengambil kesimpulan dilakukan dengan sikap spekulatif. tanpa didukung oleh bukti-bukti empiris dan dilaksanakan tanpa menggunakan prosedur-prosedur tertentu.
    Tahap kedua adalah tahap observasi dan klasifikasi dengan cara mengumpulkan dan menggolong-golongkan segala fakta bahasa dengan teliti tanpa memberi teori atau kesimpulan di dalamnya
    Tahap ketiga adalah tahap perumusan teori. Tahapan ini memerlukan bukti emperis Kemudian dalamnya dirumuskan hipotesa atau hipotesis-hipotesis yang mendukung ke benaran bahasa dan menjadi bukti atas fakta-fakta yang ada.

    2. Bahasa lisan / primer / dikarnakan manusia dilahirkan pertama kali dapat menguasai bahasa lisan dari pada tulisan, lisan merupakan bentuk dari pengucapan bahasa itu sendiri, yang sangat berkaitan antara bentuk kata, mimik wajah, intonasi dan gerak tubuh. dan akan menjadikan bahasa lisan lebih bermakna dan mudah dicerna orang lain.
    Sedangkan bahasa tulis /sekunder/ adalah implementasi dari bahasa lisan yang ditungkan diatas kertas dan telah melwati tahapan tahapan pemilihan bahasa termasuk Perumusan Teori dalam bahasa

    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic masing-masing mempunyai kajian yang mendalam tentang bahasa, dan mereka saling mendukung antara subdisplin, dan ilmu linguistic menjadi induk dari empat subdisiplin tersebut

    4. dalam linguistik manfaat mempalajari fonologi berguna untuk mengetahui kebenaran dan kesalahan suatu kata dalam bahasa arab serta ketepatan pada pemilihan kata dalam suatu kalimat.
    Manfaat mempelajari morfologi untuk mengurangi kesalan dalam kata mengetahui kata yang tepat dan memahami makna setiap kata.
    Manfaat mempelajari sintaksis ialah untuk mengatahui pola dalam suatu kalimat dan juga bentuk struktur kalimat tersebut.
    Manfaat mempelajari semantic ialah untuk memahami makna yang diinginkan dalam suatu bentuk kalimat

  89. 13/4D
    1) jelaskan secara singkat apa yang kamu ketahui tentang linguistik forensik dan linguisti edukasional ?
    jawab: * Linguistik forensik adalah salah satu cabang linguistik terapan yang sangat berkaitan dengan hukum. Cabang linguistik ini baru berkibar sekitar tahun 1980-an. Pada tahun 1990-an cabang ini sudah mapan, seiring dengan makin banyak pengacara yang mengakui keberadaan para ahli linguistik forensik yang sangat membantu dalam memberikan pembuktian dalam persidangan. dan * linguistik edukasional juga dikenal dengan nama linguistik pedagogis. Kajian ini pada awalnya berfokus pada penggunaan bahasa-ibu sebagai bahasa pengantar di sekolah. Namun akhir-akhir ini, lebih pada pemilihan dan penggunaan bahasa yang dipakai sebagai bahasa pendidikan pada tataran nasional.
    2) bahasa lisan disebut bahasa primer karena merupakan suatu hal yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.
    3) objek kajian linguistik yaitu bahasa. bahasa merupakan suatu yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan kehidupan manusia bermasyarakat dan kegiatannya sangat luas. untuk menghindari kerancuan maka subdisiplin linguistik di tinjau dari objek kajiannya di bagi atas: 1. fonologi, yaitu mengkaji ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya dan fungsi dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. 2. morfologi, yaitu mengkaji struktur kata, bagian-bagiannya serta cara pembentukanny. 3. sintaksis, yaitu mengkaji satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. 4. semantik, yaitu mengkaji makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual, dan 4 subdisiplin itulah yang merupakan pokok dalam mempelajari bahasa.
    4) dengan mempelajari fonologi yang dalam bahasa arab dikenal ilmu ashwat, morfologi dikenal dengan ilmu shorof, sintaksis dikenal dengan ilmu nahwu, dan semantik dikenal dengan ilmu dalaalah, maka kita akan dapat mempelajari bahasa arab dengan baik. karena 4 subdisiplin tersebut merupakan inti pokok dalam mempelajari bahasa.

  90. UJIAN AKHIR SEMESTER
    NAMA : MIFTAHUL KHOIRIYAH
    NIM : A51211106
    KELAS : 4D
    ABSEN : 4
    MK : ILMU LUGHOTUL ‘AM
    DOSEN : KAMAL YUSUF, M. Hum

    JAWABAN SOAL
    1. Apa manfaat mempelajari ilmu lughotul ‘am? Manfaatnya sangat banyak karena lughotul ‘am (linguistik umum) mempelajari linguistik menyeluruh secara umum yang mana didalamnya terdapat berbagai macam sub-sub disiplin ilmu, fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak. Sepertihalnya fonologi, simantik, sintaksis dan morfologi juga banyak lainnya.

    2. bahasa lisan adalah primer dan bahasa tulisan adalah sekunder. Karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Artinya, bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer, sedangkan bahasa tulis hanya sekunder.
    3. ilmu linguistik terbagi atas beberapa subdisiplin ilmu. Mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak.
    4. Manfaat belajar mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan simantik dalam mempelajari bahasa arab adalah sebagai berikut:
    Fonologi (ilmu aswat), yaitu ilmu tentang bunyi. Maka dengan mempelajari ini kita akan tau sumber-sumber bunyi dan bagaimana proses terjadinya, begitu juga bagaimana pelafalan nada yang benar yang sesuai dengan kaidah yang baku. Dengan fonologi juga kita akan melafalkan suatu kata yang kita maksut dengan nada yang tepat, dengan nada tepat itulah kita bisa memahamkan ujaran kita pada seseorang.
    Morfologi atau ilmu shorof. Dengan morfologi (ilmu shorf) kita dapat mengetahui perubahan bentuk kata yang mana perubahan tersebut sangat mempengaruhi makna, karena morfem ditemukan dengan jalan memperbandingkan satuan-satuan ujaran yang mengandung kesamaan dan pertentangan, yakni kesamaan dan pertentangan dalam bentuk (fonologis) dan dalam makna. Morfologi menelaah struktur intern kata.
    Sintaksis (ilmu nahwu). Dengan ilmu Sintaksis kita mampu untuk membangun frasa atau kalimat yang berasal dari kata. Karena sintaksis merupakan bagian dari subsistem tata bahasa atau gramatika. sintaksis menelaah struktur (urutan kata) satuan
    bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari kata hingga kalimat. Dengan kata lain, sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antar kata.
    Simantik (ilmu dalalah), dengan ini kita akan mengetahui makna tanda bahasa. Sebagaiman contoh kitab (k-i-t-a-b). Karena semantik mengkaji makna tanda bahasa, yaitu kaitan antara konsep dan tanda bahasa yang melambangkannya.

  91. 10/4a
    jawaban:
    1. Sebutkan 4 (empat) cabang dari linguistik!
    4 (empat) cabang linguistik meliputi:
    a). Fonetik (Aswat)
    b). Sintaksis (ilmu nahwi)
    c). Morfologi (bentuk)
    d). Semantik (makna)
    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer karena bahasa yang dilisankan inilah yang pertama- tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan merupakan bahasa sekunder karena pada dasarnya bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan.
    3. karena mengingat bahwa objek linguistik, yaitu bahasa, merupakan fenomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat, sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistik itu pun menjadi sangat banyak, dan apabila linguistik dibagi atas subdisiplin tersebut akan memudahkan bagi yang belajar serta memahaminya.
    4. Idealnya, setiap ilmu mengandung manfaat bagi kehidupan manusia. Demikian juga halnya dengan linguistik. Ilmu ini, setidaknya bisa memberikan manfaat langsung bagi mereka yang berkecimpung dalam hal kebehasaan, baik linguis itu sendiri, guru bahasa, penerjemah, penyusun buku, jurnalis, penyusun kamus, atau bahkan politikus, juga diplomat.

    Bagi linguis, pengetahuan yang luas dan mendalam tentang linguistik tentu bisa sangat membantu dalam menjalankan tugasnya. Bagi peneliti, kritikus, dan peminat sastra linguistik akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik, karena bahasa yang menjadi objek bahasan linguistik itu merupakan wadah pelahiran karya sastra. Pemahaman karya sastra dengan baik tidak akan mungkin tanpa dilandasi pengetahuan seputar hakekat dan struktur bahasa dengan baik pula. Apalagi jika mengingat bahwa karya sastra menggunakan ragam bahasa khusus yang berbeda dengan ragam bahasa umum.

    Demikian juga kiranya fungsi linguistik bagi guru, terutama guru bahasa. Pengetahuan linguistik sangat penting, baik dari subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, semantik, leksikologi, sampai dengan pengetahuan mengenai hubungan bahasa dengan kemasyarakatan dan kebudayaaan. Bagaimana mungkin seorang guru bahasa dapat melatih keterampilan berbahasa jika dia tidak menguasai fonologi; dapatkan dia melatih keterampilan menulis jika tidak menguasai ejaan, morfologi, sintaksis, semantik, dan leksikologi. Selain itu, sebagai guru bahasa, dia bukan hanya melatih keterampilan berbahasa, tapi juga harus menerangkan kaidah-kaidah bahasa yang diajarinya dengan benar.

  92. 31/4B
    1.) kenapa di masa antara lahirnya linguistik modern dengan masa berakhirnya masa Renaisans merupaka satu tonggak yang sangat penting dalam sejarah studi bahasa? Dan siapa yang menyatakan hal tersebut?
    Jawab : karena tonggak yang dianggap sangat penting itu mempunyai hubungan kekerabatan antara bahasa Sanskerta denga bahasa-bahasa Yunani, Latin, dan bahasa-bahasaa Jerman lainnya. Dinyatakan oleh Sir William Jones dari East India Company di hadapan The Royal Asiatic Society di Kalkuta pada tahun 1786.
    2.) Karena dalam kajian prioritas ilmu linguistik bahasa lisan merupakan bahasa primer yang mana dalam ilmu linguistik itu sendiri melihat bahasa dari apa yang diucapkan, dilisankan, dan yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan untuk bahasa tulisan merupakan “rekaman” bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk “menyimpan” bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Hal ini harus sangat hati-hati dan penuh pemikiran karena peluang terjadi kesalahan dan kesalah pahaman dalam bahasa tulisan itu sangat besar karena bila terjadi kesalahan tidak bisa langsung diperbaiki seperti pada bahasa lisan.
    3.) Karena bidang-bidang tersebut merupakan struktur dasar pengetahuan linguistik untuk memahami bunyi bahasa, sedangkan ilmu linguistik tidak hanya menyelidiki salah satu bahasa saja tetapi juga menyangkut berbagai bahasa pada umumnya, yang mana dalam pembagian ini akan memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami tentang ilmu linguistik secara mendalam.
    4.) Manfaat fonologi ( علم الأصوات ) dalam mempelajari bahasa arab adalah kita dapat mengetahui dan memahami ciri-ciri bunyi dalam berbahasa. Bunyi bahasa yang dapat membedakan arti dalam bahasa lisan ataupun tulisan yang digunakan oleh manusia. Bunyi- bunyi yang kita ucapakan dapat dipahami pendengar maupun pembaca, sehingga dapat tercapai kebenaran dan maksud dalam pengucapannya, karena fonologi merupakan ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    Manfaat morfologi ( علم الصرف ) dalam mempelajari bahasa arab adalah kita dapat mengetahui dan memahami bentuk-bentuk kata, dan juga cara-cara membentuk, membuat, mengubah, menambah dan mengurangi dalam suatu kata dari bentuk asalnya, dan juga perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat sintaksis ( علم النحو ) dalam mempelajari bahasa arab adalah kita dapat mengetahui dan memahami struktur kalimat, dan juga dapat mengetahui kedudukan kata dalam suatu kalimat.
    manfaat semantic ( علم الدلالة ) dalam mempelajari bahasa arab adalah kita dapat mengetahui dan memahami hakikat makna dalam suatu kata dan juga mempermudah kita untuk mengetahui makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiem dan ungkapan. Oleh karena itu, kita baru dapat menentukan makna sebuah kata apabila kata itu sudah berada dalam konteks kalimatnya.

  93. 27/4B
    .
    . 1. Apa yang dimaksud
    linguistik sinkronik dan
    linguistik diakronik?
    Jawab: Linguistik sinkronik
    adalah subdisiplin linguistik
    yang mengkaji bahasa pada
    masa terbatas. Yakni
    mendiskripsikan bahasa
    secara apa adanya pada
    suatu masa tertentu.
    Linguistik Diakronik adalah
    subdisiplin linguistik yang
    mengkaji bahasa pada masa
    yang tidak terbatas, bisa
    sejak awal kelahiran bahasa
    itusampai zaman punahnya
    bahasa tersebut.
    2. Karena bahasa lisan
    (primer) merupakan bahasa
    sehari-hari yang digunakan
    manusia dalam
    berkomunikasi. bahasa
    lisan bisa diungkapkan
    dengan tinggi rendahnya
    suara atau tekanan, air
    muka, gerak tangan atau
    isyarat untuk
    mengungkapkan apa yang
    ingin disampaikan. Bahasa
    lisan ini lebih ekspresif
    dimana mimik, intonasi dan
    gerakan tubuh dapat
    bercampur menjadi satu
    untuk mendukung
    komunikasi yang dilakukan,
    sedangkan bahasa tulisan
    (sekunder) merupakan
    rekaman dari bahasa lisan
    yang dituntut adanya
    kelengkapan unsur tata
    bahasa seperti bentuk kata
    ataupun susunan kalimat,
    ketepatan pilihan kata,
    kebenaran penggunaan
    ejaan dan penggunaan
    tanda baca dalam
    mengungkapkan ide.
    3. ilmu linguistic dibagi atas
    4 subdisiplin daiantaranya
    fonologi, morfologi,
    sintaksis, dan semantic.
    Kita akan sulit mempelajari
    jika tidak ada
    pengelompokan dalam sub-
    sub bab, karena linguistic
    dalam hal ini bersifat
    umum. Maka, dengan
    adanya 4subdisiplin
    tersebut kita akan terfokus
    pada suatu bab tertentu
    secara mendetail.
    4. Manfaat mempelajari
    Fonologi, Morfologi,
    Sintaksis dan Simantik
    dalam bahasa arab adalah:
    • Fonologi atau di dalam
    bahasa arab adalah ilmu
    Aswat untuk mengetahui
    ciri-ciri bunyi bahasa, dan
    cara terjadinya bunyi
    pelafalan suatu kata dalam
    berbahasa arab, dan
    mempunyai fungsi dalam
    sistem kebahasaan secara
    keseluruhan.
    • Morfologi atau di dalam
    bahasa arab adalah ilmu
    Sharf untuk mengetahui
    struktur kata, pembagian
    kata, cara
    pembentukannya, untuk
    menghindari dari kesalahan
    kesalahan pembuatan
    kalimat, dan perubahan
    perubahan bentuk kata.
    • Sintaksis atau di dalam
    bahasa arab adalah ilmu
    Nahwu untuk mengetahui
    struktur kalimat, serta cara
    penyusunannya sehingga
    sehingga menjadi kalimat
    yang baik dan benar.
    • Semantik atau di dalam
    bahasa arab adalah ilmu
    Dalalah untuk mengetahui
    makna bahasa yang baik,
    mengetahui makna dan
    mencari asal mula kata dan
    arti suatu kata dalam
    bahasa arab.

  94. BSA
    33/4B
    1. apa yang kamu ketahui tentang a. morfem bebas dan terikat? b. morfem utuh dan terbagi? jawaban
    A.Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang, henti, gaul, dan , baur termasuk morfem terikat. Sebab meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. Kedua, bentuk seperti baca, tulis, dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata, sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta), kerontang (kering kerontang), hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga, termasuk morfem terikat. Keempat, bentuk seperti ke, daripada, dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Kelima disebut klitika. Klitka adalah bentuk singkat, biasanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan.
    B. Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan kesatuan utuh. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. Pertama, semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan, harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Kedua, ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar.

    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
    Suatu bangsa bisa saja memiliki dialek yang berbeda-beda. Dialek dapat terbentuk oleh karena faktor geografis (tempat/daerah yang berbeda-beda), faktor sosial (dalam pergaulan sehari-hari/dalam suatu kelompok pergaulan), atau pun oleh karena faktor yang lainnya. Perbedaan dialek yang satu dengan yang lainnya dapat dilihat berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapannya.

    Sebagai contoh pada Ragam Bahasa Indonesia dari faktor geografis, orang Jawa berbincang-bincang dengan orang Batak menggunakan bahasa Indonesia, namun kita tetap dapat membedakan mana yang orang Jawa, dan mana yang orang Batak meski bahasa yang mereka gunakan sama. Dari faktor sosial contohnya, ketika Arif sedang berbicara dengan atasannya atau di ruang rapat, ia menggunakan bahasa yang formal, namun ketika sedang bersama teman-teman lamanya, ia berbicara dengan bahasa nonformal (seperti bahasa gaul) untuk menciptakan suasana keakraban dan tidak kaku.
    Penggunaan bahasa yang sama dengan dialek yang berbeda-beda seperti contoh di atas inilah yang disebut dengan Ragam Bahasa.

    Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Ragam Bahasa
    Ada banyak hal yang dapat menyebabkan keragaman suatu bahasa, berikut penjelasannya :
    1. Faktor Usia
    Terlihat perbedaan cara bicara dari anak-anak kecil, para remaja, dan orang tua. Pada anak-anak masih terdapat tata bahasa yang kurang tersusun dengan rapih, dan masih sangat sederhana. Pada remaja umumnya menggunakan bahasa gaul. Sedangkan pada orang tua/dewasa tata bahasanya sudah lebih rapih dan lebih sopan meskipun bahasa yang digunakan tidak formal.

    Atau terlihat juga keragaman tersebut ketika seseorang berbicara dengan orang yang usianya lebih tua, akan lebih sopan dibandingkan berbicara dengan teman sebaya.

    2. Faktor Gender
    Contohnya, ketika bapak-bapak berkumpul dan mulai berbincang-bincang diperbandingkan dengan ketika ibu-ibu yang berkumpul sangat terlihat jelas perbedaannya.
    Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa perbedaan gender (pria/wanita) dapat mempengaruhi perbedaan pada fonologis, gramatikal, dan sintaksis/morfologis bahasa.

    3. Faktor Tingkat Pendidikan
    Misalnya, orang yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD akan berbeda ragam bahasanya dengan orang yang mengenyam pendidikan hingga sarjana, disebabkan oleh perbedaan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki.
    4. Faktor Profesi/Jabatan
    Ilustrasinya, perbedaan cara bicara OB dengan Manajer

    5. Faktor Budaya Daerah
    Bahasa lahir dari budaya. Budaya masing-masing daerah yang berbeda melahirkan bahasa daerah dengan logatnya masing-masing. Ketika 2 orang yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa daerah bertemu dan menggunakan 1 bahasa yang sama, tetap terdapat perbedaan dialek di antara mereka. Ilustrasinya telah saya berikan di awal pembahasan, mengenai orang Jawa dan orang Batak yang menggunakan bahasa Indonesia.

    6. Faktor Bidang yang Ditekuni
    Misalnya, orang yang menekuni bidang kimia mengerti dengan istilah-istilah kimia, namun orang awam belum tentu mengerti dengan istilah tersebut.

    7. Faktor Lingkungan Sosial
    Di awal pembahasan saya juga telah memberikan ilustrasinya, yaitu Arif yang berbicara dengan atasan berbeda dengan ketika ia berbicara dengan teman lamanya, tergantung kepada siapa lawan bicaranya.

    3. Pembagian atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam, dan dari penjelasan itu maka terdapat perbedaan aspek masing2 dalam ilmu bahasa.

    4. jelas manfaatnya sangat banyak diantara fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. yaitu dalam segi aspek
    A. Aspek fonologi (ilmu aswat) adalah ilmu yang mempelajari cata pengucapan, penyampaian dan penghasilan bahasa sebagai sebuah karakter umum yang terdapat dalam semua bahasa.
    B. Aspek morfologi (ilmu shorof) Ilmu ini merupakan bagian dari sintaksis yang mempelajari morfem. Dimana morfem itu mungkin kata, sebagian dari kata, awalan, sisipan atau akhiran serta mungkin perubahan shighat (bentuk kata), seperti perubahan dari aktif kepasif, bahkan kadang-kadang morfem itu terdiri dari satu fonem atau lebih, pseperti kata قال adalah morfem, tetapi huruf mudhoro’ah juga morfem, atau pada kata ضربوا yang mana و pada kata tersebut morfem karena menunjukkan jama’, tetapi ia juga fonem yang mempunyai nilai bunyi u (panjang).
    C. Aspek Sintaksis dalam bahasa Arab ilmu ini dikenal dengan “ilm al-Nahi/Qawa’id, dimana ilmu ia mempelajari bagaimana pemakaian kata dalam kalimat, pembentukan susuna kalimat dengan tepat dan benar. Untuk lebih jelas al-Jurjani, mengatakan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mengandung sejumlah kaidah yang digunakan untuk mengetahui posisi kata bahasa Arab dalam kalimat, seperti i’rab, bina dan lain-lain, atau ilmu yang memiliki sejumlah ketentuan untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah kalimat. Oleh Harimurti Kridalaksana, sintaksis adalah pengeturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar dari itu dalam bahasa satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.
    D. Aspek Pembahasan dan penelitian tentang semantik (makna) merupakan satu taran dalam linguistik. Namun perlu diketahui bahwa semantik dalam tataran pembahasan fonologi, morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Sebaba secara hierarkial satuan bahasa yang disebut wacana yang dibangun oleh kalimat; satuan kalimat dibangun oleh klausa; satuan klausa dibangun oleh frase; satuan frase dibangun oleh kata; satuan kata dibangun oleh morfem; satuan morfem dibangun oleh fonem, dan satuan fonem dibangun oleh fon atau bunyi. Dengan demikian obyek semantik yakni makna dan berada diseluruh atau semua tataran dengan bangunan-bangunan yang ada, yaitu berada dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis.

  95. BSA
    33/4B
    1. apa yang kamu ketahui tentang a. morfem bebas dan terikat? b. morfem utuh dan terbagi? jawaban
    A.Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang, henti, gaul, dan , baur termasuk morfem terikat. Sebab meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. Kedua, bentuk seperti baca, tulis, dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata, sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta), kerontang (kering kerontang), hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga, termasuk morfem terikat. Keempat, bentuk seperti ke, daripada, dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Kelima disebut klitika. Klitka adalah bentuk singkat, biasanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan.
    B. Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan kesatuan utuh. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. Pertama, semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan, harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Kedua, ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar.

    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
    Suatu bangsa bisa saja memiliki dialek yang berbeda-beda. Dialek dapat terbentuk oleh karena faktor geografis (tempat/daerah yang berbeda-beda), faktor sosial (dalam pergaulan sehari-hari/dalam suatu kelompok pergaulan), atau pun oleh karena faktor yang lainnya. Perbedaan dialek yang satu dengan yang lainnya dapat dilihat berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapannya.

    Sebagai contoh pada Ragam Bahasa Indonesia dari faktor geografis, orang Jawa berbincang-bincang dengan orang Batak menggunakan bahasa Indonesia, namun kita tetap dapat membedakan mana yang orang Jawa, dan mana yang orang Batak meski bahasa yang mereka gunakan sama. Dari faktor sosial contohnya, ketika Arif sedang berbicara dengan atasannya atau di ruang rapat, ia menggunakan bahasa yang formal, namun ketika sedang bersama teman-teman lamanya, ia berbicara dengan bahasa nonformal (seperti bahasa gaul) untuk menciptakan suasana keakraban dan tidak kaku.
    Penggunaan bahasa yang sama dengan dialek yang berbeda-beda seperti contoh di atas inilah yang disebut dengan Ragam Bahasa.

    Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Ragam Bahasa
    Ada banyak hal yang dapat menyebabkan keragaman suatu bahasa, berikut penjelasannya :
    1. Faktor Usia
    Terlihat perbedaan cara bicara dari anak-anak kecil, para remaja, dan orang tua. Pada anak-anak masih terdapat tata bahasa yang kurang tersusun dengan rapih, dan masih sangat sederhana. Pada remaja umumnya menggunakan bahasa gaul. Sedangkan pada orang tua/dewasa tata bahasanya sudah lebih rapih dan lebih sopan meskipun bahasa yang digunakan tidak formal.

    Atau terlihat juga keragaman tersebut ketika seseorang berbicara dengan orang yang usianya lebih tua, akan lebih sopan dibandingkan berbicara dengan teman sebaya.

    2. Faktor Gender
    Contohnya, ketika bapak-bapak berkumpul dan mulai berbincang-bincang diperbandingkan dengan ketika ibu-ibu yang berkumpul sangat terlihat jelas perbedaannya.
    Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa perbedaan gender (pria/wanita) dapat mempengaruhi perbedaan pada fonologis, gramatikal, dan sintaksis/morfologis bahasa.

    3. Faktor Tingkat Pendidikan
    Misalnya, orang yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD akan berbeda ragam bahasanya dengan orang yang mengenyam pendidikan hingga sarjana, disebabkan oleh perbedaan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki.
    4. Faktor Profesi/Jabatan
    Ilustrasinya, perbedaan cara bicara OB dengan Manajer

    5. Faktor Budaya Daerah
    Bahasa lahir dari budaya. Budaya masing-masing daerah yang berbeda melahirkan bahasa daerah dengan logatnya masing-masing. Ketika 2 orang yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa daerah bertemu dan menggunakan 1 bahasa yang sama, tetap terdapat perbedaan dialek di antara mereka. Ilustrasinya telah saya berikan di awal pembahasan, mengenai orang Jawa dan orang Batak yang menggunakan bahasa Indonesia.

    6. Faktor Bidang yang Ditekuni
    Misalnya, orang yang menekuni bidang kimia mengerti dengan istilah-istilah kimia, namun orang awam belum tentu mengerti dengan istilah tersebut.

    7. Faktor Lingkungan Sosial
    Di awal pembahasan saya juga telah memberikan ilustrasinya, yaitu Arif yang berbicara dengan atasan berbeda dengan ketika ia berbicara dengan teman lamanya, tergantung kepada siapa lawan bicaranya.

    3. Pembagian atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam, dan dari penjelasan itu maka terdapat perbedaan aspek masing2 dalam ilmu bahasa.

    4. jelas manfaatnya sangat banyak diantara fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. yaitu dalam segi aspek
    A. Aspek fonologi (ilmu aswat) adalah ilmu yang mempelajari cata pengucapan, penyampaian dan penghasilan bahasa sebagai sebuah karakter umum yang terdapat dalam semua bahasa.
    B. Aspek morfologi (ilmu shorof) Ilmu ini merupakan bagian dari sintaksis yang mempelajari morfem. Dimana morfem itu mungkin kata, sebagian dari kata, awalan, sisipan atau akhiran serta mungkin perubahan shighat (bentuk kata), seperti perubahan dari aktif kepasif, bahkan kadang-kadang morfem itu terdiri dari satu fonem atau lebih, pseperti kata قال adalah morfem, tetapi huruf mudhoro’ah juga morfem, atau pada kata ضربوا yang mana و pada kata tersebut morfem karena menunjukkan jama’, tetapi ia juga fonem yang mempunyai nilai bunyi u (panjang).
    C. Aspek Sintaksis dalam bahasa Arab ilmu ini dikenal dengan “ilm al-Nahi/Qawa’id, dimana ilmu ia mempelajari bagaimana pemakaian kata dalam kalimat, pembentukan susuna kalimat dengan tepat dan benar. Untuk lebih jelas al-Jurjani, mengatakan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mengandung sejumlah kaidah yang digunakan untuk mengetahui posisi kata bahasa Arab dalam kalimat, seperti i’rab, bina dan lain-lain, atau ilmu yang memiliki sejumlah ketentuan untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah kalimat. Oleh Harimurti Kridalaksana, sintaksis adalah pengeturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar dari itu dalam bahasa satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.
    D. Aspek Pembahasan dan penelitian tentang semantik (makna) merupakan satu taran dalam linguistik. Namun perlu diketahui bahwa semantik dalam tataran pembahasan fonologi, morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Sebaba secara hierarkial satuan bahasa yang disebut wacana yang dibangun oleh kalimat; satuan kalimat dibangun oleh klausa; satuan klausa dibangun oleh frase; satuan frase dibangun oleh kata; satuan kata dibangun oleh morfem; satuan morfem dibangun oleh fonem, dan satuan fonem dibangun oleh fon atau bunyi. Dengan demikian obyek semantik yakni makna dan berada diseluruh atau semua tataran dengan bangunan-bangunan yang ada, yaitu berada dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis. sekian

  96. 33/4D
    1. apa yang menjadi batasan keproduktifan bahasa? Jelaskan!
    ada dua macam keterbatasan keproduktifan bahasa, yaitu keterbatasan pada tingkat parole dan keterbatasan pada tingkat langue. Keterbatasan pada tingkat parole adalah pada ketidaklaziman atau kebelumlaziman bentuk-bentuk yang dihasilkan. Sedangkan keterbatasan Pada tingkat langue keproduktifan itu dibatasi karena kaidah atau sistem yang berlaku.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Karena hakikat bahasa adalah bunyi. Yang disebut bahasa dalam linguistik yang primer adalah yang diucapkan, bahasa yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman dari bahasa lisan.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Karena dengan adanya pembagian subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik lebih mempermudah untuk kita dalam mempelajari linguistik yang memiliki cakupan yang sangat luas.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    > Fonologi menganalisai ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    > Morfologi menganalisa struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    > Sintaksis menganalisa satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran
    > Semantik menganalisa makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  97. 26/6C
    jawaban:
    1). apakah pengertian linguistik umum? linguistic adalah bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objek kajiannya.Linguistik berasal dari bahasa latin yaitu lingua adalah bahasa ,sedangkan istilah dari prancislinguistik adalah linguistique ,dari bahasa inggris adalah linguistics.Pakar linguistic di sebut juga Linguis.
    2).bahasa lisan disebut bahasa primer karena merupakan suatu hal yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder merupakan mediasi atau pendukung bahasa tulisan yang mana bisa dinikmati banyak orang. berbentuk tulisan atau karya seorang penulis. jadi keduanya sangatlah melengkapi. dan tidak bisa dipisahkan.
    3). untuk memudahkan seseorang dalam mempelajari bahasa,karena setiap bahasa mempunyai fungsi masing-masing. kenapa hanya mencakup subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. ke-empat subdisiplin tersebut sudah mewakili semua macam ilmu yang membahas tentang bahasa. oleh karena itu, tanpa mempelajari subdisiplin ilmu tersebut seseorang akan kesulitan dalam mempelajari suatu bahasa.
    4). manfaat dari mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab: 1. mengacu pada sistem bunyi bahasa (fonologi/ilmu aswat), 2. banyak mengacu pada analisis unsur-unsur pembentuk kata(morfologi/ilmu sharaf), 3. mengacu pada analisis frasa dan kalimat(sintaksis/ilmu nahwu), 4. membahas mengenai makna bahasa. Analisis makna dalam hal ini mulai dari suku kata sampai kalimat(semantik/ilmu dalalah).

  98. 10/4B
    1. Apa yang dimaksud dengan Ilmu Lengustik dan Jelaskan dengan Manfaatnya?
    Jawab :
    A. Pengertian Linguistik: Kata linguistic (linguistics-Inggris) berasal dari bahasa Latin “lingua” yang berarti bahasa. Dalam bahasa Perancis “langage-langue”; Italia “lingua”; Spanyol “lengua” dan Inggris “language”. Akhiran “ics” bahasa linguistics berfungsi untuk menunjukkan nama sebuah ilmu, yang berarti ilmu tentang bahasa, sebagaimana istilah economics, physics dan lain-lain. Menurut Pringgodigdo dan Hasan Shadili, sebagaimana dikutip oleh Mansoer Pateda, “linguistic adalah penelaahan bahasa secara ilmu pengetahuan”. Sedangkan AS Hornby membagi kata linguidtics ke dalam dua kategori, sebagai kata sifat dan kata benda. Linguistics sebagai kata sifat berarti “the study of language and languages”. Sedangkan linguistics sebagai kata benda, berarti “the science of language; methods of learning and studying languages”. Dengan demikian,linguistik menurut AS Hornby berarti ilmu bahasa atau metode mempelajari bahasa.
    B. Beberapa manfaat yang bisa diambil antara lain:
    1) Linguistik –termasuk juga psikolinguistik dan sosiolinguistik- membekali guru tentang teori-teori seputar hakikat bahasa, proses berbahasa, pemerolehan bahasa, penggunaan bahasa secara aktual dalam komunikasi sehari-hari dan lain-lain yang bisa dijadikan asumsi dasar atau panduan dalam menentukan pendekatan, metode dan teknik pembelajaran bahasa termasuk di dalamnya adalah pengorganisasian materi.
    2) Linguistik membekali guru dengan kemampuan untuk menganalisis aspek-aspek bahasa (fonologi, morfologi, sintaksis, semantik) yang berguna dalam mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran bahasa.
    3) Pada dasarnya metodologi pengajaran bahasa adalah cabang linguistik terapan yang menitikberatkan perhatiannya pada kemungkinan teori-teori linguistik dipakai, dimanfaatkan atau dipraktekkan dalam proses pembelajarn bahasa. Dalam bahasa Jos Daniel Parera, ada istilah yang disebut “linguistik edukasional” yang diartikan sebagai suatu cabang linguistik terapan yang khusus menganalisis, menerangkan dan menjelaskan tentang praktek pelaksanaan pengajaran bahasa yang berlandaskan teori-teori kebahasaan.
    4) Idealnya, seorang guru bahasa (asing) adalah juga seorang linguis atau praktisi/penerap linguistik yang menguasai dengan baik bahasa siswa maupun bahasa asing yang diajarkannya dalam semua aspeknya.
    Perkembangan ilmu linguistik yang begitu cepat membawa perubahan-perubahan mendasar yang berkenaan dengan pengajaran bahasa. Ini berarti linguistik sangat berperan dalam memberikan arahan tentang berbagai metode pengajaran bahasa. Mengenai kaitan linguistik dan pengajaran bahasa, Soenardji menjelaskan sebagai berikut: Analisis ilmiah atas berbagai gejala yang terumuskan menjadi kaidah fonologik, morfologik dan sintaktis diproses menjadi bahan ajar dalam pengajaran bahasa. Hasil pembahasan akademik dan hasil penelitian yang punya bobot teoritik kebahasaan ditransfer menjadi dalil-dalil pemandu pemakaian bahasa yang baik dan benar melalui kegiatan pendidikan bahasa. Kalau kita umpamakan linguistik dan pengajaran sebagai dua kutub, maka antara dua kutub itu perlu adanya penyambung yang dapat melayani keduanya dengan sebaik-baiknya. Sarana pelayanan itu adalah suatu disiplin baru yang disebut linguistik terapan.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer dan bahasa tulisan bahasa sekunder?
    A. Mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer :
    Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan, air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau atau silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara atau target komunikasi. Bahasa lisan merupakan bahasa primer. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
    Suatu bangsa bisa saja memiliki dialek yang berbeda-beda. Dialek dapat terbentuk oleh karena faktor geografis (tempat/daerah yang berbeda-beda), faktor sosial (dalam pergaulan sehari-hari/dalam suatu kelompok pergaulan), atau pun oleh karena faktor yang lainnya. Perbedaan dialek yang satu dengan yang lainnya dapat dilihat berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapannya. Sebagai contoh pada Ragam Bahasa Indonesia dari faktor geografis, orang Jawa berbincang-bincang dengan orang Batak menggunakan bahasa Indonesia, namun kita tetap dapat membedakan mana yang orang Jawa, dan mana yang orang Batak meski bahasa yang mereka gunakan sama. Dari faktor sosial contohnya, ketika Arif sedang berbicara dengan atasannya atau di ruang rapat, ia menggunakan bahasa yang formal, namun ketika sedang bersama teman-teman lamanya, ia berbicara dengan bahasa nonformal (seperti bahasa gaul) untuk menciptakan suasana keakraban dan tidak kaku. Penggunaan bahasa yang sama dengan dialek yang berbeda-beda seperti contoh di atas inilah yang disebut dengan Ragam Bahasa. Dilihat dari Aspek Kebahasaan : Ragam bahasa: Ragam bahasa lisan: lafal, tata bahasa, kosakata, ejaan, Ragam lisan adalah bahasa yang diujarkan oleh pemakai bahasa. Kita dapat menemukan ragam lisan yang standar, misalnya pada saat orang berpidato atau memberi sambutan, dalam situasi perkuliahan, ceramah; dan ragam lisan yang nonstandar, misalnya dalam percakapan antarteman, di pasar, atau dalam kesempatan nonformal lainnya. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.
    B. bahasa tulisan bahasa sekunder?
    Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    Contoh Ragam bahasa lisan Ragam bahasa tulis
    1. Anto bilang kita harus makan 1. Anto mengatakan bahwa kita harus makan
    2. Ayah lagi baca Komik 2. Ayah sedang membaca komik
    3. Saya tinggal di Bojong 3. Saya bertempat tinggal di Bojong
    Ragam tulis adalah bahasa yang ditulis atau yang tercetak. Ragam tulis pun dapat berupa ragam tulis yang standar maupun nonstandar. Ragam tulis yang standar kita temukan dalam buku-buku pelajaran, teks, majalah, surat kabar, poster, iklan. Kita juga dapat menemukan ragam tulis nonstandar dalam majalah remaja, iklan, atau poster.
    Ragam bahasa Tulis :
    – Nia sedangmembaca surat kabar
    – Ari mau menulis surat
    – Namun, engkau tidak boleh menolak lamaran itu.
    – Mereka bertempat tinggal di Menteng
    – Jalan layang itu dibangun untuk mengatasi kemacetan lalu lintas.
    – Akan saya tanyakan soal itu.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik ? karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari Fonologi, morfologi, sintastik, dan semantik dalam mempelajari bahasa arab?
    A. Jelaskan manfaat mempelajari Fonologi
    mempelajari bahasa arab adalah sebagai pembeda yang dapat membedakan suara yang mengandung makna atau tidak dan pengidentifikasi kata-kata tertentu. Karena fonologi adalah ilmu yang mempelajari ciri-ciri bunyi bahasa, dan cara terjadinya.
    B. Morfologi
    Manfaat mempelajari Morfologi dalam bahasa arab : untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang kompleks. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    C. Sintaksis
    untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain. Karena sintaksis adalah ilmu yang mempelajari satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran.
    D. Semantik
    untuk mempermudah untuk mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantic adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  99. 06/BSA 4A

    1. apa hakikat linguistik
    Hakikat Linguistik menurut Ferdinan Dee Sanssure (Prancis)yang di anggap sebagai pelopor linguistic modern.
    Bukunya yang terkenal adalah Cours de linguistique generale (1916).
    Beberapa istilah yang digunakan olehnya adalah yang digunakan dalam linguistic, yaitu:
    1) Language.Adalah satu kemampuan berbahasa yang ada pada setiap manusia yang sifatnya pembawaan.
    2) Langue.Adalah mengacu pada suatu sitem bahasa tertentu yang ada dalam benak seseorang.
    3) Parole.Adalah ujaran yang di ucapkan atau di dengar oleh kita.

    2. bahasa lisan disebut bahasa primer karena keluar dari alat ucap manusia yang merupakan penyampaian dari maksud yang diinginkan manusia tersebut.
    bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena tulisan merupakan hasil rekaman dari bahasa primer yang terikat dengan ketata bahasaan yang tidak bisa menyampaikan maksud dari bahasa primer seutuhnya.

    3. karena subdisiplin yang terkandung pada linguistik telah mencakup seluruh aspek yang dipelajari dalam bahasa, seperti yang dikaji dalam lingkup linguistik adalah bahasa, dan juga untuk memudahkan dalam belajar ilmu linguistik seutuhnya, serta mengerti bagaimana penggunaan bahasa dan mengembangkan suatu bahasa melalui subdisiplin tersebut.

    4. Manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam bahasa arab adalah :
    1) fonologi digunakan untuk mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu.
    2) Morfologi digunakan untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta perubahan bentuk kata serta perubahan bentuk kata terhadap arti dan golongan kata.
    3) Sintaksis digunakan untuk mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa, yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat. Antara morfologi dengan sintaksis mempunyai persamaan dan perbedaan, yaitu persamaannya adalah sama – sama berdasar pada kata.
    4) Semantik yaitu untuk mngetahui makna bahasa yang baik yang bersifat leksikal gramatikal, ataupun kontekstual.
    Perbedaannya adalah sintaksis mempelajari wacana, kalimat,klausa, dan kelompok kata ( frase) sedangkan morfologi mempelajari kata, dan morfem lebih khusus. Semantik digunakan untuk mempelajari makna yang terkandung pada suatu bahasa, kode, atau jenis representasi lain.

  100. 31/4A
    Jawaban:
    1)jelaskan ciri-ciri hakikat bahasa!
    -bahasa adalah sebuah sistem,artinya bahasa itu dibentuk oleh sejumlah komponen yang berpola secara tetap dan dapat dikaidahkan.
    -bahasa berupa lambang-lambang dalm bentuk bunyi, artinya berbentuk bunyi yang lazim disebut bunyi ujar aatau bunyi bahasa. setiap lambang bahasa melambangkan sesuatu yang disebut makna atau konsep.
    -lambang bunyi bahasa bersifat arbiter yaitu hubungan antara lambang dengan yang dilambangkannya tidak bersifat wajib,bisa berubah
    -bahsa berupa produktif artinya sejumlah unsur yang terbatas namun dapat dibuat satuan-satuan ujaran yang hampir tidak terbatas.
    -bahasa bersifat dinamis bahasa tdk terlepas dari berbagai kemungkinan perubahan yang sewaktu waktu dapat terjadi.
    -bahasa beragam artinya bahasa digunakan oleh penutur yang heterogen yang mempunyai latar belakang sosial yag berbeda.
    bahsa bersifat manusiawi artinya bahasa sebagai alat komunikasi verbal yang hanya dimiliki manusia.
    2)-karena bahasa Lisan adalah bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ciri-ciri bahasa lisan memerlukan kehadiran orang lain, Unsur gramatikal tidak dinyatakan secara lengkap, Terikat ruang dan waktu dan Dipengaruhi oleh tinggi rendahnya suara.
    -sedangkan bahasa tulis adalah bahasa yang digunakan melalui media tulis, tidak terkait ruang dan waktu sehingga diperlukan kelengkapan struktur sampai pada sasaran secara visual atau bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam bahasa tulis berurusan dengan tata cara penulisan dan kosakata.
    3)karena bahasa itu tersusun menurut suatu pola tertentu tidak tersusun secara acak atau sembarangan dan juga bahasa itu alat komunikasi verbal manusia yang mempunyai atutan-aturan tertentu.
    4)-Fonologi: untuk mempelajari tentang suara dan bunyi-bunyi.
    -Morfologi: untukmempelajari kata dan proses pembentukan kata secara gramatikal
    -sintaksis dalam versi bahasa arab yang mengalami penamaan sebagai Ilmu Nahwu, yaitu ilmu yang membahas tentang kaidah-kaidah yang digunakan untuk mengetahui hukum kalimat Arab, keadaan susunan i’rab dan bina’nya dan syarat-syarat nawasikh, kembalinya ‘aid yang mengikutinya.
    -Semantik dalam bahasa Arab disebut ‘ilm- ad-dalalah.
    ‘ilm- ad-dalalah sebagai salah satu cabang linguistik ‘ilm-al-lughoh yang telah berdiri sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang makna suatu bahasa, baik pada tataran makna mufrodat (kosa-kata) maupun pada makana dalam tataran tarokib (struktur atau gramatikal bahasa.

  101. Nama:Misbah farid rifai/A01211060/BSA 4B
    1. apa yang dimaksud dengan dialektologi? jelaskan !
    jawab : dialektologi adalah kajian tentang variasi bahasa. kajian ini mempelajari berbagai dialek dalam suatu bahasa yang tersebar diwilayah. tujuan dialektologi untuk mencari hubungan kekeluargaan diantara dialek-dialek lainnya. dan juga bertujuan untuk menentukan sejarah perubahan bunyi atau bentuk kata, beserta maknanya, dari masa ke masa dan dari satu tempat ke tempat lain. Titik berta kajian ini terletak pada kata. setelah ditemukan sejumlah kata yang mempunyai berbagai bentuk (lafal) pada sejumlah dialek diberbagai tempat, dialektologi membuat semacam peta, yakni peta dialek. di dalam peta itu tertera garis-garis yang menghubungkan tempat satu ke tempat yang lain. garis itu, yang disebut isologis, menandakan pada tempat yang dihubungkan oleh garis-garis yg terdpat persamaan lafal, ex : kata “apa” ada ada tiga lafal yakni ” apa” “ape” apo”.
    2. Karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan dengan lisan yang keluar dari lidah manusia. Bahasa yang menggunakan lisan kemudian menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan itu bersifat sekunder, Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu,
    3. Adanya 4 subdisiplin akan mempermudah kita dalam memahami suatu bahasa karena bahasa tersebut sudah tersusun menurut pola dan tidak tersusun secara acak maupun sembarangan. 4 subdisiplin (fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic) ini merupakan beberapa unsur (aturan atau pola tertentu ) yang berperan penting dalam bahasa, dan secara keseluruhan akan membentuk satu system dan jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tersebut.
    4. # Fonologi atau dalam bahasa arab disebut علم الأصوات, manfaatnya untuk membedakan sebuah makna dan untuk mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata atau kalimat dalam bahasa arab.
    # Morfologi atau dalam bahasa arab disebut علم الصرف, manfaatnya untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    # Sintaksis atau dalam bahasa arab disebut علم النحو, manfaatnya untuk mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan untuk mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    # Semantik atau dalam bahasa arab disebut علم الدلالة, manfaatnya untuk mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  102. 13/4A

    JAWABAN:

    1. Jelaskan secara singkat tentang medan makna dan komponen makna!

    Yang dimaksud dengan medan makna (Semantic domain, semantic field) atau medan leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya, nama-nama warna, nama-nama perabot rumah tangga dan lain-lain yang merupakan satu medan makna. Banyaknya unsur leksikal dalam satu medan makna antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain tidak sama besarnya, karena hal tersebut berkaitan erat dengan sistem budaya masyarakat pemilik bahasa itu.

    Sedangkan Komponen makna atau komponen semantik (semantic feature, semantic property, atau semantic marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Analisis ini mengandaikan setiap unsur leksikal memiliki atau tidak memiliki suatu ciri yang membedakannya dengan unsur lain. Pengertian komponen menurut Palmer ialah keseluruhan makna dari suatu kata, terdiri atas sejumlah elemen, yang antara elemen yang satu dengan yang lain memiliki ciri yang berbeda-beda.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?

    Dalam linguistik yang disebut bahasa, yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara. Bahasa Indonesia misalnya, dulu hanyalah bahasa lisan; kemudian dengan datangnya agama Islam (dengan tulisan Arabnya), maka bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa tulisan dengan aksara Arab itu. Kemudian dengan datangnya orang Eropa yang membawa serta huruf Latin, maka bahasa Indonesia pun mempunyai bahasa tulisan dengan aksara Latin.

    Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan; tidak punya bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?

    Ilmu lingustik dibagi menjadi beberapa subdisiplin agar kita bisa lebih mendetail dalam memahami subdisiplin ilmu tersebut, karena jika kita mempelajarinya secara bersamaan, dalam artian ilmu linguistik kita cakup semua maka kita akan akan mendapatkan pengetahuan yang sedikit karena kita membahasnya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan jika di kelompokkan kita bisa lebih merauk pengetahuan yang lebih dari masing-masing subdisiplin ilmu itu sendiri.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.

    Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.

    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu

    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk atau pola kalimat serta meminimalisir dari kesalahan pengucapan dan penulisan

    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan.

  103. 17/4B
    jawaban :
    1). jelaskan apa yang dimaksud dengan Morfem?
    Morfem merupakan suatu hasil abtraksi wujud lahiriyah atau bentuk-bentuk fonologisnya dan bentuk-bentuk fonologis sebuah morfem dapat dipandang sebagai anggota-anggota atau wakil morfem tersebut.
    2). dalam ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer, sedangkan tulisan adalah bahasa yang sekunder, karena linguistik itu sendiri adalah bunyi yang keluar dari alat ucap manusia yakni mulut dan bahasa tidak akan pernah muncul tanpa adanya suatu bunyi. sedangkan bahsa tulisan itu merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut untuk melengkapi unsur dari kata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat.
    3). karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan sematik itu merupakan sebuah unsur yang sangat penting dalam mempelajari ilmu bahasa. karena dengan adanya beberapa unsur tadi, kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik. oleh karena itu, ilmu linguistik membagi bagian-bagian agar kita semua bisa mempelajarinya dengan mudah karena ilmu linguistik itu memiliki cakupan yang sangat luas.
    4). manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, semantik.
    a.fonologi: supaya benar-benar mengetahui adanya suatu penanda perbedaan makna yang ada dalam ilmu linguistik. serta bisa memahami dengan mudah suatu bunyi bahasa yang membedakan arti dalam bahsa lisan atau tulisan.
    b. morfologi: agar kita mengenal unsur dasar atau satuan terkecil yang ada dalam wilayah pengamatannya. sehingga kita mampu memahami kata-kata dari bahasa arab dengan benar sekaligus membuat kata yang sesuai dengan maknanya.
    c. sintaksis: supaya kita mengerti dalam pembuatan frasa maupun kalimat yang berasal dari kata. sebab sintaksi ini menelaah struktur dari satuan bahasa yang lebih besar dari kata mulai dari frasa hingga kalimat.
    d. semantik: dapat mempelajari suatu makna tanda bahasa yang ada dibidang linguistik. serta dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari suatu perkataan maupun unkapan dan bisa juga menghindari pengguna bahsa terutama bahasa arab dalam memilih kosa kata yang tepat.

  104. Nama: Siti hasanah (31)
    Nim : A81211135
    Jur/smt: Bsa/4D

    SOAL.

    1. Ada berapa jeniskah klafikasi Bahasa itu? Jelaskan!
    2. Dalam ilmu linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan sekunder?
    3. Mengapa ilmu lingustik dibagi atas beberapa subdisplin fonologi, morfologi, sinteksis, dan simantik?
    4. Jelaskan mamfaat mempelajari fonologi, merfologi, sinteksis, simantik dalam Bahasa Arab?

    JAWAB
    .
    1. Yaitu ada empat.
    a. Klafikasi genetis disebut juga klafikasi geneologis, dilakukan berdasarkan garis keturunan bahasa-bahasa. Artinya, suatu bahasa berasal atau diturunkan dari bahasa yang lebih tua. Menurut teori klafikasi genetis ini, suatu bahasa proto(bahasa tua, bahasa semula) akan pecah dan menurunkan dua bahasa baru atau lebih. Lalu bahasa pecahan ini akan menurunkan bahasa-bahasa yang lain. Kemudian bahasa-bahasa lain itu akan menurunkan lagi bahasa-bahasa pecahan berikutnya.
    b. Klafikasi tipilogis dilakukan berdasarkan kesamaan tipe atau tipe-tipe yang terdapat pada sejumlah bahasa. Tipe ini merupakan unsure tertentu yang dapat timbul berulang-ulang dalam suatu bahasa.unsur yang berulang ini dapat mengenai buni morfem, kata, fase, kalimat, dan sebagainya.
    c. Klafikasi Areal dilakukan berdasarkan adanya hubungan timbale balik antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain di dalam suatu areal atau wilayah, tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik apa tidak. Klafikasi ini bersifat Arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa-bahasa memberikan pengaruh timbale balik dalam hal-hal tertentu yang terbatas.
    d. Klafikasi Sosiolinguistik dilakukan berdasarkan hubungan antara bahasa dengan factor-faktor yang berlaku dalam masyarakat, tempatnya, berdasarkan status, fungsi, penilaian yang diberikan masyarakat terhadap bahasa itu. Klafikasi ini di lakukan berdasarkan 4 ciri atau criteria, yaitu histiorisitas, standardisasi, vitalitas, dan homogenesitas.

    2. Karena dalam linguistic yang disebut bahasa primer adalah yang di ucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia kepada lawan pembicara dan merupakan bahasa sehari-hari. Sedangkan bahasa tulisan meskipun tidak di lupakan dalam ilmu linguistic (karena tulisan juga mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan manusia) hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan hanyalah bersifat “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi bahasa yang seharusnya di lisankan atau di ucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huru-huruf dan tanda-tanda lain menurut system aksara.
    3. Karena fonologi, morfologi, sinteksis, simantik, merupakan subdisiplin atau cabang linguistic, dan saling berkaitan dalam mempelajari sebuah bahasa, dan agar lebih mudah, memahami, dan mempelajari struktur bahasanya, dan linguistic dalam hal ini bersifat umum. Pembagian atau pencabangan itu diadakan karena objek yang menjadi kajian disiplin ilmu itu sangat luas atau menjadi luas karena perkembangan ilmu. Demikian pula dengan linguistic bahwa objek lingustik yaitu bahasa dan merupakan fonomena yang tidak dapat dilepaskan dari segala kegiatan manusia bermasyarakat. Sedangkan kegiatan itu sangat luas, maka subdisiplin atau cabang linguistic itu pun menjadi sangat banyak. Sehingga kita mendapati nama subdisiplin linguistic seperti linguistic umum, lingustik diskiptif, linguistic komperatif, dan lain sebagainya. Sedangkan fonologi, morfologi, sinteksis, dan simantik itu merupakn cabang dan pengelompokan dari subdisiplin linguistic, dan penamaan supdisiplin itu tentunya berdasarkan suatu kreteria atau dasar tertentu dan untuk membedakan objek yang satu dengan objek lainnya.
    4. Manfaat fonologi dalam Bahasa Arab yaitu, untuk menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam system kebahasaan secara keseluruhan.
    Manfaat Morfologi dalam Bahasa Arab yaitu, menyelidiki struktur kata, bagian-bagianya, serta cara pembentukannya.
    Manfaat Sintaksis dalam Bahasa Arab yaitu, menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain diatas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya, sehingga menjadi satuan ujaran.
    Manfaat Simantik dalam Bahasa Arab yaitu, menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, grametikal, maupun konsektual.

  105. 22/4B
    jawaban :
    1). ada berapa jenis klasifikasi bahasa itu? sebutkan !
    ada 4 jenis ;
    a. klasifikasi genatis
    b. klasifikasi tipologis
    c. klasifikasi areal
    d. klasifikasi sosiolinguistik
    2). dalam linguistik bahasa lisan dinamakan dengan bahasa primer karena bahasa lisan dalam kajian linguistik merupakan bahasa yang diucapkan oleh alat ucap manusia dan merupakan objek linguistik yang pertama kali keluar dari alat ucap manusia. sedangkan bahasa tulisan itu sendiri merupakan cerminan atau rekaman dari bahasa lisan yang seharusnya diucapkan dalam bentuk bahasa tulisan yang ditulis dengan huruf-huruf maupun yang lainnya dalam sistem tatanan bahasa.
    3). karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik itu merupakan suatu unsur yang menjadikan makna linguistik menjadi lebih mudah untuk dipahami. dengan adanya pembagian ilmu linguistik ini kita dapat mempelajarinya dengan mudah karena sudah dirinci dengan istilah-istilah yang mudah dicerna oleh kita. karena ilmu linguistik itu mempunyai makna yang sangat luas.
    4). manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
    a. fonologi: untuk mengetahui tentang kebenaran suatu pengucapan atau ungkapan-ungkapan yang berada dalam sebuah kata maupun kalimat dalam bahsa arab. serta mampu menguasai dengan baik makna dari pengucapan tersebut.
    b. morfologi: supaya kita mengenal adanya suatu kata yang khusus yang dikaji dalam ilmu linguistik. serta mengetahui struktuk kata, bagian-bagianya dan cara pembentukan dalam bahasa arab, karena morfologi ini menelaah struktuk intern kata.
    c. sintaksis: agar kita dapat mengetahui penguasaan yang mencakup suatu bahasa dalam membentuk suatu frasa atau kalimat yang asalnya dari kata. karena sintaksis ini merupakan studi gramatikal struktur antar kata.
    d. semantik: dapat memahami dengan baik suatu makna tanda bahasa yang digunakan dalam ilmu linguistik. serta mampu atau menguasai perkataan maupun ungkapan-ungkapan yang dimaksudkan, sehingga kita bisa menghindari kesalahan-kesalahan dalam memilih kosa kata dengan baik.

  106. 09/4B
    jawaban
    1)manfaat apa yang diperoleh bagi yang memepelajari ilmu linguistik?
    -mamapu memehami karya sastra dengan lebih baik. sebab, bahasalah yang menjadi objek utama suatu penelitian linguistik itu dan merupakan wadah untuk melairkan suatu karya sastra.
    2)sebab bahasa tuliasan yang sebenarnya hanyalah sebatas rekaman dari bahasa lisan, jadi bahasa yang diucapkan dalam bahsa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara dan bahasa yang di lisankan atau diucapkan yang keluar dari alat ucap manusia dan ini menjdi objek utama dari bilmu linguistik juga berperan penting bagai kehidupan manusia namun hanya bersifat sekunder.
    3)iLmu yg mempelajari tentang bunyi disebut fonetik, sedangkan bunyi bahasa diuraikan fonologi atau fonemik. ilmu yg mengkaji tentang makna disebut semantik. Leksikon , gramatika, dan fonologi sebagai tiga bagian dari struktur bahasa, oleh sebab itu juga menyangkut aspek semantik dan aspek fonetis. Subsistem atau struktur leksikon mencakup perbendaharaan kata. Subsistem gramatika atau tata bahasa terbagi atas morfologi dan sintaksis. Subsistem morfologi mencakup kata, bagian-bangiannya, dan proses pembentukannnya. Subsistem sintaksis mencakup satuan-satuan yg lebih besar dari kata, seperti frasa,klausa,kalimat dan hubungan diantara satuan2 itu. Subsistem fonologi mencakup segi2 bunyi bahasa , baik yg berkaitan dg ciri2nya yg diteliti maupun yg bersangkutan dengan fungsinya dalam komunikasi. Dikarenakan bahasa selalu diungkapkan dlam konteks ada unsur2 tertentu yg menyebabkan serasi tidaknya sistem bahasa atau ekstratruktural itu disebut pragmatik.

    4)-morfologi bermafaat untuk menggambakan berbagai perubahan bentuk fonologi morfem.
    -fonologi berguna sebagi penynan suatu lafal.
    -sintaksis untuk memahami makna kalimat yang diucapkan.
    -semantik yakni untuk mempermudah mempelajari kesulitan-kesulitan dalam makna.
    jadi empat unsur diatas sangat lah pnting bagi seseorg yg mempelajari suatu bhasa baik itu bahasa arab inggris maupun yang lain.

  107. 24/A
    1.seberapa pentngkah bahasa dalam kehdupan manusa?
    bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia,karena bahasa sudah tidak dapat dipsahkan dengan manusa,manusa sebaga makhluk sosial pasti butuh akan manusa lainnya.untuk menghubungkan antara manusa satu dengan manusa lainnya dibutuhkan bahasa,maka dari itu bahasa sangatlah penting bagi kehidupan manusa,tanpa bahasa(baik basa lisan maupun isyarat) manusa akan kesulitan hidup ddunia ini.
    2.karena bahasa lisan merupakan alat kmunikasi langsung,langsung dari alat ucap manusa,sedangkan pada bahasa tulsan kita masih menggunakan media perantara ,sepertii menggunakan kertas dan lain sebagainya.sperti contoh pada anak kecil yang belum bisa membaca dan menulis,tapi dia sudah bisa berkmunikasi mennggunakan bahasa lisan,meskipun ia tikda bisa menuls dan membaca dia mash bisa berkmunikasi,maka dari itu bahasa lisan disebut bahasa primer dan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder.
    3. karena ilmu- ilmu fonologi, morfologi, sintaksis dan sematik itu merupakan sebuah komponen yang sangat penting dalam mempelajari ilmu bahasa. karena dengan adanya beberapa komponen tadi, kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik. oleh karena itu, ilmu linguistik membagi bagian-bagian agar kita semua bisa mempelajarinya dengan mudah karena ilmu linguistik itu memiliki cakupan yang sangat luas,seperti yang kita tahu bahwa linguistik merupakan payung bagi cabang-cabang ilmu bahasa.
    4.a. manfaat mempelajari fonologi adalah dapat mengidentifikasi ciri-ciri bunyi, proses pelafalannya, dan fungsi kebahasaan. Agar kita dapat memahami makna dari pelafalan bunyi yang benar,serta bagaimana sifat-sifat dalam suatu kata atau huruf.
    b. manfaat mempelajari morfologi untuk menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, cara pembentukannya dan meminimalisasi adanya kesalahan dalam berbahasa arab sehingga mempermudah memahami kata-kata dalam bhs arab dan menentukan kata sesua makna yang dmaksud .
    c.manfaat mempelajari Sintaksis dalam bahasa Arab : agar bisa mengetahuai makana yang terkandung dalam suatu bahasa, serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    d.mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  108. 04/4A

    1. Jelaskan apa yang dimaksud Linguistik umum dan Linguistik khusus
    jawab: Linguistik umum adalah Linguistik yang berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa secara umum, pernyataan_pernyataan teorites yang dihasilkan akan menyangkut bahasa pada umumnya.
    sedangkan Linguistik khusus adalah berusaha mengkaji kaidah-kaidah bahasa yang berlaku pada bahasa tertentu, seperti bahasa inggris, indonesia dan bahasa jawa.

    2. Bahasa lisan adalah primer, karena linguistik itu bahasa sendiri yang melihat dari apa yang diucapkan dan dilisankan yang keluar dari alat ucap manusia. Dan bahasa tulisan adalah sekunder karena bahasa tulisan adalah rekaman dari bahasa lisan sebagai usaha manusia untuk menyimpan jadi bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Untuk mengkonsentrasikan kajian linguistic, karena kajian linguistic sangatlah luas maka dari itu perlu dibagi menjadi beberapa subdisiplin ilmu.

    4. a. fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi untuk mempelajari pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf).
    b. morfologi atau ilmu sharf dalam mempelajari bahasa arab berfungsi untuk mengetahui bentuk kata, cara pembentukannya dan perubahannya serta pengaruhnya terhadap arti kata tersebut. Karena morfologi adalah ilmu yang mempelajari struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya.
    c. sintaksis atau dalam bahasa arab disebut ilmu nahwu, manfaatnya untuk mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan untuk mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    d. semantik dalam bahasa Arab disebut juga dengan ilmu dalalah yang mempunyai fungsi mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  109. 11/4A.

    1-Pada abad ke 20 Ferdinand De Saussure dijuluki sebagai bapak linguistik modern. sebutkan pokok-pokok pemikiran saussure pada abad ke 20?

    jawab:
    a.Bahasa lisan lebih utama dari pada bahasa tulis.
    b.Bahasa formal maupun non formal menjadi objek penelitian.
    c.Bahasa merupakan sebuah sistem relasi dan mempunyai struktur.
    d.bahasa merupakan suatu sistem tanda yang bersisi dua, terdiri dari signifiant (penanda) dan signifie (petanda). Keduanya merupakan wujud yang tak terpisahkan bila salah satu berubah yang lain juga berubah.

    2-Bahasa lisan adalah primer karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang di ucapkan atau Bahasa adalah alat komunikasi yang berupa ujaran yang dihasilkan oleh alat ucap manusia itu sendiri dan bersifat universal.

    Bahasa tulisan sekunder karena Bahasa tulis merupakan “rekaman” bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk “menyimpan” bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. Hal ini harus sangat hati-hati dan penuh pemikiran karena peluang terjadi kesalahan dan kesalah pahaman sangat besar karena bila terjadi kesalahan tidak bisa langsung diperbaiki seperti pada bahasa lisan.

    3-Karena subdisiplin dalam linguistik menjelaskan tentang bagaimana, untuk apa bahasa diciptakan, serta bagaimana pembentukan bahasa yang bermula berupa satuan terkecil seperti fonem menjadi lebih kompleks, yang sering disebut wacana dan memudahkan untuk mempelajari ilmu bahasa itu sendiri.

    4-
    a.Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah dapat membedakan susunan arti suatu kata dengan kata yang lain dan mengetahui atau memahami ciri-ciri bunyi dalam berbahasa.

    b.manfaat mempelajari morfologi adalah untuk mempelajari seluk beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan kata dan arti kata.

    c.Manfaat mempelajari sintaksis adalah berfungsi untuk mengetahui fungsi-fungsi kata yang ada pada suatu kalimat dan mengetahui cara penyusunan kata sehingga menjadi suatu ujaran yang benar.

    d. manfaat mempelajari simantek adalah untuk mengetahui makna yang ada pada kalimat tertentu dan untuk memilih kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur kalimat.

  110. 26/4A
    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  111. 19/4D
    1. Dalam linguistik, terdapat subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf. Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi (berasal dari suara atau lisan).
    Bahasa lisan dikatakan primer karena dalam menyampaikan pesan, ide, pikiran dan perasaannya, seseorang menggunakan suara sebagai alat penyampainya.
    Sedangkan bahasa tulis dikatakan sekunder karena merupakn media kedua yang dipakai seseorang untuk menyampaikan pesan atau pikirannya.

    3. pembagian ilmu linguistik berdasarkan sub disiplin tidak lain karena beberapa tujuan yang antaranya: dikarenakan bahasa tidak lepas dari aspek bunyi (fonologi), aspek bentuk kata (morfologi/ shorof), susunan/ struktur kata/ kalimat (sintaks/ nahwu) dan makna (semantik/ dalalah)

    4. Beberapa manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, sematik antara lain:
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji makna.
    Dengan mempelajari kesemuanya itu, akan dapat memahami bahasa secara meluas dan mendalam. Khususnya bahasa arab yang memang memiliki kelebihan-kelebihan dalam 4 aspek bahasa tersebut. Dapat dipastikan orang yang mampu/ menguasai bahasa arab dengan semua aspek tersebut, akan lebih memahami alquran sebagai puncak ketinggian bahasa, baik retorika, sintaks ataupun sastranya melampaui segala macam bentuk karya sastra.

  112. 33/4B
    1. apa yang kamu ketahui tentang a. morfem bebas dan terikat? b. morfem utuh dan terbagi? jawaban
    A.Morfem Bebas adalah morfem yang tanpa kehadiran morfem lain dapat muncul dalam pertuturan. Sedangkan yang dimaksud dengan morfem terikat adalah morfem yang tanpa digabung dulu dengan morfem lain tidak dapat muncul dalam pertuturan. Berkenaan dengan morfem terikat ada beberapa hal yang perlu dikemukakan. Pertama bentuk-bentuk seperti : juang, henti, gaul, dan , baur termasuk morfem terikat. Sebab meskipun bukan afiks, tidak dapat muncul dalam petuturan tanpa terlebih dahulu mengalami proses morfologi. Bentuk lazim tersebut disebut prakategorial. Kedua, bentuk seperti baca, tulis, dan tendang juga termasuk prakategorial karena bentuk tersebut merupakan pangkal kata, sehingga baru muncul dalam petuturan sesudah mengalami proses morfologi. Ketiga bentuk seperti : tua (tua renta), kerontang (kering kerontang), hanya dapat muncul dalam pasangan tertentu juga, termasuk morfem terikat. Keempat, bentuk seperti ke, daripada, dan kalau secara morfologis termasuk morfem bebas. Tetapi secara sintaksis merupakan bentuk terikat. Kelima disebut klitika. Klitka adalah bentuk singkat, biasanya satu silabel, secara fonologis tidak mendapat tekanan, kemunculannya dalam pertuturan selalu melekat tetapi tidak dipisahkan.
    B. Morfem utuh adalah morfem dasar, merupakan kesatuan utuh. Morfem terbagi adalah sebuah morfem yang terdiri dari dua bagian terpisah. Catatan yang perlu diperhatikan dalam morfem terbagi. Pertama, semua afiks disebut konfiks termasuk morfem terbagi. Untuk menentukan konfiks atau bukan, harus diperhatikan makna gramatikal yang disandang. Kedua, ada afiks yang disebut sufiks yakni yang disisipkan di tengah morfem dasar.

    2. Bahasa lisan merupakan bahasa primer. Bahasa lisan lebih ekspresif di mana mimik, intonasi, dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan. Lidah setajam pisau / silet oleh karena itu sebaiknya dalam berkata-kata sebaiknya tidak sembarangan dan menghargai serta menghormati lawan bicara / target komunikasi. Sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
    Suatu bangsa bisa saja memiliki dialek yang berbeda-beda. Dialek dapat terbentuk oleh karena faktor geografis (tempat/daerah yang berbeda-beda), faktor sosial (dalam pergaulan sehari-hari/dalam suatu kelompok pergaulan), atau pun oleh karena faktor yang lainnya. Perbedaan dialek yang satu dengan yang lainnya dapat dilihat berdasarkan kosa kata, tata bahasa, dan pengucapannya.

    Sebagai contoh pada Ragam Bahasa Indonesia dari faktor geografis, orang Jawa berbincang-bincang dengan orang Batak menggunakan bahasa Indonesia, namun kita tetap dapat membedakan mana yang orang Jawa, dan mana yang orang Batak meski bahasa yang mereka gunakan sama. Dari faktor sosial contohnya, ketika Arif sedang berbicara dengan atasannya atau di ruang rapat, ia menggunakan bahasa yang formal, namun ketika sedang bersama teman-teman lamanya, ia berbicara dengan bahasa nonformal (seperti bahasa gaul) untuk menciptakan suasana keakraban dan tidak kaku.
    Penggunaan bahasa yang sama dengan dialek yang berbeda-beda seperti contoh di atas inilah yang disebut dengan Ragam Bahasa.

    Faktor-faktor yang Menyebabkan Terjadinya Ragam Bahasa
    Ada banyak hal yang dapat menyebabkan keragaman suatu bahasa, berikut penjelasannya :
    1. Faktor Usia
    Terlihat perbedaan cara bicara dari anak-anak kecil, para remaja, dan orang tua. Pada anak-anak masih terdapat tata bahasa yang kurang tersusun dengan rapih, dan masih sangat sederhana. Pada remaja umumnya menggunakan bahasa gaul. Sedangkan pada orang tua/dewasa tata bahasanya sudah lebih rapih dan lebih sopan meskipun bahasa yang digunakan tidak formal.

    Atau terlihat juga keragaman tersebut ketika seseorang berbicara dengan orang yang usianya lebih tua, akan lebih sopan dibandingkan berbicara dengan teman sebaya.

    2. Faktor Gender
    Contohnya, ketika bapak-bapak berkumpul dan mulai berbincang-bincang diperbandingkan dengan ketika ibu-ibu yang berkumpul sangat terlihat jelas perbedaannya.
    Berdasarkan penelitian, diperoleh bahwa perbedaan gender (pria/wanita) dapat mempengaruhi perbedaan pada fonologis, gramatikal, dan sintaksis/morfologis bahasa.

    3. Faktor Tingkat Pendidikan
    Misalnya, orang yang hanya mengenyam pendidikan hingga SD akan berbeda ragam bahasanya dengan orang yang mengenyam pendidikan hingga sarjana, disebabkan oleh perbedaan pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki.
    4. Faktor Profesi/Jabatan
    Ilustrasinya, perbedaan cara bicara OB dengan Manajer

    5. Faktor Budaya Daerah
    Bahasa lahir dari budaya. Budaya masing-masing daerah yang berbeda melahirkan bahasa daerah dengan logatnya masing-masing. Ketika 2 orang yang memiliki perbedaan budaya dan bahasa daerah bertemu dan menggunakan 1 bahasa yang sama, tetap terdapat perbedaan dialek di antara mereka. Ilustrasinya telah saya berikan di awal pembahasan, mengenai orang Jawa dan orang Batak yang menggunakan bahasa Indonesia.

    6. Faktor Bidang yang Ditekuni
    Misalnya, orang yang menekuni bidang kimia mengerti dengan istilah-istilah kimia, namun orang awam belum tentu mengerti dengan istilah tersebut.

    7. Faktor Lingkungan Sosial
    Di awal pembahasan saya juga telah memberikan ilustrasinya, yaitu Arif yang berbicara dengan atasan berbeda dengan ketika ia berbicara dengan teman lamanya, tergantung kepada siapa lawan bicaranya.

    3. Pembagian atas bebeapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik agar memudahkan untuk lebih memahami tentang linguistik. Karena cakupan linguistik sangat luas. Jika linguistik tidak terbagi menjadi beberapa subdisiplin, maka akan sulit untuk mempelajari ilmu linguiistik secara mendalam, dan dari penjelasan itu maka terdapat perbedaan aspek masing2 dalam ilmu bahasa.

    4. jelas manfaatnya sangat banyak diantara fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab. yaitu dalam segi aspek
    A. Aspek fonologi (ilmu aswat) adalah ilmu yang mempelajari cata pengucapan, penyampaian dan penghasilan bahasa sebagai sebuah karakter umum yang terdapat dalam semua bahasa.
    B. Aspek morfologi (ilmu shorof) Ilmu ini merupakan bagian dari sintaksis yang mempelajari morfem. Dimana morfem itu mungkin kata, sebagian dari kata, awalan, sisipan atau akhiran serta mungkin perubahan shighat (bentuk kata), seperti perubahan dari aktif kepasif, bahkan kadang-kadang morfem itu terdiri dari satu fonem atau lebih, pseperti kata قال adalah morfem, tetapi huruf mudhoro’ah juga morfem, atau pada kata ضربوا yang mana و pada kata tersebut morfem karena menunjukkan jama’, tetapi ia juga fonem yang mempunyai nilai bunyi u (panjang).
    C. Aspek Sintaksis dalam bahasa Arab ilmu ini dikenal dengan “ilm al-Nahi/Qawa’id, dimana ilmu ia mempelajari bagaimana pemakaian kata dalam kalimat, pembentukan susuna kalimat dengan tepat dan benar. Untuk lebih jelas al-Jurjani, mengatakan bahwa ilmu nahwu adalah ilmu yang mengandung sejumlah kaidah yang digunakan untuk mengetahui posisi kata bahasa Arab dalam kalimat, seperti i’rab, bina dan lain-lain, atau ilmu yang memiliki sejumlah ketentuan untuk mengetahui benar-tidaknya sebuah kalimat. Oleh Harimurti Kridalaksana, sintaksis adalah pengeturan dan hubungan antara kata dengan kata, atau dengan satuan-satuan yang lebih besar, atau antara satuan-satuan yang lebih besar dari itu dalam bahasa satuan terkecil dalam bidang ini adalah kata.
    D. Aspek Pembahasan dan penelitian tentang semantik (makna) merupakan satu taran dalam linguistik. Namun perlu diketahui bahwa semantik dalam tataran pembahasan fonologi, morfologi dan sintaksis adalah tidak sama. Sebaba secara hierarkial satuan bahasa yang disebut wacana yang dibangun oleh kalimat; satuan kalimat dibangun oleh klausa; satuan klausa dibangun oleh frase; satuan frase dibangun oleh kata; satuan kata dibangun oleh morfem; satuan morfem dibangun oleh fonem, dan satuan fonem dibangun oleh fon atau bunyi. Dengan demikian obyek semantik yakni makna dan berada diseluruh atau semua tataran dengan bangunan-bangunan yang ada, yaitu berada dalam tataran fonologi, morfologi dan sintaksis.

  113. 20/4B
    1. Sebutkan sifat atau ciri-ciri hakiki dari bahasa !
    ~> bahasa itu sebuah sistem, bahasa berwujud lambang, bahasa berupa bunyi, bahasa bersifat arbitrer, bahasa itu bermakna, bahasa bersifat konvensional,bahasa bersifat unik, universal, produktif, dinamis, dan bahasa itu bervariasi, serta bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial dan sebagai identitas penuturnya.

    2. ~> disebut bahasa primer karena bahasa lisan sebagai bahasa pengucapan yang dikeluarkan oleh alat ucap manusia untuk menyampaikan maksud yang di inginkan.
    ~> disebut bahasa sekunder karena bahasa tulisan mewakili bahasa lisan dan juga termasuk hanya rekaman dari bahasa lisan.

    3. ilmu linguistik dibagi karena untuk mempermudah kita mempelajari secara mendalam.

    4. manfaat mempelajari
    ~> fonologi (ilmu Ashwat) : mempermudah mengetahui bunyi dalam pengucapan
    ~> Sintaksis (Nahwu) : mempelajari morfem dalam menyusun kata
    ~> Morfologi (Shorof) : mempelajari tentang perubahan bentuk kata
    ~> Semantik (Dalalah) : Mempelajari tentang makna, ambigu

  114. 08/IVA

    1. Buatlah 1 pertanyaan dan jawabannya!
    Jawab:
    sebutkan ciri atau sifat hakiki dari suatu bahasa?
    1. Bahasa itu adalah sebuah sistem
    2. Bahasa itu berwujud lambang
    3. Bahasa itu berupa bunyi
    4. Bahasa itu bersifat arbitrer
    5. Bahasa itu bermakna
    6. Bahasa itu bersifat konvensional
    7. Bahasa itu bersifat unik
    8. Bahasa itu bersifat universal
    9. Bahasa itu bersifat produktif
    10. Bahasa itu bervariasi
    11. Bahasa itu bersifat dinamis
    12. Bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial
    13. Bahasa itu merupakan identitas penuturnya

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer dan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder?
    Jawab:
    Karena, bahasa lisan dalam linguistik itu adalah apa yang diucapkan. Sedangkan bahasa tulisan merupakan “rekaman” dari bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk “menyimpan” bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. . Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan, dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Mengapa linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik?
    Jawab:
    Karena, bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. Dan bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal tetapi saling berkaitan. Dan dengan 4 subdisiplin tersebut, akan memudahkan kita dalam memahami suatu bahasa yang memiliki cakupan yang tak terbatas.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab!
    Jawab:
    Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran bahasa, agar kita dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar

  115. 08/4A

    1. Buatlah 1 pertanyaan dan jawabannya!
    Jawab:
    sebutkan ciri atau sifat hakiki dari suatu bahasa?
    1. Bahasa itu adalah sebuah sistem
    2. Bahasa itu berwujud lambang
    3. Bahasa itu berupa bunyi
    4. Bahasa itu bersifat arbitrer
    5. Bahasa itu bermakna
    6. Bahasa itu bersifat konvensional
    7. Bahasa itu bersifat unik
    8. Bahasa itu bersifat universal
    9. Bahasa itu bersifat produktif
    10. Bahasa itu bervariasi
    11. Bahasa itu bersifat dinamis
    12. Bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial
    13. Bahasa itu merupakan identitas penuturnya

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah bahasa primer dan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder?
    Jawab:
    Karena, bahasa lisan dalam linguistik itu adalah apa yang diucapkan. Sedangkan bahasa tulisan merupakan “rekaman” dari bahasa lisan, sebagai usaha manusia untuk “menyimpan” bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda. . Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan, dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Mengapa linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik?
    Jawab:
    Karena, bahasa itu tersusun menurut suatu pola, tidak tersusun secara acak, secara sembarangan. Dan bahasa itu bukan merupakan sistem tunggal tetapi saling berkaitan. Dan dengan 4 subdisiplin tersebut, akan memudahkan kita dalam memahami suatu bahasa yang memiliki cakupan yang tak terbatas.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik dalam bahasa arab!
    Jawab:
    Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan hambatan yang dihadapi dalam kegiatan pembelajaran bahasa, agar kita dapat mengetahui bagaimana cara menggunakan bahasa Arab dengan baik dan benar

  116. 19/4D
    1. Dalam linguistik, terdapat subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf. Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi (berasal dari suara atau lisan).
    Bahasa lisan dikatakan primer karena dalam menyampaikan pesan, ide, pikiran dan perasaannya, seseorang menggunakan suara sebagai alat penyampainya.
    Sedangkan bahasa tulis dikatakan sekunder karena merupakn media kedua yang dipakai seseorang untuk menyampaikan pesan atau pikirannya.

    3. pembagian ilmu linguistik berdasarkan sub disiplin tidak lain karena beberapa tujuan yang antaranya: dikarenakan bahasa tidak lepas dari aspek bunyi (fonologi), aspek bentuk kata (morfologi/ shorof), susunan/ struktur kata/ kalimat (sintaks/ nahwu) dan makna (semantik/ dalalah)

    4. Beberapa manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, sematik antara lain:
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji makna.
    Dengan mempelajari kesemuanya itu, akan dapat memahami bahasa secara meluas dan mendalam. Khususnya bahasa arab yang memang memiliki kelebihan-kelebihan dalam 4 aspek bahasa tersebut. Dapat dipastikan orang yang mampu/ menguasai bahasa arab dengan semua aspek tersebut, akan lebih memahami alquran sebagai puncak ketinggian bahasa, baik retorika, sintaks ataupun sastranya melampaui segala macam bentuk karya sastra.

  117. 28/4b
    1.Dalam ilmu lingustik ada istilah ilmu sintaksis dan morfologi. Apakah pengertiannya dan istilahnya dalam studi bahasa arab?
    sintaksis: ilmu yang mempelajari struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata. mulai dari kata hingga kalimat, dengan kata lain sintaksis merupakan studi gramatikal struktur antar kaya. disiplin ilmu ini dalam bahasa arab disamakan denga ilu nahwu
    morfologi: disiplin ilmu yang mempelajari struktur dan bentukan kata-kata yang memberikan makna berbeda dalam setiap bentukannya. ilmu ini lebih membahas pada intern kata. disebut jiga dengan ilmu shorof.
    2. Bahasa lisan disebut dengan bahasa primer karena merupakan bahasa yang pertama menjadi obyek studi linguistik. bahasa primer ini maksudnya bahasa yang diucapkan dang dilisankan yang keluar dari alat ucap manusia. sedangkan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder karena bhasa tulisan merupakan rekam dari bahasa lisan, oleh karenanya dinamakan dengan bahasa sekunder dan rekaman bahasa lisan itu diterapkan dalam bentuk kata atau huruf.
    3. Mengingat bahwasanya masing-masing ilmu ini memiliki pembahasan yang berbeda, maka dengan cara dibagai menjadi berbagai subdisiplin ilmu ini maka akan terpetakan pembahasannya dan juga mudah dipelajari.
    4. jika belajar fonologi, setidaknya kita mengetahui ketepatan dalam pelafalan sebuah kata dalam bahasa arab.
    dengan belajar morfologi kita akan bisa membuat bentukan kata dalam setiap kata dalam bahasa arab, tapi tentu memang kata yang bukan jamid.
    belajar sintaksis, kita akan mengetahi kebenaran dalam struktur gramatikal bahasa arab.
    dengan belajar semantik kita bisa memahami maksud atau makna yang terkandung dalam ungkapan atau teks arab secara benar.

  118. 28/4A

    1. Apa manfaat Linguistik bagi peneliti, kritikus, dan peminat sastra Linguistik?
    Akan membantunya dalam memahami karya-karya sastra dengan lebih baik. Sebab, bahasalah yang menjadi objek penelitian linguistik itu, dan merupakan wadah untuk melahirkan karya sastra. Tidak mungkin kita dapat memahami karya sastra dengan baik tanpa mempunyai pengetahuan mengenai hakikat dan struktur bahasa dengan baik. Apalagi kalau diingat bahwa karya sastra menggunakan ragam bahasa khusus yang tidak sama dengan bahasa umum.
    2. Karena bahasa adalah bunyi ujaran, maka linguistik melihat bahasa sebagai bunyi. Jadi,bagi linguistik bahasa lisan adalah yang primer, sedangkan bahasa tulis hanya sekunder.
    3. Karena objek studi Linguistik adalah bahasa,jadi ilmu Linguistik membahas secara menyeluruh tentang seluk beluk bahasa secara utuh dengan membagi dan mengkaji secara lengkap dalam berbagai subdisiplin. Seperti fonologi yakni mempelajari bagaimana bunyi di hasilkan,proses pengeluaran bunyi,dan lain-lain. Lalu Morfologi membahas tentang bentuk-bentuk kata,Sintaksis membahas pembentukan struktur kalimat dan Semantik mengkaji khusus tentang makna suatu bahasa.
    4.a. Fonologi : kita dapat mempelajari bagaimana bunyi huruf,kata dalam bahasa Arab,serta proses mengeluarkan bunyi bahasa Arab. Dalam bahasa Arab disebut juga Ilmu Aswat
    b. Morfologi : kita bisa mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, dan perubahannya dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Dalam bahasa Arab disebut juga Ilmu Sharf
    c. Sintaksis : kita dapat mempelajari pembentukan struktur kalimat dan susunannya dengan benar. Dalam bahasa Arab disebut juga Ilmu Nahwu
    d. Semantik : kita bisa mengkaji khusus tentang makna bahasa Arab. Dalam bahasa Arab disebut juga Ilmu Dilalah.

  119. 15/4 a
    1. yang kamu ketahui tentang ilmu linguistik?
    – Secara umum linguistik adalah bahasa atau ilmu yang mengambil bahasa sebagai objekkajiannya . sedangkan acuan utama dari yang kita pelajari adalah linguistik dalam bahsa arab yang mana terbagi menjadi beberapa bagian yang tertera dalam ilmu linguistik tersebut yakni: fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik
    dalam cabang tersebut sangat berhubungan erat kaitannya dengan linguistik seperti yang dipaparkan oleh pak dosen linguistik adalah suatu wadah besar, payung yang menaungi dari cabang-cabang tersebut.
    2. bahasa lisan disebut primer itu karena linguistik sendiri hanya melihat sesuatu yang diucapkan oleh manusia dan dapat difahami oleh orang lain (pendengar). sedangkan bahasa tulisan disebut sekunder karena bahasa tulisan merupakan hasil dari lisan yang diucapkan manusia yang diterapkan dalam bentuk tulisan sehingga manusia mampu menyimpan hal tersebut dan tujuannya disampaikan kepada orang lain dalam masa yang akan datang. sedangkan bahasa lisan (primer) tidak bisa.
    3. pohon tidak akan bisa bermanfaat bagi manusia apabila tidak ada cabangnya. begitu juga dengan linguistik dan cabang-cabang yang ada didalamnya. karena begitu pentingnya cabang-cabang tersebut sehingga di ikut sertakan dalam dalam kajian linguistik.
    4. sesuaidengan pemaparannomor tiga. adapun penjelasannya adalah sebagai berikut:
    manfaat fonologi dalam bahasa arab yaitu berperan sebagai pembeda makna/arti atau mempermudah dalam mempelajari ilmu tersebut, dalam hal analisis/penelitian dan penerapan danjuga membahas runtutan bunyi dalam bahasa arab yang kita pelajari.
    Manfaat morfologi yaitu untuk menjauhi adanya kesalahan dalam praktek bahasa arab, dan untuk mempermudah memahami kata-kata yang jarang dipakai.
    Manfaat sintaksis yaitu untuk mempermudah dalam memahami suatu lafadz dengan lafadz lain yang sama lafadznya akan tetapi berbeda makna dalam bahasa arab.
    Manfaat semantik yaitu mempermudah untuk mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan yang dipraktekkan.

  120. 07/ 4C :
    1.)Apakah yang dimaksud dengan Fonologi? Jelaskan perbedaan Fonetik dan Fonemik beserta contoh!
    Fonologi Yaitu bidang linguistik yang mempelajari, menganalisis, dan membicarakan runtunan bunyi-bunyi bahasa. Sedangkan Fonetik biasa dijelaskan sebagai cabang studi Fonologi yang mempelajari bunyi bahasa tanpa memperhatikan apakah bunyi-bunyi tersebut mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak. Contoh: bunyi (i) yang terdapat pada kata-kata (intan), (angin), dan (batik) adalah tidak sama. Begitu juga bunyi (p) pada kata inggris (pace), (space), dan (map) juga tidak sama. Adapun Fonemik yaitu cabang studi Fonologi yang mempelajari bunyi bahasa dengan memperhatikan fungsi bunyi tersebut sebagai pembeda makna. Contoh: perbedaan bunyi (p) dan (b) pada kata (paru) dan (baru). Kalau dalam bahasa arab seperti قال dan نال, perbedaan bunyi pada (ق) dan (ن), sehingga perbedaan bunyi tersebut menyebabkan berbedanya makna.
    2.)Bahasa lisan adalah primer karena bahasa lisan menjadi objek linguistik yang utama, bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan tidak punya bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara. Sedangkan Bahasa tulisan adalah sekunder karena bahasa tulisan hanyalah rekaman dari bahasa lisan.
    3.)Karena termasuk linguistik mikro yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal suatu bahasa tertentu atau struktur internal bahasa pada umumnya.
    4.)Manfaat mempelajari Fonologi yaitu dapat memahami dan menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Manfaat mempelajari morfologi yaitu dapat menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Manfaat mempelajari sintaksis yaitu dapat menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Manfaat mempelajari semantik yaitu dapat menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  121. 15/4B 1.apa manfaat linguistik bagi seorang leksikografer (penyusun kamus) ? pengetahuan linguistik akan memberi manfaat bagi seorang leksikografer dalam menyelesaikan tugasnya. untuk menyusun kamus ia harus menentukan fonem-fonem bahasa yang akan dikamuskannya, menentukan ejaan atau grafem fonem-fonem tersebut. Tanpa pengetahuan semua aspek linguistik kiranya tidak mungkin sebuah kamus dapat disusun. 2. karena bahasa tulis hanyalah rekaman dari bahasa lisan. 3.karena dalam linguitik terdapat sebuah istilah yang dikenal dengan tataran bahasa yang jika diurutkan adalah sebagai berikut: tataran fonem, morfem, frase, klausa,kalimat dan wacana. fonem masuk dalam kajian fonologi. morfem masuk dalam kajian morfologi. frase, klausa,kalimat dan wacana masuk dalam bidang kajian sintaksis. 4.Fonologi bertugas mempelajari fungsi bunyi untuk membedakan dan mengidentifikasi kata-kata tertentu. Morfologi mempelajari pembentukan kata.sintaksis mempelajari hubungan formal antara tanda-tanda bahasa., yakni hubungan antara kata/frasa yang satu dengan lainnya dalam suatu kalimat.sedangkan semantik mempelajari arti/makna yang terkandung pada suatu bahasa.

  122. 26/4B 1. apa manfaat linguistik bagi para negarawan dan politikus ? bagi negarawan dan politikus yang harus memperjuangkan ideologi dan konsep-konsep kenegaraan atau pemerintahan harus menguasai bahasa dengan baik. 2.karena objek yang pertama dari lingusitik adalah bahasa lisan.
    3.Karena objek Linguistik adalah bahasa,tentunya ilmu Linguistik membahas secara menyeluruh tentang bahasa secara utuh dengan membagi dan mengkaji secara lengkap dalam berbagai subdisiplin. Seperti fonologi yakni mempelajari bagaimana bunyi di hasilkan,proses pengeluaran bunyi,dan lain-lain. Lalu Morfologi membahas tentang bentuk-bentuk kata,Sintaksis membahas pembentukan struktur kalimat dan Semantik mengkaji khusus tentang makna suatu bahasa.
    4.manfaat fonologi, morfologi, sintaksis, semantik adalah mempunyai hubungan yang sangat erat sekali dengan linguistik. dalam bahasa arab fonologi disebut ilmu aswat yang mempelajari tentang bunyi huruf. sedangkan morfologi dalam bahasa arab disebut ilmu sorrof yang mempelajari tentang perubahan kata. sintaksis dalam bahasa arab disebut nahwu yamg mempelajari tentang susunan kata atau struktur kalimat.sedangkan semantik disebut dalalah dalam bahasa arab.

  123. 09/4D M khoirul wawan.

    1. dalam klasifikasi bahasa ada istilah klasifikasi areal, jelaskan maksud dari klasifikasi areal?
    Klafikasi Areal dilakukan karena adanya hubungan timbal balik atau simbiosis mutualisme antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain di dalam suatu areal atau wilayah, tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik apa tidak. Klafikasi ini bersifat Arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa-bahasa memberikan pengaruh timbal balik dalam hal-hal tertentu yang terbatas.

    2. didalam pembahasan ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer,sedangkan tulisan adalah bahasa sekunder, karena dalam linguistik yang jadikan bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Karna dalam perkembangannya linguistik memiliki cabang-cabang ilmu yang masing-masing berkonsentrasi pada jenis pendekatan kajian dan objek yang dikaji. Bidang teoritis pada sub teori linguistik, memiliki sejumlah cabang kajian yang menjadi dasar studi linguistik awal. Cabang-cabang itu diantaranya adalah : Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
    Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu. Meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang ysng termasuk kelompok linguistik mikro di atas. Cabang atau bidang manapun yang kemudian akan kita geluti secara intensif dan mendalam, mau tidak mau harus mulai dengan canbang-cabang yang termasuk linguistik mikro itu.

    4.
    a. Fonologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang bunyi atau suara. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم أصوات. Dalam bahasa Arab yang berhubungan dengan ikhfa’ dan idgham, contoh: bunyi n (bilabial) bertemu dengan bunyi r akan berubah/melebur menjadi bunyi r, ربّك من. Hal ini disebut dengan المماثلة.

    b. Morfologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang kata dan pembentukannya. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم صرف. Misalnya pada proses pembentukan kata benda, yang dibentuk dari kata kerja: كتب (kata kerja, yang mempunyai arti menulis) dengan ditambah alif setelah huruf kaf maka akan menjadi كاتب(kata benda, yang mempunyai arti penulis).

    c. Sintaksis, ilmu yang mengkaji khusus tentang struktur kalimat. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم نحو. Contoh:
     kalimat verbal (جملة فعلية) →يسكن زيد في بيت جدّه
     kalimat nominal (جملة اسمية) → أناطالبة في كلية الآداب

    d. Semantik, ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم دلالة. Contoh:
     lawan kata/antonim: بعيد X قريب
     persamaan kata/sinonim: يحتاج = لايستغنى
     homonim (lafal sama, beda makna), مشترك لفظ: ضرب, dapat bermakna memukul, dalam konteks lain dapat bermakna memberi (tergantung konteks kalimatnya).(tujuannya adalah agar bisa dibedakan mana kata,kalimat, paragraf dan mempermudah mempelajari kesulitan-kesulitan dalam makna)

  124. 09/4D M khoirul wawan (A71211105)

    1. dalam klasifikasi bahasa ada istilah klasifikasi areal, jelaskan maksud dari klasifikasi areal?
    Klafikasi Areal dilakukan karena adanya hubungan timbal balik atau simbiosis mutualisme antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain di dalam suatu areal atau wilayah, tanpa memperhatikan apakah bahasa itu berkerabat secara genetik apa tidak. Klafikasi ini bersifat Arbitrer karena dalam kontak sejarah bahasa-bahasa memberikan pengaruh timbal balik dalam hal-hal tertentu yang terbatas.

    2. didalam pembahasan ilmu linguistik, bahasa lisan adalah bahasa primer,sedangkan tulisan adalah bahasa sekunder, karena dalam linguistik yang jadikan bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara.

    3. Karna dalam perkembangannya linguistik memiliki cabang-cabang ilmu yang masing-masing berkonsentrasi pada jenis pendekatan kajian dan objek yang dikaji. Bidang teoritis pada sub teori linguistik, memiliki sejumlah cabang kajian yang menjadi dasar studi linguistik awal. Cabang-cabang itu diantaranya adalah : Fonologi, Morfologi, Sintaksis, dan Semantik. Fonologi menyelidiki ciri-ciri bunyi bahasa, cara terjadinya, dan fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan. Morfologi menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukannya. Sintaksis menyelidiki satuan-satuan kata dan satuan-satuan lain di atas kata, hubungan satu dengan lainnya, serta cara penyusunannya sehingga menjadi satuan ujaran. Morfologi dan sintaksis dalam peristilahan tata bahasa tradisional biasanya berada dalam satu bidang yaitu gramatika atau tata bahasa. Semantik menyelidiki makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual. Sedangkan leksikologi menyelidiki leksikon atau kosakata suatu bahasa dari berbagai aspeknya.
    Karena luasnya cabang atau bidang linguistik ini, maka jelas tak akan ada yang bisa menguasai semua cabang atau bidang linguistik itu. Meskipun cabang atau bidang linguistik itu sangat luas, yang dianggap inti dari ilmu linguistik itu hanyalah yang berkenaan dengan struktur internal bahasa, atau cabang-cabang ysng termasuk kelompok linguistik mikro di atas. Cabang atau bidang manapun yang kemudian akan kita geluti secara intensif dan mendalam, mau tidak mau harus mulai dengan canbang-cabang yang termasuk linguistik mikro itu.

    4.
    a. Fonologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang bunyi atau suara. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم أصوات. Dalam bahasa Arab yang berhubungan dengan ikhfa’ dan idgham, contoh: bunyi n (bilabial) bertemu dengan bunyi r akan berubah/melebur menjadi bunyi r, ربّك من. Hal ini disebut dengan المماثلة.

    b. Morfologi, ilmu yang mengkaji khusus tentang kata dan pembentukannya. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم صرف. Misalnya pada proses pembentukan kata benda, yang dibentuk dari kata kerja: كتب (kata kerja, yang mempunyai arti menulis) dengan ditambah alif setelah huruf kaf maka akan menjadi كاتب(kata benda, yang mempunyai arti penulis).

    c. Sintaksis, ilmu yang mengkaji khusus tentang struktur kalimat. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم نحو. Contoh:
     kalimat verbal (جملة فعلية) →يسكن زيد في بيت جدّه
     kalimat nominal (جملة اسمية) → أناطالبة في كلية الآداب

    d. Semantik, ilmu yang khusus mengkaji tentang makna. Dalam bahasa Arab istilah ini dikenal dengan علم دلالة. Contoh:
     lawan kata/antonim: بعيد X قريب
     persamaan kata/sinonim: يحتاج = لايستغنى
     homonim (lafal sama, beda makna), مشترك لفظ: ضرب, dapat bermakna memukul, dalam konteks lain dapat bermakna memberi (tergantung konteks kalimatnya).(tujuannya adalah agar bisa dibedakan mana kata,kalimat, paragraf dan mempermudah mempelajari kesulitan-kesulitan dalam makna)

  125. 15/4d
    1. Apa yang dimaksud fonetik dan fonemik dalam fonologi?
    Fonetik yaitu cabang kajian yang mengkaji bagaimana bunyi-bunyi fonem sebuah bahasa direalisasikan atau dilafalkan. Fonetik adalah bagian fonologi yang mempelajari cara menghasilkan bunyi bahasa atau bagaimana suatu bunyi bahasa diproduksi oleh alat ucap manusia. Fonetik juga mempelajari cara kerja organ tubuh manusia terutama yang berhubungan dengan penggunaan bahasa.
    Fonemik adalah bagian fonologi yang mempelajari bunyi ujaran menurut fungsinya sebagai pembeda arti. Fonemik mengkaji bunyi bahasa yang dapat diucapkan atau berfungsi membedakan makna kata dalam bahasa.

    2.Bahasa lisan disebut juga dengan bahasa primer, karena merupakan bahasa yang digunakan sehari-hari oleh manusia dan bahasa yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa lisan lebih ekspresif dan mudah dimengeti sesama.
    • Bahasa tulisan dikatakan sekunder karena bahasa ini adalah cara kedua bagi manusia untuk alat komunikasi, juga bisa diartikan sebagai bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya.

    3.Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat, dan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas komunikasi.

    4. Manfaat belajar subdisiplin dalam bahasa arab yaitu sebagai berikut.
    – fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan tempat keluarnya huruf (makharijul huruf),
    – morfologi dalam bahasa arab yaitu ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari perubahan kata tersebut..
    – sintaksis dalam bahasa arab yaitu ilmu nahwu yang berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    – semantik atau ilmu addalalah: berfungi untuk mengkaji masalah tanda dalam bahasa tersebut.

  126. Nama ; Abd. Mu’in
    Nim ; A81209110
    Kelas ; C
    No Ab ; terakhir

    1) Dalam ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik, jelaskan satu dari beberapa istilah tersebut?
    Fonologi adalah bagian tata bahasa atau bidang ilmu bahasa yang menganalisis bunyi bahasa secara umum. Istilah fonologi, yang berasal dari gabungan kata Yunani phone ‘bunyi’ dan ‘logos’ tatanan, kata, atau ilmu’ disebut juga tata bunyi. Bidang ini meliputi dua bagian :
     Fonetik
     Fonemik
    2) bahasa lisan (primer) karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah apa yang diucapkan. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) karena bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan,sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga masih bisa disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3) fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik Adalah disiplin ilmu yang saling berkaitan satu dengan yngan lain dengan kata lain seperti keluarga maka untuk mempelajari ilmu bahasa fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik yang disebut linguistik adalah bahan pokok yang harus dipelajari
    4) Fonologi untuk yang mempelajari aspek bunyi bahasa. Morfologi untuk mempelajari Tataran morfem atau kata. Sintaksis untuk mempelajari Tataran frase/kalimat. Sedangkan aspek makna bahasa dipelajari dalam ilmu tersendiri yang disebut Semantik.

  127. 22/4c

    1. Siapakah orang yang pertamakali berbicara menggunakan bahasa arab dan menamainya dengan bahasa arab?
    Jawaban : yaitu Ya’rub Bin Fakhthon, dialah orang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa arab, sehingga disebut sebagai bahasa arab, adapun Fakhthoniyyiin itu menyebar disekitar hijaz, iraq, dan syam.
    2. Karena pada dasarnya asal bahasa adalah bunyi atau suara yang diucapkan , yaitu yang keluar dari alat ucap manusia, berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dan mengidentifikasi diri dengan sesama sehingga bahasa lisan inilah yang menjadi bahasa primer dan pertama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman atau alternatif dari bahasa lisan.
    3. Karena berdasarkan objek kajiannya yaitu struktur internal bahasa, maka akan ditemukan di dalamnya bagian-bagian yang mempengaruhi terbentuknya bahasa tersebut, baik dari yang paling sederhana sampai yang urgen. Sehingga terbentuklah subdisiplin linguistik tertentu untuk lebih mempermudah dalam memahaminya, seperti Morfologi, Sintaksis, Fonologi, Simantik.
    4. – Fonologi adalah subdisiplin ilmu linguistik yang khusus mengkaji tentang bunyi atau suara, dalam bahasa arab disebut الأصوات)عــــلم(. Manfaat mempelajarinya kita dapat mengetahui tentang ciri bunyi bahasa dan makna yang dimaksud.
    – Morfologi adalah subdisiplin ilmu yang mengkaji tentang perubahan dan pembentukan kata, dalam bahasa arab (علم الصرف). Manfaat mempelajarinya adalah untuk mengetahui struktur dasar kata, bagian-bagiannya, serta proses pembentukan dan perubahan kata dalam bahasa arab.
    – Sintaksis adalah subdisiplin ilmu linguistik yang mengkaji tentang struktur kalimat, dalam bahasa arab (علم النحو). Untuk mengetahui struktur kalimat dan kedudukan suatu kata dalam kalimat sehingga dapat dipahami makna dan maksud dari kalimat tersebut.
    – Semantik (علم الدلالة) adalah subdisiplin ilmu yang mengkaji tentang hakekat makna. Kita dapat mengetahui makna bahasa arab baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  128. 14/4D
    1. Apa yang dimaksud dengan kala atau tenses? Jelaskan!
    Jawaban: yaitu informasi dalam kalimat yang menyatakan waktu terjadinya perbuatan, kejadian, tindakan, atau pengalaman yang disebutkan di dalam predikat. Kala ini lazimnya menyatakan waktu sekarang, sudah lampau, dan akan datang. Beberapa bahasa menandai kala itu secara morfemis; artinya, pernyataan kala itu ditandai dengan bentuk kata tertentu pada verbnya.
    2. Karena pada dasarnya bahasa berasal dari bunyi atau suara yang diucapkan yang keluar dari alat ucap manusia dan berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dan dengan sesama sehingga bahasa lisan inilah yang menjadi bahasa primer dan pertama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman atau alternatif dari bahasa lisan.
    3. Karena menurut objek kajiannya, struktur internal bahasa, maka akan ditemukan di dalamnya bagian-bagian yang mempengaruhi terbentuknya bahasa tersebut, baik dari yang paling sederhana sampai yang rumit. Sehingga terbentuklah subdisiplin linguistik tertentu untuk lebih mempermudah dalam memahaminya, seperti Morfologi, Sintaksis, Fonologi, Simantik.
    4. – Fonologi adalah subdisiplin ilmu linguistik yang khusus mengkaji tentang bunyi atau suara, dalam bahasa arab disebut dengan Ilmu Aswat, Manfaat mempelajarinya yaitu untuk mengetahui tentang ciri bunyi bahasa dan makna yang dimaksud.
    – Morfologi adalah subdisiplin ilmu yang mengkaji tentang perubahan dan pembentukan kata, Manfaat mempelajarinya adalah untuk mengetahui struktur kata, bagian-bagiannya, serta proses pembentukan dan perubahan kata dalam bahasa arab.
    – Sintaksis adalah subdisiplin ilmu linguistik yang mengkaji tentang struktur kalimat, dalam bahasa arab disebut dengan ilmu nahwu. manfaatnya Untuk mengetahui struktur kalimat dan kedudukan suatu kata dalam sebuah kalimat agar bisa difahami.
    – Semantik adalah subdisiplin ilmu yang mengkaji tentang hakekat makna. manfaatnya untuk mengetahui makna bahasa arab baik yang bersifat tersurat ataupun tersirat secara kontekstual.

  129. 02/D
    1. dalam kajian linguistik tersapat ilmu linguistik sinkronik dan ilmu linguistik diakronik. apakah linguistik sinkronik dan diakronik itu?? dan siapakah tokoh yang mencetuskan dua istilah tersebut??
    – linguistik sinkronik adalah ilmu yang mempelajari bahasa dengan berbagai aspek pada waktu atau kurun waktu yang tertentu atau terbatas
    – linguistik diakronik adalah mengkaji evolusi bahasa (atau bahasa-bahasa)
    – tokoh pencetus linguistik sinkronik dan diakronik adalah FERDINAND DE SAUSSURE
    2. bahasa lisan (primer) karena linguistik itu sendiri melihat bahasa adalah dari apa yang diucapkan. sedangkan bahasa tulisan (sekunder) karena bahasa tulis merupakan rekaman bahasa lisan,sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya sehingga pada saatnya dapat disampaikan kepada orang lain dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. Karena objek kajian Linguistik adalah bahasa,jadi ilmu Linguistik membahas seluk beluk bahasa secara utuh dengan membagi dan mengkaji secara lengkap dalam berbagai subdisiplin. tak urung betapa pentingnya memahami linguistik secara menyeluruh bagi guru bahasa, ataupun pembuat kamus, apalagi mahasiswa sastra bahasa.
    4. dalam mempelajari suatu bahasa (linguistik) terdapat bermacam-macam subdisiplin yang dalam istilah bahasa lain juga berbeda istilahnya. dalam bahasa arab pun demikian, ada sharaf, dhalal, nahwu, aswat dan lain-lain.
    – Fonologi (al-Aswat): mempelajari bagaimana bunyi huruf,kata dalam bahasa Arab,serta proses mengeluarkan huruf dalam bahasa Arab.
    contoh: makhrajj (‘Ain). tempat keluar nya huruf adalah tenggorokkan.dll
    – Morfologi (Sharaf): mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, dan perubahannya dari satu bentuk ke bentuk yang lain.
    contoh: wazan fa ‘aa la bisa berubah bentuk menjadi fa ‘altu. tergantung siapa dan waktu pengucapannya.
    – Sintaksis (Nahwu): mempelajari pembentukan struktur kalimat dan susunannya dengan benar. contoh: muhammadun mujtahidun, susunannya sempurna karena mengandung unsur (mubtada’ san khabbar) atau jumlah ismiyah.
    – Semantik (Dhalalah): mengkaji khusus tentang makna. jadi kita dapat mempelajari ma’na dalam bahasa Arab. lewat ilmu dhalalh atau semantik ini.

  130. 23/4C
    Jawaban:
    1. Pertanyaan: Mengapa linguistik sering juga disebut sebagai ilmu nomotetik?
    Jawaban: karena, linguistik sebagai ilmu empiris selalu berusaha mencari keteraturan atau kaidah-kaidah yang hakiki dari bahasa yang ditelitinya. Kemudian, sesuai dengan predikat keilmiyahan yang di sandangnya linguistik tidak pernah berhenti pada satu titik kesimpulan, tetapi akan terus menyempurnakan kesimpulan tersebut berdasarkan data empiris selanjutnya.
    2. Karena hakikat bahasa adalah bunyi ujaran, yaitu bunyi yang keluar dari alat ucap manusia. Dengan bahasa lisanlah, sayogiyanya manusia itu menjalani komunikasi dan interaksi antara yang satu dengan yang lainnya secara langsung (face to face). Oleh karena itu, linguistik memandang bahwa bahasa lisan adalah bahasa primer. Sementara itu, bahasa tulisan dikatakan sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman dari bahasa lisan dengan cara menyalin bahasa lisan tersebut ke dalam sebuah tulisan yang terdiri dari huruf-huruf dan tanda-tanda menurut sistem aksara. Semua ini dilakukan sebagai usaha manusia untuk menyimpan bahasanya atau untuk bisa disampaikan kepada orang lain yang berada dalam ruang dan waktu yang berbeda.
    3. Pembagian atas beberapa sub disiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik bertujuan untuk memudahkan kita dalam mempelajari dan memahami tentang ilmu linguistik. Karena cakupan ilmu linguistik itu sangatlah luas. Jika dalam mempelajari ilmu linguistik, kita tidak melakukan pembagian kepada beberapa sub disiplin ilmu, misalnya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Maka, kita akan kesulitan dalam mempelajari ilmu linguistik tersebut secara mendalam.
    4. – Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui kebenaran dan kefasihan pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    – Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa arab adalah dapat menghindarkan diri kita dari kesalahan dalam membentuk suatu kata yang berbahasa arab, mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna dari kata-kata itu dan juga mampu membuat berbagai kata tertentu sesuai dengan makna yang kita inginkan.
    – Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab adalah untuk memahami struktur kalimat, bentuk dan pola kalimat serta meminimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaannya.
    – Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab yaitu kita dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan, menghindarkan kita dari kesalahan semantik yang menyangkut pemilihan dan penggunaan kosakata yang tepat dan sesuai dengan struktur dan konteks kalimat, serta menghindarkan diri kita dari kesalahan penggunaan beberapa istilah, idiom dan ungkapan.

  131. 24 / 4D
    Jawaban :
    1.Apa manfaat linguistik bagi para Mahasiswa? Pertama, sebagai mahasiswa harus memperjuangkan ideologi dan hak-hak perkuliyahan, secara lisan mereka harus menguasai bahasa dengan baik . Kedua, jika mahasiswa itu menguasai masalah linguistik dan sosiolinguistik, khususnya dalam kaitannya dengan perkuliyahan. Maka tentu dia akan dapat meredam dan menyelesaikan gejolak sosial yang terjadi dalam perkuliyahan, seperti yang terjadi ketika presentasi sebagian ada yang bersih keras mempertahankan argumennya, baik dari dosen maupun mahasiswa itu sendiri.
    2.Karena yang pertama menjadi objek Linguistik adalah Bahasa yang di Lisankan, bukan bahasa yang ditulis.
    3.Karena obyek yang menjadi Kajian disiplin Ilmu itu sangat luas atau menjadi luas yang disebabkan oleh perkembangan dunia ilmu.
    4.Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab adalah melatih keterampilan berbahasa atau dalam perkuliyahan disebut Maharotul Kalam atau Maharotul Qira’ah. Sedangkan manfaat dari mempelajari morfologi, morfologi, sintaksis, semantik dalam bahasa Arab adalah melatih keterampilan menulis (mengarang) hal ini seperti yang ada dalam perkuliyahan sastra arab yang dikaji dalam matakulyah Maharotul Kitabah.

  132. 1. Dalam mempelajari ilmu Linguistik kita pernah mendengar istilah “arbitrer”, apakah yang di maksud dengan arbitrer menurut anda?berikan contohnya!
    Jawaban : Arbitrer adalah antara kata dan bunyi objeknya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib, seperti dompet dengan bunyi objeknya yang sama sekali tidak ada hubungannya.

    2. Bahwa bahasa adalah sebuah sistem bunyi. Jadi bahasa itu adalah apa yang dilisankan. Juga sudah disebutkan bahwa Linguistik melihat bahasa itu adalah bahasa lisan, bahasa yang diucapkan, bukan yang dituliskan. Namun linguistik juga tidak memungkiri terhadap bahasa tulis, sebab apapun yang berkenaan dengan bahasa adalah juga menjadi objek Linguistik, padahal bahasa tulis dekat sekali hubungannya dengan bahasa. Hanya masalahnya, linguistik juga punya prioritas dalam kajiannya. Begitulah, maka bagi linguistik bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Bahasa lisan lebih dahulu daripada bahasa tulis.

    3. Bahasa itu sistematis dan sistemis. Di samping itu, dapat juga dinyatakan bahwa bahasa terdiri dari subsistem-subsistem, artinya bahasa bukanlah sistem tunggal tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau system bawahan. Tiap unsur dalam setiap subsistem juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu, yang secara keseluruhan membentuk satu system. Jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu, maka subsistem itupun tidak dapat berfungsi. Sedikit berbeda dengan sub-sistem yang lain, subsistem bahasa tertata secara hirearkis. Jenjang sub-sistem ini dalam linguistik dikenal dengan nama tataran linguistik atau tataran bahasa. Jika diurutkan dari tataran yanng terendah sampai tataran yang tertinggi.

    4. Manfaat mempelajari fonologi adalah untuk mempelajari dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang ditekankan pada fungsinya sebagai penanda perbedaan makna, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu Ashwat. Dalam morfologi adalah untuk mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ash-Sharf. Pada sintaksis adalah untuk mempelajari struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat atau untuk mempelajari studi gramatikal struktur antar kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu an-Nahwu. Dan semantik adalah untuk mempelajari makna tanda bahasa sebagai alat komunikasi verbal, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ad-Dalalah.

  133. 16/4A

    1. Dalam mempelajari ilmu Linguistik kita pernah mendengar istilah “arbitrer”, apakah yang di maksud dengan arbitrer menurut anda?berikan contohnya!
    Jawaban : Arbitrer adalah antara kata dan bunyi objeknya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib, seperti dompet dengan bunyi objeknya yang sama sekali tidak ada hubungannya.
    2. Bahwa bahasa adalah sebuah sistem bunyi. Jadi bahasa itu adalah apa yang dilisankan. Juga sudah disebutkan bahwa Linguistik melihat bahasa itu adalah bahasa lisan, bahasa yang diucapkan, bukan yang dituliskan. Namun linguistik juga tidak memungkiri terhadap bahasa tulis, sebab apapun yang berkenaan dengan bahasa adalah juga menjadi objek Linguistik, padahal bahasa tulis dekat sekali hubungannya dengan bahasa. Hanya masalahnya, linguistik juga punya prioritas dalam kajiannya. Begitulah, maka bagi linguistik bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Bahasa lisan lebih dahulu daripada bahasa tulis.
    3. Bahasa itu sistematis dan sistemis. Di samping itu, dapat juga dinyatakan bahwa bahasa terdiri dari subsistem-subsistem, artinya bahasa bukanlah sistem tunggal tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau system bawahan. Tiap unsur dalam setiap subsistem juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu, yang secara keseluruhan membentuk satu system. Jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu, maka subsistem itupun tidak dapat berfungsi. Sedikit berbeda dengan sub-sistem yang lain, subsistem bahasa tertata secara hirearkis. Jenjang sub-sistem ini dalam linguistik dikenal dengan nama tataran linguistik atau tataran bahasa. Jika diurutkan dari tataran yanng terendah sampai tataran yang tertinggi.
    4. Manfaat mempelajari fonologi adalah untuk mempelajari dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang ditekankan pada fungsinya sebagai penanda perbedaan makna, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu Ashwat. Dalam morfologi adalah untuk mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ash-Sharf. Pada sintaksis adalah untuk mempelajari struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat atau untuk mempelajari studi gramatikal struktur antar kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu an-Nahwu. Dan semantik adalah untuk mempelajari makna tanda bahasa sebagai alat komunikasi verbal, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ad-Dalalah.

  134. 19/4D
    1. Dalam linguistik, ada salah satu subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf. Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi (berasal dari suara atau lisan).
    Bahasa lisan dikatakan primer karena dalam menyampaikan pesan, ide, pikiran dan perasaannya, seseorang menggunakan suara sebagai alat penyampainya.
    Sedangkan bahasa tulis dikatakan sekunder karena merupakn media kedua yang dipakai seseorang untuk menyampaikan pesan atau pikirannya.

    3. Pembagian ilmu linguistik berdasarkan sub disiplin tidak lain karena beberapa tujuan yang antaranya: dikarenakan bahasa tidak lepas dari aspek bunyi (fonologi), aspek bentuk kata (morfologi/ shorof), susunan/ struktur kata/ kalimat (sintaks/ nahwu) dan makna (semantik/ dalalah)

    4. Beberapa manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, sematik antara lain:
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji makna.
    Dengan mempelajari kesemuanya itu, akan dapat memahami bahasa secara meluas dan mendalam. Khususnya bahasa arab yang memang memiliki kelebihan-kelebihan dalam 4 aspek bahasa tersebut. Dapat dipastikan orang yang mampu/ menguasai bahasa arab dengan semua aspek tersebut, akan lebih memahami alquran sebagai puncak ketinggian bahasa, baik retorika, sintaks ataupun sastranya melampaui segala macam bentuk karya sastra.

  135. 16/4A
    1. Dalam mempelajari ilmu Linguistik kita pernah mendengar istilah “arbitrer”, apakah yang di maksud dengan arbitrer menurut anda?berikan contohnya!
    Jawaban : Arbitrer adalah antara kata dan bunyi objeknya tidak ada hubungan langsung yang bersifat wajib, seperti dompet dengan bunyi objeknya yang sama sekali tidak ada hubungannya.
    2. Bahwa bahasa adalah sebuah sistem bunyi. Jadi bahasa itu adalah apa yang dilisankan. Juga sudah disebutkan bahwa Linguistik melihat bahasa itu adalah bahasa lisan, bahasa yang diucapkan, bukan yang dituliskan. Namun linguistik juga tidak memungkiri terhadap bahasa tulis, sebab apapun yang berkenaan dengan bahasa adalah juga menjadi objek Linguistik, padahal bahasa tulis dekat sekali hubungannya dengan bahasa. Hanya masalahnya, linguistik juga punya prioritas dalam kajiannya. Begitulah, maka bagi linguistik bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulis adalah sekunder. Bahasa lisan lebih dahulu daripada bahasa tulis.
    3. Bahasa itu sistematis dan sistemis. Di samping itu, dapat juga dinyatakan bahwa bahasa terdiri dari subsistem-subsistem, artinya bahasa bukanlah sistem tunggal tetapi terdiri juga dari sub-subsistem; atau system bawahan. Tiap unsur dalam setiap subsistem juga tersusun menurut aturan atau pola tertentu, yang secara keseluruhan membentuk satu system. Jika tidak tersusun menurut aturan atau pola tertentu, maka subsistem itupun tidak dapat berfungsi. Sedikit berbeda dengan sub-sistem yang lain, subsistem bahasa tertata secara hirearkis. Jenjang sub-sistem ini dalam linguistik dikenal dengan nama tataran linguistik atau tataran bahasa. Jika diurutkan dari tataran yanng terendah sampai tataran yang tertinggi.
    4. Manfaat mempelajari fonologi adalah untuk mempelajari dan menganalisis bunyi-bunyi bahasa yang ditekankan pada fungsinya sebagai penanda perbedaan makna, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu Ashwat. Dalam morfologi adalah untuk mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan-perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ash-Sharf. Pada sintaksis adalah untuk mempelajari struktur satuan bahasa yang lebih besar dari kata, mulai dari frasa hingga kalimat atau untuk mempelajari studi gramatikal struktur antar kata, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu an-Nahwu. Dan semantik adalah untuk mempelajari makna tanda bahasa sebagai alat komunikasi verbal, pada bahasa Arab disebut dengan ilmu ad-Dalalah.

  136. 19/4D
    1. Dalam linguistik, ada salah satu subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf. Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi (berasal dari suara atau lisan).
    Bahasa lisan dikatakan primer karena dalam menyampaikan pesan, ide, pikiran dan perasaannya, seseorang menggunakan suara sebagai alat penyampainya.
    Sedangkan bahasa tulis dikatakan sekunder karena merupakn media kedua yang dipakai seseorang untuk menyampaikan pesan atau pikirannya.

    3. Pembagian ilmu linguistik berdasarkan sub disiplin tidak lain karena beberapa tujuan yang antaranya: dikarenakan bahasa tidak lepas dari aspek bunyi (fonologi), aspek bentuk kata (morfologi/ shorof), susunan/ struktur kata/ kalimat (sintaks/ nahwu) dan makna (semantik/ dalalah)

    4. Beberapa manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, sematik antara lain:
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji makna.
    Dengan mempelajari kesemuanya itu, akan dapat memahami bahasa secara meluas dan mendalam. Khususnya bahasa arab yang memang memiliki kelebihan-kelebihan dalam 4 aspek bahasa tersebut. Dapat dipastikan orang yang mampu/ menguasai bahasa arab dengan semua aspek tersebut, akan lebih memahami alquran sebagai puncak ketinggian bahasa, baik retorika, sintaks ataupun sastranya melampaui segala macam bentuk karya sastra.

  137. 19/4D

    1. Dalam linguistik, ada salah satu subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelaskan keempat subdisiplin tersebut secara singkat!
    Fonologi : salah satu cabang ilmu linguistik yang mempelajari tentang bunyi, proes terjadinya, baik mempunyai fungsi sebagai pembeda makna atau tidak, serta bagaimana bunyi tersebut dihasilkan. Dalam bahasa Arab, fonologi sama dengan ilmu ashwat.
    Morfologi : salah satu cabang ilmu liguistik yang mempelajari tentang bentuk-bentuk kata, pembentukan dan perubahan kata. Dalam bahasa Arab, morfologi sama dengan ilmu Sharf. Sintaksis : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji pembentukan struktur kalimat, fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat. Dalam bahasa Arab, sintaksis sama dengan ilmu nahwu.
    Semantik : salah satu cabang ilmu linguistik yang mengkaji tentang makna. Dalam bahassa Arab sama dengan ilmu ad-dalalah.

    2. Dalam linguistik, hakikat bahasa adalah bunyi (berasal dari suara atau lisan).
    Bahasa lisan dikatakan primer karena dalam menyampaikan pesan, ide, pikiran dan perasaannya, seseorang menggunakan suara sebagai alat penyampainya.
    Sedangkan bahasa tulis dikatakan sekunder karena merupakn media kedua yang dipakai seseorang untuk menyampaikan pesan atau pikirannya.

    3. Pembagian ilmu linguistik berdasarkan sub disiplin tidak lain karena beberapa tujuan yang antaranya: dikarenakan bahasa tidak lepas dari aspek bunyi (fonologi), aspek bentuk kata (morfologi/ shorof), susunan/ struktur kata/ kalimat (sintaks/ nahwu) dan makna (semantik/ dalalah)

    4. Beberapa manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, sematik antara lain:
    * fonologi: dalam bahasa arab dikenal dengan ilmu aswat, yang berfungsi sebagai pelafalan suatu huruf dan keluarnya huruf (makharijul huruf),
    * morfologi atau ilmu shorof: yakni mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab dan mampu memahami makna-makna dari kata-kata itu.
    * sintaksis atau ilmu nahwu: berfungsi untuk untuk mengenal fungsi-fungsi kata yang masuk pada kalimat, mengenal hukum akhir kata.
    * semantik atau ilmu dalalah: berfungi untuk mengkaji makna.
    Dengan mempelajari kesemuanya itu, akan dapat memahami bahasa secara meluas dan mendalam. Khususnya bahasa arab yang memang memiliki kelebihan-kelebihan dalam 4 aspek bahasa tersebut. Dapat dipastikan orang yang mampu/ menguasai bahasa arab dengan semua aspek tersebut, akan lebih memahami alquran sebagai puncak ketinggian bahasa, baik retorika, sintaks ataupun sastranya melampaui segala macam bentuk karya sastra.

  138. Jawaban:
    1. – Apakah bahasa itu merupakan ketetapan dari Tuhan atau buatan manusia?
    – Dalam hal ini ada dua pendapat yang saling berlawanan. Pendapat pertama mengatakan bahwa bahasa itu merupakan ketetapan dari Tuhan yang diberikan kepada manusia berupa ilham dan petunjuk bagi manusia sebagai alat bicara, pendapat ini disandarkan pada firman Allah dalam surat al-Baqoroh ayat 30: ” وعلم أدم الأسماء كلها “. sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa bahasa itu merupakan buatan manusia yang tidak ada istilahnya sebelumnya, yang muncul dari pengucapan manusia sebagai hasil dari peniruan suara-suara alam, seperti suara angin, suara hujan, suara hewan, dan lain sebagainya.
    2. Bahasa lisan disebut sebagai bahasa primer karena hakikat dari bahasa itu adalah apa yang dilisankan, yang merupakan sebuah system bunyi yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanyalah sebuah rekaman yang menjadi wakil dari bahasa lisan, dengan cara menyalin bahasa lisan tersebut ke dalam sebuah tulisan yang terdiri dari huruf-huruf dan tanda-tanda menurut sistem aksara.
    3. Karena pembagian tersebut berdasarkan pada kajian linguistik mikro yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal dari bahasa pada umumnya. Dan juga pembagian tersebut berguna untuk memudahkan kita dalam mempelajari ilmu linguistik secara mendalam.
    4. – Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa dan proses pelafalannya, serta fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    – Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukan dan perubahannya.
    – Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui gramatical atau struktur sebuah kalimat beserta satuan-satuan kata dan kedudukannya, serta mengetahui perubahan bunyi akhiran kata.
    – Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  139. 21/4C

    Jawaban:
    1. – Apakah bahasa itu merupakan ketetapan dari Tuhan atau buatan manusia?
    – Dalam hal ini ada dua pendapat yang saling berlawanan. Pendapat pertama mengatakan bahwa bahasa itu merupakan ketetapan dari Tuhan yang diberikan kepada manusia berupa ilham dan petunjuk bagi manusia sebagai alat bicara, pendapat ini disandarkan pada firman Allah dalam surat al-Baqoroh ayat 30: ” وعلم أدم الأسماء كلها “. sedangkan pendapat kedua mengatakan bahwa bahasa itu merupakan buatan manusia yang tidak ada istilahnya sebelumnya, yang muncul dari pengucapan manusia sebagai hasil dari peniruan suara-suara alam, seperti suara angin, suara hujan, suara hewan, dan lain sebagainya.
    2. Bahasa lisan disebut sebagai bahasa primer karena hakikat dari bahasa itu adalah apa yang dilisankan, yang merupakan sebuah system bunyi yang keluar dari alat ucap manusia. Sementara bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena bahasa tulisan hanyalah sebuah rekaman yang menjadi wakil dari bahasa lisan, dengan cara menyalin bahasa lisan tersebut ke dalam sebuah tulisan yang terdiri dari huruf-huruf dan tanda-tanda menurut sistem aksara.
    3. Karena pembagian tersebut berdasarkan pada kajian linguistik mikro yang mengarahkan kajiannya pada struktur internal dari bahasa pada umumnya. Dan juga pembagian tersebut berguna untuk memudahkan kita dalam mempelajari ilmu linguistik secara mendalam.
    4. – Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui ciri-ciri bunyi bahasa dan proses pelafalannya, serta fungsinya dalam sistem kebahasaan secara keseluruhan.
    – Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui struktur kata, bagian-bagiannya, serta cara pembentukan dan perubahannya.
    – Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui gramatical atau struktur sebuah kalimat beserta satuan-satuan kata dan kedudukannya, serta mengetahui perubahan bunyi akhiran kata.
    – Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  140. 1. jika ditinjau dari sejarah & alirannya, linguistik dapat dibagi menjadi 2 yaitu: linguistik tradisional dan linguistik struktural. jelaskan perbedaan dari keduanya!
    jawab:

    *linguistik tradisional: menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik.
    * linguistik struktural: mengkaji berdasarkan struktur atau ciri-ciri formal yang ada dalam suatu bahasa tertentu.

    2.karena bahasa lisan dengan segudang kelebihannya (seperti Intonasi) yang tidak dimiliki bahasa tulisan dinilai mampu mewakili maksud pembicara lebih akurat dari bahasa tulisan.

    3. pengklasifikasian tersebut dimaksudkan untuk mempermudah pelajar bahasa segaligus membuatnya mampu mempelajari dan memahami ilmu linguistik secara lebih detail dan komperhensif.

    4. * Fonologi (علم الأصوات ) manfaatnya untuk membedakan sebuah makna dan untuk mengetahui kebenaran pengucapan bunyi dalam suatu kata atau kalimat dalam bahasa arab.
    * Morfologi (علم الصرف) manfaatnya untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    * Sintaksis (علم النحو) manfaatnya untuk mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan untuk mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    * Semantik ( علم الدلالة) manfaatnya untuk mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  141. 23/4A

    JAWABAN:

    1. Jelaskan secara singkat tentang medan makna dan komponen makna!

    Yang dimaksud dengan medan makna (Semantic domain, semantic field) atau medan leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya, nama-nama warna, nama-nama perabot rumah tangga dan lain-lain yang merupakan satu medan makna. Banyaknya unsur leksikal dalam satu medan makna antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain tidak sama besarnya, karena hal tersebut berkaitan erat dengan sistem budaya masyarakat pemilik bahasa itu.

    Sedangkan Komponen makna atau komponen semantik (semantic feature, semantic property, atau semantic marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Analisis ini mengandaikan setiap unsur leksikal memiliki atau tidak memiliki suatu ciri yang membedakannya dengan unsur lain. Pengertian komponen menurut Palmer ialah keseluruhan makna dari suatu kata, terdiri atas sejumlah elemen, yang antara elemen yang satu dengan yang lain memiliki ciri yang berbeda-beda.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?

    Dalam linguistik yang disebut bahasa, yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara. Bahasa Indonesia misalnya, dulu hanyalah bahasa lisan; kemudian dengan datangnya agama Islam (dengan tulisan Arabnya), maka bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa tulisan dengan aksara Arab itu. Kemudian dengan datangnya orang Eropa yang membawa serta huruf Latin, maka bahasa Indonesia pun mempunyai bahasa tulisan dengan aksara Latin.

    Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan; tidak punya bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?

    Ilmu lingustik dibagi menjadi beberapa subdisiplin agar kita bisa lebih mendetail dalam memahami subdisiplin ilmu tersebut, karena jika kita mempelajarinya secara bersamaan, dalam artian ilmu linguistik kita cakup semua maka kita akan akan mendapatkan pengetahuan yang sedikit karena kita membahasnya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan jika di kelompokkan kita bisa lebih merauk pengetahuan yang lebih dari masing-masing subdisiplin ilmu itu sendiri.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.

    Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.

    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu

    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk atau pola kalimat serta meminimalisir dari kesalahan pengucapan dan penulisan

    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan.

  142. 34/4A

    JAWABAN:

    1. Jelaskan secara singkat tentang medan makna dan komponen makna!

    Yang dimaksud dengan medan makna (Semantic domain, semantic field) atau medan leksikal adalah seperangkat unsur leksikal yang maknanya saling berhubungan karena menggambarkan bagian dari bidang kebudayaan atau realitas dalam alam semesta tertentu. Misalnya, nama-nama warna, nama-nama perabot rumah tangga dan lain-lain yang merupakan satu medan makna. Banyaknya unsur leksikal dalam satu medan makna antara bahasa yang satu dengan bahasa yang lain tidak sama besarnya, karena hal tersebut berkaitan erat dengan sistem budaya masyarakat pemilik bahasa itu.

    Sedangkan Komponen makna atau komponen semantik (semantic feature, semantic property, atau semantic marker) mengajarkan bahwa setiap kata atau unsur leksikal terdiri dari satu atau beberapa unsur yang bersama-sama membentuk makna kata atau makna unsur leksikal tersebut. Analisis ini mengandaikan setiap unsur leksikal memiliki atau tidak memiliki suatu ciri yang membedakannya dengan unsur lain. Pengertian komponen menurut Palmer ialah keseluruhan makna dari suatu kata, terdiri atas sejumlah elemen, yang antara elemen yang satu dengan yang lain memiliki ciri yang berbeda-beda.

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?

    Dalam linguistik yang disebut bahasa, yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara. Bahasa Indonesia misalnya, dulu hanyalah bahasa lisan; kemudian dengan datangnya agama Islam (dengan tulisan Arabnya), maka bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa tulisan dengan aksara Arab itu. Kemudian dengan datangnya orang Eropa yang membawa serta huruf Latin, maka bahasa Indonesia pun mempunyai bahasa tulisan dengan aksara Latin.

    Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan; tidak punya bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?

    Ilmu lingustik dibagi menjadi beberapa subdisiplin agar kita bisa lebih mendetail dalam memahami subdisiplin ilmu tersebut, karena jika kita mempelajarinya secara bersamaan, dalam artian ilmu linguistik kita cakup semua maka kita akan akan mendapatkan pengetahuan yang sedikit karena kita membahasnya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan jika di kelompokkan kita bisa lebih merauk pengetahuan yang lebih dari masing-masing subdisiplin ilmu itu sendiri.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.

    Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.

    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu

    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk atau pola kalimat serta meminimalisir dari kesalahan pengucapan dan penulisan

    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan.

  143. 3/4D
    Jawaban
    1. Sebutkan ciri-ciri dari bahasa!
    Jawab:
    1. bahasa itu adalah sebuah sistem
    2. bahasa itu berwujud lambing
    3. bahasa itu berupa bunyi
    4. bahasa itu bersifat arbitrer
    5. bahasa itu bermakna
    6. bahasa itu bersifat konvensional
    7. bahasa itu bersifat unik.
    8. bahasa itu bersifat universal,
    9. bahasa itu bersifat produktif
    10. bahasa itu bervariasi
    11.bahasa itu bersifat dinamis
    12. bahasa itu berfungsi sebagai alat interaksi sosial
    13. bahasa itu merupakan identitas penuturnya.
    2. bahasa lisan disebut juga bahasa primer karena bahasa lisan dihasilkan oleh alat ucap dan diucapkan secara langsung. Bahasa lisan lebih ekspresif dimana intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan.
    Sedangkan bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder karena bahasa ini dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya dan bahasa tulisan merupan hasil rekaman dari bahasa lisan(tidak langsung diucapkan).
    3. Karena ilmu linguistik merupakan ilmu bahasa secara umum, istilahnya linguistik adalah payung besar yang didalam payung itu ada cabang-cabangnya meliputi fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik. Jelas kita akan kesulitan memahami semua cabang linguistic ini. Oleh sebab itu untuk mempermudah pemahaman linguistic, dibagilah lingistik menjadi beberapa cabang yang telah disebutkan di atas.
    4.- manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa arab adalah untuk mengetahui bunyi bahasa karena dalam mengucapkan bahasa Arab jika salah mengucapkan makhraj atau salah menggunakan intonasi saat berbicara akan merubah makna = seperti kata ماذا(ketika diucapkan untuk bertanya akan membutuhkan jawaban), ماذا (ketika diucapkan dalam kondisi marah tidak membutuhkan jawaban), dan ketika saat mengucapkan lafadz أمل keliru megucapkan عمل, karena salah mengucapkan 1 makhraj saja((أ – ع pemahaman kita telah berbeda.
    -manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab adalah untuk mengetahui bagian terkecil (huruf) dan untuk mengetahui pembentukan dalam suatu kata pada bahasa Arab.
    – manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami kata dalam hubunganya dengan kata lain dlm bahasa arab (tarkib).
    – manfaat mempelajari semantik dalam bahasa arab yaitu untuk mempermudah memahami suatu makna dan mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab.

  144. 1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  145. 26/4A

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  146. 26/4A

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  147. 1. Siapakah orang yang pertamakali berbicara menggunakan bahasa arab dan menamainya dengan bahasa arab?
    Jawaban : yaitu Ya’rub Bin Fakhthon, dialah orang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa arab, sehingga disebut sebagai bahasa arab, adapun Fakhthoniyyiin itu menyebar disekitar hijaz, iraq, dan syam
    2. Karena pada dasarnya bahasa berasal dari bunyi atau suara yang diucapkan yang keluar dari alat ucap manusia dan berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dan dengan sesama sehingga bahasa lisan inilah yang menjadi bahasa primer dan pertama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman atau alternatif dari bahasa lisan.
    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat, dan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas komunikasi.
    4. manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
    a. fonologi: untuk mengetahui tentang kebenaran suatu pengucapan atau ungkapan-ungkapan yang berada dalam sebuah kata maupun kalimat dalam bahsa arab. serta mampu menguasai dengan baik makna dari pengucapan tersebut.
    b. morfologi: supaya kita mengenal adanya suatu kata yang khusus yang dikaji dalam ilmu linguistik. serta mengetahui struktuk kata, bagian-bagianya dan cara pembentukan dalam bahasa arab, karena morfologi ini menelaah struktuk intern kata.
    c. sintaksis: agar kita dapat mengetahui penguasaan yang mencakup suatu bahasa dalam membentuk suatu frasa atau kalimat yang asalnya dari kata. karena sintaksis ini merupakan studi gramatikal struktur antar kata.
    d. semantik: dapat memahami dengan baik suatu makna tanda bahasa yang digunakan dalam ilmu linguistik. serta mampu atau menguasai perkataan maupun ungkapan-ungkapan yang dimaksudkan, sehingga kita bisa menghindari kesalahan-kesalahan dalam memilih kosa kata dengan baik.

  148. 12/IVA

    1.Siapakah orang yang pertamakali berbicara menggunakan bahasa arab dan menamainya dengan bahasa arab?
    Jawaban : yaitu Ya’rub Bin Fakhthon, dialah orang yang pertama kali berbicara menggunakan bahasa arab, sehingga disebut sebagai bahasa arab, adapun Fakhthoniyyiin itu menyebar disekitar hijaz, iraq, dan syam
    2. Karena pada dasarnya bahasa berasal dari bunyi atau suara yang diucapkan yang keluar dari alat ucap manusia dan berfungsi sebagai sarana berkomunikasi dan dengan sesama sehingga bahasa lisan inilah yang menjadi bahasa primer dan pertama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan disebut sebagai bahasa sekunder karena sebenarnya hanyalah rekaman atau alternatif dari bahasa lisan.
    3. Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Ilmu linguistik itu bersifat umum dan meluas cakupannya sehingga dengan adanya subdisiplin tersebut dapat mempermudah kita untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya subdisiplin tersebut. Keberadaan subdisiplin sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang di masyarakat, dan memudahkan masyarakat untuk melakukan aktivitas komunikasi.
    4. manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik.
    a. fonologi: untuk mengetahui tentang kebenaran suatu pengucapan atau ungkapan-ungkapan yang berada dalam sebuah kata maupun kalimat dalam bahsa arab. serta mampu menguasai dengan baik makna dari pengucapan tersebut.
    b. morfologi: supaya kita mengenal adanya suatu kata yang khusus yang dikaji dalam ilmu linguistik. serta mengetahui struktuk kata, bagian-bagianya dan cara pembentukan dalam bahasa arab, karena morfologi ini menelaah struktuk intern kata.
    c. sintaksis: agar kita dapat mengetahui penguasaan yang mencakup suatu bahasa dalam membentuk suatu frasa atau kalimat yang asalnya dari kata. karena sintaksis ini merupakan studi gramatikal struktur antar kata.
    d. semantik: dapat memahami dengan baik suatu makna tanda bahasa yang digunakan dalam ilmu linguistik. serta mampu atau menguasai perkataan maupun ungkapan-ungkapan yang dimaksudkan, sehingga kita bisa menghindari kesalahan-kesalahan dalam memilih kosa kata dengan baik.

  149. 1/b
    1.Mengapa orang sering mempertentangkan linguistik tradisional dengan linguistik struktural?
    karena kedua linguistik mengandung aliran tersendiri. dan masing2 memiliki pendukung tersendiri makanya sering dipertentangkan
    Linguistik Tradisional
    Tata bahasa tradisional menganalisis bahasa berdasarkan filsafat dan semantik. Tata bahasa tradisional mengatakan kata kerja adalah kata yang menyatakan tindakan atau kejadian.
    Dalam pertentangan fisis, bahasa itu terbentuk berdasarkan hubungan asal-usul,sumber dalam prinsip-prinsip abadi dan tidak dapat diganti diluar manusia itu sendiri. Sedangkan berdasarkan nomos bahasa bersifat konvensi yang diperoleh berdasarkan hasil-hasil tradisi atau kebiasaan-kebiasaan yang mempunyai kemungkinan untuk berubah.
    Dalam pertentangan analogi dan anomali, menyangkut masalah bahasa itu sesuatu yang teratur dan tidak teratur. contoh keteraturan bahasa itu tampak pada pembentukan jamak pada bahasa inggris : Boy—Boys, Girl—Girls, dan Book—Books. Sedangkan contoh ketidakteraturan bahasa itu tampak pada bentuk jamak bahasa inggris Child menjadi Children, bukannya Childs; atau bentuk past tense bahasa inggris dari write menjadi wrote, bukannya writed.
    Dengan seiring berjalannya waktu teori-teori tata bahasa tersebut mengalami perubahan dan re-generasi. Kaum–kaum yang berpengaruh besar dengan perubahan bahasa tersebut, kaum Sophis, Plato(429-347 SM), Aristoteles(384-322 SM), kaum Stoik, dan kaum Alexandrian.
    Jadi kesimpulannya linguistik tradisional selalu menerapkan pola-pola tata bahasa Yunani dan Latin dalam mendeskripsikan suatu bahasa.
    2.Karena dalam linguistik yang disebut bahasa primer adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan bersifat sekunder, Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan, yang memerlukan adanya unsur tata bahasa agar bisa difahami dan juga sebagai media penyampai pada waktu dan tempat tertentu,Sedangkan bahasa tulisan merupakan cerminan atau ungkapan dari bahasa lisan yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan dan ditulis dengan huruf-huruf atau tanda-tanda lain menurut system tata bahasa. Itu sebabnya sehingga bahasa tulisan disebut dengan bahasa sekunder.
    3..Karena subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik merupakan unsur yang sangat penting dalam mempelajari bahasa. Karena dengan adanya subdisiplin tersebut kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik, selain itu tata cara berbahasa yang berubah-ubah juga sangat mempengaruhi adanya sub disiplinlin tersebut, karena keberadaannya sangat memudahkan kita dalam mempelajari bahasa yang terus berkembang,
    4. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    Morfologi atau dalam bahasa arab disebut علم الصرف, yaitu dapat mengetahui perubahan yang terjadi pada kata dan cara pembentukannya.
    Sintaksis atau dalam bahasa arab disebut علم النحو, yaitu dapat mengetahui relasi antarkata dalam kalimat dan dapat mengetahui pembentukan struktur kalimat dalam bahasa arab.
    Semantik atau dalam bahasa arab disebut علم الدلالة, yaitu dapat mengetahui makna suatu bahasa dengan baik dan mengetahui makna yang terkandung dalam suatu lafal kata itu sendiri.

  150. 23/4B
    1. Berikan contoh bahasa sebagai alat komunikasi?
    – Suara HP menandakan ada panggilan dari nomer lain atau ada sms
    – Suara adzan menandakan segera salat
    – Simbol rambu-rambu lalu lintas
    – Gambar peta yang menunjukkan jalan
    – Melambaikan tangan untuk menandakan menyapa atau berarti “tidak”
    2. Karena fungsi bahasa sebagai alat komunikasi, bahasa lisan dikatakan bahasa primer karena bahasa lisan lebih ekspresif, intonasi,gerakan tubuh dan mimik muka. Saat anak mulai belajar berbicara yang pertama di pelajari adalah bahasa dari keluarganya dengan cara meniru. Sedangkan bahasa tulis menjadi bahasa sekunder karena bahasa lisan harus dipenuhi dahulu kemudian bahasa tulis, bahasa tulis biasanya berupa simbol, huruf, dll.
    3. Karena menurut cabang-cabang linguistik, linguistik dapat dibagi menjadi 2 yaitu mikrolinguistik dan makrolinguistik, sedangkan fonologi, morfologi, sintaksis dan semantik masuk dalam mikrolinguistik yang bersifat umum maksudnya yaitu mempelajari bahan bahasa secara langsung tentang sifat-sifat, struktur, cara kerja, dsb.
    4. Manfaat linguistik secara umum dapat membantu, menyelesaikan tugas, melaksanakan tugas, dan penting bagi guru bahasa dan guru studi dapat menerjemahkan bahasa satu dengan bahasa lain, dapat digunakan menyusun kamus, serta bisa digunakan untuk menuntun buku pelajaran, kalau secara khusus manfaat dari fonologi yaitu (aswat) mempelajari bunyi bahasa ditinjau dari fungsinya, morfologi yaitu (shorof), sintaksis yaitu (nahwu), dan Semantik yaitu (dalalah).

  151. 24/A
    1.seberapa pentngkah bahasa dalam kehdupan manusa?
    bahasa sangat penting dalam kehidupan manusia,karena bahasa sudah tidak dapat dipsahkan dengan manusa,manusa sebaga makhluk sosial pasti butuh akan manusa lainnya.untuk menghubungkan antara manusa satu dengan manusa lainnya dibutuhkan bahasa,maka dari itu bahasa sangatlah penting bagi kehidupan manusa,tanpa bahasa(baik basa lisan maupun isyarat) manusa akan kesulitan hidup ddunia ini.
    2.karena bahasa lisan merupakan alat kmunikasi langsung,langsung dari alat ucap manusa,sedangkan pada bahasa tulsan kita masih menggunakan media perantara ,sepertii menggunakan kertas dan lain sebagainya.sperti contoh pada anak kecil yang belum bisa membaca dan menulis,tapi dia sudah bisa berkmunikasi mennggunakan bahasa lisan,meskipun ia tikda bisa menuls dan membaca dia mash bisa berkmunikasi,maka dari itu bahasa lisan disebut bahasa primer dan bahasa tulisan disebut bahasa sekunder.
    3. karena ilmu- ilmu fonologi, morfologi, sintaksis dan sematik itu merupakan sebuah komponen yang sangat penting dalam mempelajari ilmu bahasa. karena dengan adanya beberapa komponen tadi, kita dapat lebih mudah untuk mempelajari bahasa yang ada dalam linguistik. oleh karena itu, ilmu linguistik membagi bagian-bagian agar kita semua bisa mempelajarinya dengan mudah karena ilmu linguistik itu memiliki cakupan yang sangat luas,seperti yang kita tahu bahwa linguistik merupakan payung bagi cabang-cabang ilmu bahasa.
    4.a. manfaat mempelajari fonologi adalah dapat mengidentifikasi ciri-ciri bunyi, proses pelafalannya, dan fungsi kebahasaan. Agar kita dapat memahami makna dari pelafalan bunyi yang benar,serta bagaimana sifat-sifat dalam suatu kata atau huruf.
    b. manfaat mempelajari morfologi untuk menyelidiki struktur kata, bagian-bagiannya, cara pembentukannya dan meminimalisasi adanya kesalahan dalam berbahasa arab sehingga mempermudah memahami kata-kata dalam bhs arab dan menentukan kata sesua makna yang dmaksud .
    c.manfaat mempelajari Sintaksis dalam bahasa Arab : agar bisa mengetahuai makana yang terkandung dalam suatu bahasa, serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    d.mempermudah dalam mengetahui makna kata, mencari asal mula kata dan perkembangan dari arti suatu kata dalam bahasa arab. Karena semantik adalah ilmu yang mempelajari makna bahasa baik yang bersifat leksikal, gramatikal, maupun kontekstual.

  152. 26/4A
    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  153. 1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori
    2. Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
    3.
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.
    4.
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  154. 26/4A

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?

    Dalam linguistik yang disebut bahasa, yang primer, adalah yang diucapkan, yang dilisankan, yang keluar dari alat ucap manusia. Bahasa yang dilisankan inilah yang pertama-tama menjadi objek linguistik. Sedangkan bahasa tulisan, meskipun juga tidak dilupakan dalam kajian linguistik (karena bahasa tulisan ini juga besar perannya dalam kehidupan manusia), hanyalah bersifat sekunder. Bahasa tulisan sebenarnya hanyalah “rekaman” dari bahasa lisan. Jadi, bahasa yang seharusnya dilisankan atau diucapkan dalam bahasa tulisan diganti dengan huruf-huruf dan tanda-tanda lain menurut suatu sistem aksara. Bahasa Indonesia misalnya, dulu hanyalah bahasa lisan; kemudian dengan datangnya agama Islam (dengan tulisan Arabnya), maka bahasa Indonesia bisa menjadi bahasa tulisan dengan aksara Arab itu. Kemudian dengan datangnya orang Eropa yang membawa serta huruf Latin, maka bahasa Indonesia pun mempunyai bahasa tulisan dengan aksara Latin.

    Bahwa hakikat bahasa adalah bunyi, atau bahasa lisan, dapat kita saksikan sampai kini banyak sekali bahasa di dunia ini, termasuk di Indonesia, yang hanya punya bahasa lisan; tidak punya bahasa tulisan, karena bahasa-bahasa tersebut tidak atau belum mengenal sistem aksara.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?

    Ilmu lingustik dibagi menjadi beberapa subdisiplin agar kita bisa lebih mendetail dalam memahami subdisiplin ilmu tersebut, karena jika kita mempelajarinya secara bersamaan, dalam artian ilmu linguistik kita cakup semua maka kita akan akan mendapatkan pengetahuan yang sedikit karena kita membahasnya dalam waktu yang bersamaan, sedangkan jika di kelompokkan kita bisa lebih merauk pengetahuan yang lebih dari masing-masing subdisiplin ilmu itu sendiri.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab.

    Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.

    Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu

    Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk atau pola kalimat serta meminimalisir dari kesalahan pengucapan dan penulisan

    Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan.

  155. 26/4A

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori

    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: Karena bahasa primer merupakan bahasa sehari-hari yang digunakan manusia dalam berkomunikasi. bahasa lisan bisa diungkapkan dengan tinggi rendahnya suara atau tekanan, mimik muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan apa yang ingin disampaikan. Bahasa lisan ini lebih ekspresif dimana mimik, intonasi dan gerakan tubuh dapat bercampur menjadi satu untuk mendukung komunikasi yang dilakukan, sedangkan bahasa sekunder merupakan rekaman dari bahasa lisan yang dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.

    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: Agar mudah untuk dipahami, karena Linguistik itu sendiri masih umum dan ilmu linguistic dibagi atas 4 subdisiplin daiantaranya fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantic. Kita akan sulit mempelajari jika tidak ada pengelompokan dalam sub-sub bab, karena linguistic dalam hal ini bersifat umum. Maka, dengan adanya 4subdisiplin tersebut kita akan terfokus pada suatu bab tertentu secara mendetail.

    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    1) Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab : untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian pengucapan bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab serta untuk memahami dengan baik suatu makna dari hasil pengucapan tersebut.
    2) Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab : agar terhindar dari kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab, Mampu mengenali kata-kata dari bahasa arab serta memahami dengan benar makna kata-kata itu dan juga mampu membuat kata tertentu sesuai makna yang diinginkan
    3) Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab : untuk memahami struktur kalimat serta bentuk dan pola kalimat serta menimalisir dari kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    4) Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab : dapat memahami dengan baik makna yang dimaksud dari perkataan atau ungkapan-ungkapan. Dan juga untuk menghindari pengguna bahasa arab dari kesalahan semantik menyangkut pemilihan dan penggunaan kosa-kata yang tepat sesuai dengan struktur dan konteks kalimat. Termasuk juga kesalahan penggunaan istilah dan idiom dan ungkapan.

  156. 26/4A

    1. Sebutkan tahapan-tahapan yang ada pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu!
    Jawab: Tahapan-tahapan pada linguistik sehingga menjadi disiplin ilmu, dengan melalui tiga tahapan.
    a. Pertama, yakni tahap spekulasi
    b. Kedua, tahap observasi dan klasifikasi
    c. Ketiga, tahap perumusan teori

    2. karena bahasa primer itu digunakan makhluk hidup untuk kebutuhan sehari-hari, seperti komunikasi, sedangkan bahasa sekunder itu sendiri rekaman dari primer, seperti halnya tulisan,

    3. agar mudah untuk dipahami.

    4. Jawab:
    1. Untuk mengetahui kebenaran apa yang di ucapkan
    2. Agar terhindar dari kesalahan penggunaan kata
    3. Untuk memahami setruktur kata bahasa arab.
    4. Agar dapat memahami makna dalam sebuah kalimat

  157. 16/4C
    1. Apa pengertian ilmu Lughoh.?
    jawab: Ilmu lughoh (Linguistik) berarti ilmu bahasa. Kata “linguistik” berasal dari kata Latin yaitu lingua (bahasa). Dalam bahasa-bahasa “Roman” (yaitu bahasa-bahasa yang berasal dari bahasa Latin) masih ada kata-kata serupa dengan lingua, yaitu langue dan langage dalam bahasa Perancis dan lingua dalam bahasa Itali. Bahasa Inggris memungut dari bahasa Perancis kata yang kini menjadi language. Istilah “linguistics” dalam bahasa Inggris berkaitan dengan kata language itu, seperti dalam bahasa Perancis istilah linguistique berkaitan dengan langage. Dalam bahasa Indonesia “linguistik” adalah bidang ilmu bahasa.
    2. Dalam linguistik, mengapa bahasa lisan adalah primer, sedangkan bahasa tulisan adalah sekunder?
    Jawab: karena bahasa primer itu adalah bahasa yang digunakan oleh manusia utk kehidupan sehari-hari, berkomunikasi satu dgn yg lain,dll
    sedangkan bahasa sekunder adalah rekaman dari primer yg bisa berupa tulisan,angka,huruf,simbol,dll
    3. Mengapa ilmu linguistik dibagi atas beberapa subdisiplin fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik?
    Jawab: agar mudah utk di pahami dan lebih mudah mempelajarinya.
    4. Jelaskan manfaat mempelajari fonologi, morfologi, sintaksis, dan semantik dalam mempelajari bahasa Arab?
    Jawab:
    a. Manfaat mempelajari fonologi dalam bahasa Arab: untuk mengetahui kebenaran dan keakurasian bunyi dalam suatu kata dan kalimat dalam berbahasa Arab.
    b. Manfaat mempelajari morfologi dalam bahasa Arab: agar tidak terjadi kesalahan dalam membentuk kata dalam berbahasa arab.
    c. Manfaat mempelajari sintaksis dalam bahasa Arab: untuk memahami struktur serta bentuk kalimat dan pola kalimat serta tidak terjadi kesalahan pengucapan, penulisan dan pembacaan.
    d. Manfaat mempelajari semantik dalam bahasa Arab: untuk memahami serta memaknai kata dengan baik,asal mula kata, serta ungkapan-ungkapan yg lainnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s